alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Bangun Akses Darurat Sementara, Tangani Ratusan KK yang Terisolasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Terputusnya dam di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, membuat ratusan warga setempat terisolasi. Padahal, dam tersebut biasanya digunakan untuk akses warga. Kemarin, beberapa petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) akhirnya mulai memperbaiki dengan membangunkan akses jalan darurat sementara.

Sejak pagi, satu alat berat diterjunkan di aliran lahar Gunung Semeru. Alat itu tampak meratakan material tumpukan pasir dan batu supaya dapat dilewati warga. Sebab, sejak dam terputus, setidaknya ada 3 RT yang dihuni warga sekitar 125 KK di lokasi itu terisolasi. Bahkan, informasinya ada beberapa ibu hamil di sana yang terisolasi.

Ida, warga setempat, mengatakan, meskipun dam itu hanya selebar 4 meter, tetapi merupakan satu-satunya akses yang selalu digunakan warga Dusun Sumberlangsep. Baik itu untuk aktivitas lalu lalang sehari-hari, perekonomian, maupun pendidikan. Karenanya, kerusakan itu sangat menghambat kegiatan warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Banjir Minggu (02/01) sore kemarin itu sangat besar sejak erupsi Gunung Semeru. Sekarang mulai surut kalau tidak hujan. Sebetulnya warga bisa lewat jembatan itu kalau misalkan alirannya surut. Tapi, hanya jalan kaki, (mengendarai, Red) motor pun kadang membahayakan. Tetapi, kalau banjir itu sulit, karena alirannya juga membawa batu dan kerikil,” katanya.

Koordinator lapangan BBWSB Nur Afandi mengatakan, saat ini petugas perlahan mulai menata jalan setapak untuk akses warga. Sekalipun fungsinya cukup vital, pembangunan akses jalan darurat tetap mempertimbangkan cuaca, kondisi aliran lahar, serta keselamatan petugas.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Terputusnya dam di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, membuat ratusan warga setempat terisolasi. Padahal, dam tersebut biasanya digunakan untuk akses warga. Kemarin, beberapa petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) akhirnya mulai memperbaiki dengan membangunkan akses jalan darurat sementara.

Sejak pagi, satu alat berat diterjunkan di aliran lahar Gunung Semeru. Alat itu tampak meratakan material tumpukan pasir dan batu supaya dapat dilewati warga. Sebab, sejak dam terputus, setidaknya ada 3 RT yang dihuni warga sekitar 125 KK di lokasi itu terisolasi. Bahkan, informasinya ada beberapa ibu hamil di sana yang terisolasi.

Ida, warga setempat, mengatakan, meskipun dam itu hanya selebar 4 meter, tetapi merupakan satu-satunya akses yang selalu digunakan warga Dusun Sumberlangsep. Baik itu untuk aktivitas lalu lalang sehari-hari, perekonomian, maupun pendidikan. Karenanya, kerusakan itu sangat menghambat kegiatan warga.

“Banjir Minggu (02/01) sore kemarin itu sangat besar sejak erupsi Gunung Semeru. Sekarang mulai surut kalau tidak hujan. Sebetulnya warga bisa lewat jembatan itu kalau misalkan alirannya surut. Tapi, hanya jalan kaki, (mengendarai, Red) motor pun kadang membahayakan. Tetapi, kalau banjir itu sulit, karena alirannya juga membawa batu dan kerikil,” katanya.

Koordinator lapangan BBWSB Nur Afandi mengatakan, saat ini petugas perlahan mulai menata jalan setapak untuk akses warga. Sekalipun fungsinya cukup vital, pembangunan akses jalan darurat tetap mempertimbangkan cuaca, kondisi aliran lahar, serta keselamatan petugas.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Terputusnya dam di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, membuat ratusan warga setempat terisolasi. Padahal, dam tersebut biasanya digunakan untuk akses warga. Kemarin, beberapa petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) akhirnya mulai memperbaiki dengan membangunkan akses jalan darurat sementara.

Sejak pagi, satu alat berat diterjunkan di aliran lahar Gunung Semeru. Alat itu tampak meratakan material tumpukan pasir dan batu supaya dapat dilewati warga. Sebab, sejak dam terputus, setidaknya ada 3 RT yang dihuni warga sekitar 125 KK di lokasi itu terisolasi. Bahkan, informasinya ada beberapa ibu hamil di sana yang terisolasi.

Ida, warga setempat, mengatakan, meskipun dam itu hanya selebar 4 meter, tetapi merupakan satu-satunya akses yang selalu digunakan warga Dusun Sumberlangsep. Baik itu untuk aktivitas lalu lalang sehari-hari, perekonomian, maupun pendidikan. Karenanya, kerusakan itu sangat menghambat kegiatan warga.

“Banjir Minggu (02/01) sore kemarin itu sangat besar sejak erupsi Gunung Semeru. Sekarang mulai surut kalau tidak hujan. Sebetulnya warga bisa lewat jembatan itu kalau misalkan alirannya surut. Tapi, hanya jalan kaki, (mengendarai, Red) motor pun kadang membahayakan. Tetapi, kalau banjir itu sulit, karena alirannya juga membawa batu dan kerikil,” katanya.

Koordinator lapangan BBWSB Nur Afandi mengatakan, saat ini petugas perlahan mulai menata jalan setapak untuk akses warga. Sekalipun fungsinya cukup vital, pembangunan akses jalan darurat tetap mempertimbangkan cuaca, kondisi aliran lahar, serta keselamatan petugas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/