alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pengembangan Potensi Ubi Pasrujambe, Berhasil Tembus Pasar Ekspor

Potensi buah dan sayur di Lumajang tidak diragukan lagi. Setelah sukses ekspor beragam jenis buah, Lumajang juga bakal menjadi tumpuan pasar ekspor ubi jalar. Bahkan, ubi madu yang dibudidayakan di Kecamatan Pasrujambe ini akan dipatenkan dan dikembangkan di daerah lain.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ubi jalar di Pasrujambe ternyata mampu mendongkrak pendapatan petani. Bahkan, mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus pasar ekspor. Upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan inovasi produk ubi jalar olahan seperti tepung.

Lumajang sebagai salah satu penghasil ubi jalar rupanya mampu ditingkatkan tidak hanya sebagai sumber pangan. Tetapi, juga untuk meningkatkan pendapatan petani. Tekstur ubi jalar Lumajang yang lembut dan manis dapat menarik pasar luar negeri.

Kini, sebanyak 754 hektare lahan di Pasrujambe ditanami ubi. Lahan seluas itu dikerjakan oleh 500-600 orang petani dan bisa menghasilkan nilai panen hingga 40 ton per hektare. Ubi jalar Lumajang juga akan dipatenkan namanya sebagai pembeda dari ubi yang lainnya. “Saya berharap Balitbang Kementerian bisa membantu untuk mematenkan nama ubi madu Pasrujambe,” ucap Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan hasil riset, ubi jalar ini mampu menembus pasar ekspor dengan melihat adanya peningkatan produksi, peningkatan penilaian pangan nasional, dan ketersediaan stok yang tinggi.

Keberhasilan tersebut memberanikan para petani untuk mengekspor ke luar negeri. Bahkan selama ini pengirimannya mencapai 200 ton per bulan. “Jadi, dari tiga aspek keberhasilan itu, ubi madu Pasrujambe ini mampu menembus pasar ekspor,” katanya. Harapannya, dengan ubi jalar Pasrujambe ini dan hasil produk turunannya, Wakil Bupati Lumajang juga akan menciptakan pasarnya sebagai alat kesinambungan produksi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ubi jalar di Pasrujambe ternyata mampu mendongkrak pendapatan petani. Bahkan, mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus pasar ekspor. Upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan inovasi produk ubi jalar olahan seperti tepung.

Lumajang sebagai salah satu penghasil ubi jalar rupanya mampu ditingkatkan tidak hanya sebagai sumber pangan. Tetapi, juga untuk meningkatkan pendapatan petani. Tekstur ubi jalar Lumajang yang lembut dan manis dapat menarik pasar luar negeri.

Kini, sebanyak 754 hektare lahan di Pasrujambe ditanami ubi. Lahan seluas itu dikerjakan oleh 500-600 orang petani dan bisa menghasilkan nilai panen hingga 40 ton per hektare. Ubi jalar Lumajang juga akan dipatenkan namanya sebagai pembeda dari ubi yang lainnya. “Saya berharap Balitbang Kementerian bisa membantu untuk mematenkan nama ubi madu Pasrujambe,” ucap Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Berdasarkan hasil riset, ubi jalar ini mampu menembus pasar ekspor dengan melihat adanya peningkatan produksi, peningkatan penilaian pangan nasional, dan ketersediaan stok yang tinggi.

Keberhasilan tersebut memberanikan para petani untuk mengekspor ke luar negeri. Bahkan selama ini pengirimannya mencapai 200 ton per bulan. “Jadi, dari tiga aspek keberhasilan itu, ubi madu Pasrujambe ini mampu menembus pasar ekspor,” katanya. Harapannya, dengan ubi jalar Pasrujambe ini dan hasil produk turunannya, Wakil Bupati Lumajang juga akan menciptakan pasarnya sebagai alat kesinambungan produksi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ubi jalar di Pasrujambe ternyata mampu mendongkrak pendapatan petani. Bahkan, mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus pasar ekspor. Upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan inovasi produk ubi jalar olahan seperti tepung.

Lumajang sebagai salah satu penghasil ubi jalar rupanya mampu ditingkatkan tidak hanya sebagai sumber pangan. Tetapi, juga untuk meningkatkan pendapatan petani. Tekstur ubi jalar Lumajang yang lembut dan manis dapat menarik pasar luar negeri.

Kini, sebanyak 754 hektare lahan di Pasrujambe ditanami ubi. Lahan seluas itu dikerjakan oleh 500-600 orang petani dan bisa menghasilkan nilai panen hingga 40 ton per hektare. Ubi jalar Lumajang juga akan dipatenkan namanya sebagai pembeda dari ubi yang lainnya. “Saya berharap Balitbang Kementerian bisa membantu untuk mematenkan nama ubi madu Pasrujambe,” ucap Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Berdasarkan hasil riset, ubi jalar ini mampu menembus pasar ekspor dengan melihat adanya peningkatan produksi, peningkatan penilaian pangan nasional, dan ketersediaan stok yang tinggi.

Keberhasilan tersebut memberanikan para petani untuk mengekspor ke luar negeri. Bahkan selama ini pengirimannya mencapai 200 ton per bulan. “Jadi, dari tiga aspek keberhasilan itu, ubi madu Pasrujambe ini mampu menembus pasar ekspor,” katanya. Harapannya, dengan ubi jalar Pasrujambe ini dan hasil produk turunannya, Wakil Bupati Lumajang juga akan menciptakan pasarnya sebagai alat kesinambungan produksi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/