alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Dampak Perbaikan Jembatan Laban di Labruk Lor Lumajang

Rekayasa lalu lintas selama pengerjaan Jembatan Laban, Labruk Lor, dibagi menjadi dua jalur alternatif. Hal ini bisa berdampak padatnya lalu lintas di jalan kabupaten. Oleh karena itu, masyarakat diminta legawa. Lalu, apakah perbaikan ini akan memunculkan masalah baru?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perbaikan Jembatan Laban, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, tidak hanya rencana. Hari ini, jembatan yang cukup sering berlubang tersebut dilakukan preservasi. Oleh sebab itu, selama pengerjaan, kendaraan tidak diperkenankan melintas. Praktis, kendaraan akan dialihkan ke jalan alternatif lainnya.

Rencananya, perbaikan jembatan yang terletak di jalan nasional tersebut dikerjakan selama dua pekan. Jembatan dan sejumlah titik ruas jalan akan ditutup. Karenanya, kendaraan bisa melintas di dua jalur alternatif yang telah ditentukan.

Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, koordinasi antarpihak sudah dilakukan. Baik instansi terkait maupun masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemacetan jalan dan memastikan arus lalu lintas di jalur alternatif berjalan lancar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sesuai rencana, kami akan rehabilitasi jembatan yang rusak. Fokusnya pada penggantian pelat rusak yang ada di tengah jembatan. Rekanan menyampaikan, pembongkaran itu selama 1×24 jam. Sementara, perbaikannya akan dikerjakan 24 jam penuh. Dengan catatan tetap melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Akibat perbaikan ini, jalan di sekitar jembatan akan ditutup total. Dia meminta agar masyarakat sekitar legawa jika jalan kabupaten atau desa semakin ramai. Sebab, jalur tersebut akan dilalui banyak kendaraan pribadi maupun MPU. “Kami sudah sosialisasikan hal ini ke masyarakat. Pasti jalan akan ramai. Bagi kami, hal itu lumrah. Harapannya, sebelum dua pekan jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa dilalui kendaraan kembali,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perbaikan Jembatan Laban, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, tidak hanya rencana. Hari ini, jembatan yang cukup sering berlubang tersebut dilakukan preservasi. Oleh sebab itu, selama pengerjaan, kendaraan tidak diperkenankan melintas. Praktis, kendaraan akan dialihkan ke jalan alternatif lainnya.

Rencananya, perbaikan jembatan yang terletak di jalan nasional tersebut dikerjakan selama dua pekan. Jembatan dan sejumlah titik ruas jalan akan ditutup. Karenanya, kendaraan bisa melintas di dua jalur alternatif yang telah ditentukan.

Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, koordinasi antarpihak sudah dilakukan. Baik instansi terkait maupun masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemacetan jalan dan memastikan arus lalu lintas di jalur alternatif berjalan lancar.

“Sesuai rencana, kami akan rehabilitasi jembatan yang rusak. Fokusnya pada penggantian pelat rusak yang ada di tengah jembatan. Rekanan menyampaikan, pembongkaran itu selama 1×24 jam. Sementara, perbaikannya akan dikerjakan 24 jam penuh. Dengan catatan tetap melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Akibat perbaikan ini, jalan di sekitar jembatan akan ditutup total. Dia meminta agar masyarakat sekitar legawa jika jalan kabupaten atau desa semakin ramai. Sebab, jalur tersebut akan dilalui banyak kendaraan pribadi maupun MPU. “Kami sudah sosialisasikan hal ini ke masyarakat. Pasti jalan akan ramai. Bagi kami, hal itu lumrah. Harapannya, sebelum dua pekan jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa dilalui kendaraan kembali,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perbaikan Jembatan Laban, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, tidak hanya rencana. Hari ini, jembatan yang cukup sering berlubang tersebut dilakukan preservasi. Oleh sebab itu, selama pengerjaan, kendaraan tidak diperkenankan melintas. Praktis, kendaraan akan dialihkan ke jalan alternatif lainnya.

Rencananya, perbaikan jembatan yang terletak di jalan nasional tersebut dikerjakan selama dua pekan. Jembatan dan sejumlah titik ruas jalan akan ditutup. Karenanya, kendaraan bisa melintas di dua jalur alternatif yang telah ditentukan.

Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, koordinasi antarpihak sudah dilakukan. Baik instansi terkait maupun masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemacetan jalan dan memastikan arus lalu lintas di jalur alternatif berjalan lancar.

“Sesuai rencana, kami akan rehabilitasi jembatan yang rusak. Fokusnya pada penggantian pelat rusak yang ada di tengah jembatan. Rekanan menyampaikan, pembongkaran itu selama 1×24 jam. Sementara, perbaikannya akan dikerjakan 24 jam penuh. Dengan catatan tetap melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Akibat perbaikan ini, jalan di sekitar jembatan akan ditutup total. Dia meminta agar masyarakat sekitar legawa jika jalan kabupaten atau desa semakin ramai. Sebab, jalur tersebut akan dilalui banyak kendaraan pribadi maupun MPU. “Kami sudah sosialisasikan hal ini ke masyarakat. Pasti jalan akan ramai. Bagi kami, hal itu lumrah. Harapannya, sebelum dua pekan jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa dilalui kendaraan kembali,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/