alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Dua Program Dititipkan Desa

Alokasikan Gempita Desa Rp 10 Juta, CCTV 15 Unit

Mobile_AP_Rectangle 1

Seperti halnya yang sudah dilakukan Kecamatan Sumbersuko. Menurut Camat Misjoko, saat ini desa-desa mulai menganggarkan untuk keperluan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di seluruh desa di wilayahnya. Nominalnya variatif, menyesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraannya.

“Anggarannya ada yang Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Ya mereka membentuk kelompok belajar. Rata-rata setiap desa mengajak 5 sampai 10 orang. Bahkan, ada gabungan beberapa desa untuk membentuk satu kelompok belajar. Menyesuaikan jumlah PKBM di sini,” tambahnya. Bisa dianggap ini program pertama.

Sedangkan untuk program yang kedua adalah pengadaan 15 CCTV masing-masing desa. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, untuk mendukung Lumajang menuju smart city, salah satu upayanya adalah menempatkan kamera pemantau di kawasan-kawasan yang berada di masing-masing desa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, penempatan CCTV itu juga diyakini sebagai cara efektif menekan tindak kriminal. Tidak hanya kawasan kota, melainkan seluruh titik daerah yang rawan ujungnya bisa teramati dengan baik. Otomatis desa diminta menyisihkan sebagian anggarannya untuk menyukseskan kedua program tersebut.

- Advertisement -

Seperti halnya yang sudah dilakukan Kecamatan Sumbersuko. Menurut Camat Misjoko, saat ini desa-desa mulai menganggarkan untuk keperluan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di seluruh desa di wilayahnya. Nominalnya variatif, menyesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraannya.

“Anggarannya ada yang Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Ya mereka membentuk kelompok belajar. Rata-rata setiap desa mengajak 5 sampai 10 orang. Bahkan, ada gabungan beberapa desa untuk membentuk satu kelompok belajar. Menyesuaikan jumlah PKBM di sini,” tambahnya. Bisa dianggap ini program pertama.

Sedangkan untuk program yang kedua adalah pengadaan 15 CCTV masing-masing desa. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, untuk mendukung Lumajang menuju smart city, salah satu upayanya adalah menempatkan kamera pemantau di kawasan-kawasan yang berada di masing-masing desa.

Selain itu, penempatan CCTV itu juga diyakini sebagai cara efektif menekan tindak kriminal. Tidak hanya kawasan kota, melainkan seluruh titik daerah yang rawan ujungnya bisa teramati dengan baik. Otomatis desa diminta menyisihkan sebagian anggarannya untuk menyukseskan kedua program tersebut.

Seperti halnya yang sudah dilakukan Kecamatan Sumbersuko. Menurut Camat Misjoko, saat ini desa-desa mulai menganggarkan untuk keperluan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di seluruh desa di wilayahnya. Nominalnya variatif, menyesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraannya.

“Anggarannya ada yang Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Ya mereka membentuk kelompok belajar. Rata-rata setiap desa mengajak 5 sampai 10 orang. Bahkan, ada gabungan beberapa desa untuk membentuk satu kelompok belajar. Menyesuaikan jumlah PKBM di sini,” tambahnya. Bisa dianggap ini program pertama.

Sedangkan untuk program yang kedua adalah pengadaan 15 CCTV masing-masing desa. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, untuk mendukung Lumajang menuju smart city, salah satu upayanya adalah menempatkan kamera pemantau di kawasan-kawasan yang berada di masing-masing desa.

Selain itu, penempatan CCTV itu juga diyakini sebagai cara efektif menekan tindak kriminal. Tidak hanya kawasan kota, melainkan seluruh titik daerah yang rawan ujungnya bisa teramati dengan baik. Otomatis desa diminta menyisihkan sebagian anggarannya untuk menyukseskan kedua program tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/