alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Angka Pengangguran Naik 0,55 Persen

Didominasi Lulusan SMA dan Terdampak Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah pencari kerja di Lumajang terjadi kesenjangan yang melebar. Akibatnya, angka pengangguran meningkat. Meskipun setiap tahun lapangan kerja baru bertambah, jumlah pengangguran pun ikut bertambah. Jika didasarkan pada jenjang pendidikan, pengangguran dari SMA lebih tinggi daripada SMP dan perguruan tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang mencatat, hal itu dimungkinkan kurang respeknya lulusan SMA pada tenaga kasar (informal) dan kurang terserapnya pendidikan SMA di berbagai sektor. Sehingga, pada tahun 2020 angka pengangguran naik 0,55 persen.

Abdul Majid, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang, mengatakan, jumlah pengangguran selalu bertambah dari tahun ke tahun. Apalagi di masa pandemi, banyak karyawan dan pegawai yang diberhentikan. “Pandemi memang berdampak luar biasa. Tidak terkecuali juga bagi para pekerja di beberapa perusahaan. Mereka diberhentikan,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah pencari kerja di Lumajang terjadi kesenjangan yang melebar. Akibatnya, angka pengangguran meningkat. Meskipun setiap tahun lapangan kerja baru bertambah, jumlah pengangguran pun ikut bertambah. Jika didasarkan pada jenjang pendidikan, pengangguran dari SMA lebih tinggi daripada SMP dan perguruan tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang mencatat, hal itu dimungkinkan kurang respeknya lulusan SMA pada tenaga kasar (informal) dan kurang terserapnya pendidikan SMA di berbagai sektor. Sehingga, pada tahun 2020 angka pengangguran naik 0,55 persen.

Abdul Majid, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang, mengatakan, jumlah pengangguran selalu bertambah dari tahun ke tahun. Apalagi di masa pandemi, banyak karyawan dan pegawai yang diberhentikan. “Pandemi memang berdampak luar biasa. Tidak terkecuali juga bagi para pekerja di beberapa perusahaan. Mereka diberhentikan,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah pencari kerja di Lumajang terjadi kesenjangan yang melebar. Akibatnya, angka pengangguran meningkat. Meskipun setiap tahun lapangan kerja baru bertambah, jumlah pengangguran pun ikut bertambah. Jika didasarkan pada jenjang pendidikan, pengangguran dari SMA lebih tinggi daripada SMP dan perguruan tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang mencatat, hal itu dimungkinkan kurang respeknya lulusan SMA pada tenaga kasar (informal) dan kurang terserapnya pendidikan SMA di berbagai sektor. Sehingga, pada tahun 2020 angka pengangguran naik 0,55 persen.

Abdul Majid, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang, mengatakan, jumlah pengangguran selalu bertambah dari tahun ke tahun. Apalagi di masa pandemi, banyak karyawan dan pegawai yang diberhentikan. “Pandemi memang berdampak luar biasa. Tidak terkecuali juga bagi para pekerja di beberapa perusahaan. Mereka diberhentikan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/