alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Terjunkan Alat Berat Buka Jalan

Butuh Pemantauan Udara Pakai Helikopter

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan rintik-rintik membuat awan panas guguran (APG) yang menyelimuti Dusun Curahkobokan menjadi lumpur. Akibatnya, akses kendaraan untuk melakukan evakuasi warga terkendala. Untuk membuka akses jalan itu, Pemkab Lumajang menerjunkan alat berat.

Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, evakuasi terus berjalan. Saat ini petugas masih kesulitan menuju pemukiman yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Curah Kobokan.

“Kami harus menerjunkan alat berat untuk membuka jalan, karena aksesnya sulit. Abu sudah menjadi lumpur, kendaraan apapun sulit masuk. Padahal ada banyak warga yang masih butuh kepastian untuk segera kami selamatkan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, ada banyak warga yang mengungsi di beberapa titik di Kecamatan Candipuro. Pertama di rumah penduduk di Desa Sumbermujur, Kantor Desa Penanggal dan beberapa titik lainnya yang dianggap aman. Terlihat beberapa warga panik mencari keluarganya yang hilang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan rintik-rintik membuat awan panas guguran (APG) yang menyelimuti Dusun Curahkobokan menjadi lumpur. Akibatnya, akses kendaraan untuk melakukan evakuasi warga terkendala. Untuk membuka akses jalan itu, Pemkab Lumajang menerjunkan alat berat.

Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, evakuasi terus berjalan. Saat ini petugas masih kesulitan menuju pemukiman yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Curah Kobokan.

“Kami harus menerjunkan alat berat untuk membuka jalan, karena aksesnya sulit. Abu sudah menjadi lumpur, kendaraan apapun sulit masuk. Padahal ada banyak warga yang masih butuh kepastian untuk segera kami selamatkan,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, ada banyak warga yang mengungsi di beberapa titik di Kecamatan Candipuro. Pertama di rumah penduduk di Desa Sumbermujur, Kantor Desa Penanggal dan beberapa titik lainnya yang dianggap aman. Terlihat beberapa warga panik mencari keluarganya yang hilang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan rintik-rintik membuat awan panas guguran (APG) yang menyelimuti Dusun Curahkobokan menjadi lumpur. Akibatnya, akses kendaraan untuk melakukan evakuasi warga terkendala. Untuk membuka akses jalan itu, Pemkab Lumajang menerjunkan alat berat.

Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, evakuasi terus berjalan. Saat ini petugas masih kesulitan menuju pemukiman yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Curah Kobokan.

“Kami harus menerjunkan alat berat untuk membuka jalan, karena aksesnya sulit. Abu sudah menjadi lumpur, kendaraan apapun sulit masuk. Padahal ada banyak warga yang masih butuh kepastian untuk segera kami selamatkan,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, ada banyak warga yang mengungsi di beberapa titik di Kecamatan Candipuro. Pertama di rumah penduduk di Desa Sumbermujur, Kantor Desa Penanggal dan beberapa titik lainnya yang dianggap aman. Terlihat beberapa warga panik mencari keluarganya yang hilang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/