alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jalan Tambang Ditutup, Sopir Truk Mulai Mengeluh

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa waktu lalu, Pemkab Lumajang telah mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat dalam pertambangan pasir untuk membahas jalan tambang. Baik itu asosiasi penambang, paguyuban sopir, maupun beberapa perwakilan lainnya. Jalan yang ditutup lantaran perbaikan itu mulai dikeluhkan.

“Mohon maaf, Pak Bupati, jalan tambang belum disediakan, tapi kok jalan ditutupi, Pak Bupati? Apakah pekerjaan kami sebagai sopir truk dan penambang pasir itu haram? Kami juga butuh kebijakan, jangan sepihak. Kami butuh penghasilan, untuk bayar bulanan truk kami,” tulis akun Bledek Siluman dalam salah satu grup Lumajang.

Penutupan jalan itu memang simalakama. Ada dua sisi yang harus diperhatikan. Pertama adalah warga yang tinggal di sekitar jalan yang rusak akibat lalu lalang armada truk, dan ada sopir truk yang menggantungkan pendapatan tunggalnya berasal dari pertambangan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa waktu lalu, Pemkab Lumajang telah mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat dalam pertambangan pasir untuk membahas jalan tambang. Baik itu asosiasi penambang, paguyuban sopir, maupun beberapa perwakilan lainnya. Jalan yang ditutup lantaran perbaikan itu mulai dikeluhkan.

“Mohon maaf, Pak Bupati, jalan tambang belum disediakan, tapi kok jalan ditutupi, Pak Bupati? Apakah pekerjaan kami sebagai sopir truk dan penambang pasir itu haram? Kami juga butuh kebijakan, jangan sepihak. Kami butuh penghasilan, untuk bayar bulanan truk kami,” tulis akun Bledek Siluman dalam salah satu grup Lumajang.

Penutupan jalan itu memang simalakama. Ada dua sisi yang harus diperhatikan. Pertama adalah warga yang tinggal di sekitar jalan yang rusak akibat lalu lalang armada truk, dan ada sopir truk yang menggantungkan pendapatan tunggalnya berasal dari pertambangan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa waktu lalu, Pemkab Lumajang telah mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat dalam pertambangan pasir untuk membahas jalan tambang. Baik itu asosiasi penambang, paguyuban sopir, maupun beberapa perwakilan lainnya. Jalan yang ditutup lantaran perbaikan itu mulai dikeluhkan.

“Mohon maaf, Pak Bupati, jalan tambang belum disediakan, tapi kok jalan ditutupi, Pak Bupati? Apakah pekerjaan kami sebagai sopir truk dan penambang pasir itu haram? Kami juga butuh kebijakan, jangan sepihak. Kami butuh penghasilan, untuk bayar bulanan truk kami,” tulis akun Bledek Siluman dalam salah satu grup Lumajang.

Penutupan jalan itu memang simalakama. Ada dua sisi yang harus diperhatikan. Pertama adalah warga yang tinggal di sekitar jalan yang rusak akibat lalu lalang armada truk, dan ada sopir truk yang menggantungkan pendapatan tunggalnya berasal dari pertambangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/