alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Semua Sekolah di Lumajang Sanggup PTM Seratus Persen

Kecuali Sekolah Terdampak APG Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Semua tingkat sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat, di Lumajang akhirnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen. Hal tersebut menyusul berlakunya surat keputusan bersama (SKB) empat menteri mengenai penyesuaian PTM terbatas, Senin lalu. Kebijakan baru ini mulai diterapkan pada semester genap tahun 2022.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang Agus Salim mengungkapkan, seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD hingga SMP, sudah bisa melaksanakan kebijakan tersebut. Sebab, syarat PTM itu dapat dilihat dari capaian vaksinasi tenaga pendidik. “Sudah 90 persen lebih capaian vaksinasi untuk guru, karyawan, tenaga pendidik, dan lainnya,” ungkapnya.

Agus mengatakan, SKB empat menteri itu langsung ditindaklanjuti. Surat edaran kebijakan sudah disebarkan ke masing-masing satuan pendidikan. Mulai kemarin, sekolah bisa menggelar PTM seratus persen. Namun, hal tersebut tidak saklek. Artinya, jika ditemukan salah satu warga sekolah terpapar korona, maka pembelajaran kembali dilakukan secara daring.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Selain itu, kami tidak bisa menerapkan PTM seratus persen di sejumlah sekolah yang terdampak APG Gunung Semeru. Tidak hanya sekolah yang rusak, melainkan kami melihat kondisi psikologis anak, keluarga, dan tenaga pendidik. Jadi, fleksibel saja. Jika siswa mau sekolah, kami sudah fasilitasi di sekolah darurat. Dengan kata lain, proses pembelajaran yang diterapkan di Lumajang itu PTM seratus persen dan PTM darurat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang Mahrus Syamsul menerangkan, sementara ini pihaknya masih menunggu surat edaran dari Dinas Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, pihaknya juga sudah membahas teknis dan kebijakan yang akan diterapkan di Lumajang. Terlebih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan memantau PTM di Lumajang, hari ini.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Semua tingkat sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat, di Lumajang akhirnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen. Hal tersebut menyusul berlakunya surat keputusan bersama (SKB) empat menteri mengenai penyesuaian PTM terbatas, Senin lalu. Kebijakan baru ini mulai diterapkan pada semester genap tahun 2022.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang Agus Salim mengungkapkan, seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD hingga SMP, sudah bisa melaksanakan kebijakan tersebut. Sebab, syarat PTM itu dapat dilihat dari capaian vaksinasi tenaga pendidik. “Sudah 90 persen lebih capaian vaksinasi untuk guru, karyawan, tenaga pendidik, dan lainnya,” ungkapnya.

Agus mengatakan, SKB empat menteri itu langsung ditindaklanjuti. Surat edaran kebijakan sudah disebarkan ke masing-masing satuan pendidikan. Mulai kemarin, sekolah bisa menggelar PTM seratus persen. Namun, hal tersebut tidak saklek. Artinya, jika ditemukan salah satu warga sekolah terpapar korona, maka pembelajaran kembali dilakukan secara daring.

“Selain itu, kami tidak bisa menerapkan PTM seratus persen di sejumlah sekolah yang terdampak APG Gunung Semeru. Tidak hanya sekolah yang rusak, melainkan kami melihat kondisi psikologis anak, keluarga, dan tenaga pendidik. Jadi, fleksibel saja. Jika siswa mau sekolah, kami sudah fasilitasi di sekolah darurat. Dengan kata lain, proses pembelajaran yang diterapkan di Lumajang itu PTM seratus persen dan PTM darurat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang Mahrus Syamsul menerangkan, sementara ini pihaknya masih menunggu surat edaran dari Dinas Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, pihaknya juga sudah membahas teknis dan kebijakan yang akan diterapkan di Lumajang. Terlebih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan memantau PTM di Lumajang, hari ini.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Semua tingkat sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat, di Lumajang akhirnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen. Hal tersebut menyusul berlakunya surat keputusan bersama (SKB) empat menteri mengenai penyesuaian PTM terbatas, Senin lalu. Kebijakan baru ini mulai diterapkan pada semester genap tahun 2022.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang Agus Salim mengungkapkan, seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD hingga SMP, sudah bisa melaksanakan kebijakan tersebut. Sebab, syarat PTM itu dapat dilihat dari capaian vaksinasi tenaga pendidik. “Sudah 90 persen lebih capaian vaksinasi untuk guru, karyawan, tenaga pendidik, dan lainnya,” ungkapnya.

Agus mengatakan, SKB empat menteri itu langsung ditindaklanjuti. Surat edaran kebijakan sudah disebarkan ke masing-masing satuan pendidikan. Mulai kemarin, sekolah bisa menggelar PTM seratus persen. Namun, hal tersebut tidak saklek. Artinya, jika ditemukan salah satu warga sekolah terpapar korona, maka pembelajaran kembali dilakukan secara daring.

“Selain itu, kami tidak bisa menerapkan PTM seratus persen di sejumlah sekolah yang terdampak APG Gunung Semeru. Tidak hanya sekolah yang rusak, melainkan kami melihat kondisi psikologis anak, keluarga, dan tenaga pendidik. Jadi, fleksibel saja. Jika siswa mau sekolah, kami sudah fasilitasi di sekolah darurat. Dengan kata lain, proses pembelajaran yang diterapkan di Lumajang itu PTM seratus persen dan PTM darurat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang Mahrus Syamsul menerangkan, sementara ini pihaknya masih menunggu surat edaran dari Dinas Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, pihaknya juga sudah membahas teknis dan kebijakan yang akan diterapkan di Lumajang. Terlebih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan memantau PTM di Lumajang, hari ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/