alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Angkutan Berat di Lumajang Mulai Diperketat  

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perizinan skema rekayasa lalu lintas tersebut cukup alot. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Lumajang mengusulkan tiga opsi. Namun, hanya satu opsi yang diizinkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Kabid Lalu Lintas Dishub Lumajang Irfan Timbul mengungkapkan, skema yang telah disepakati itu langsung disosialisasikan kepada masyarakat sejak kemarin. Khususnya kepada para pemilik usaha dan sopir angkutan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyosialisasikannya secara tertulis.

Dia menegaskan, kendaraan berat wajib melintas di jalur alternatif yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pihaknya akan fokus di titik keluar masuk. “Kalau dari Malang selatan, tidak ada muatan yang lebih dari delapan ton. Sedangkan, jika dari Candipuro dan Pasirian dimungkinkan ada. Meski demikian, muatan harus disesuaikan maksimal delapan ton. Termasuk juga truk gandeng. Ya, langsung dilepas saja gandengannya,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Perhubungan Nugraha Yudha M berharap, selama perbaikan pelat Jembatan Laban KM.17++250 tersebut, masyarakat hingga pemilik usaha bisa bersinergi bersama. Oleh karena itu, pengawasan dan pengamanan lalu lintas bagi kendaraan berat bakal diperketat. “Kami mohon kepada para pengusaha untuk menaati ini. Karena ini juga untuk kepentingan kita bersama,” harapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perizinan skema rekayasa lalu lintas tersebut cukup alot. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Lumajang mengusulkan tiga opsi. Namun, hanya satu opsi yang diizinkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Kabid Lalu Lintas Dishub Lumajang Irfan Timbul mengungkapkan, skema yang telah disepakati itu langsung disosialisasikan kepada masyarakat sejak kemarin. Khususnya kepada para pemilik usaha dan sopir angkutan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyosialisasikannya secara tertulis.

Dia menegaskan, kendaraan berat wajib melintas di jalur alternatif yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pihaknya akan fokus di titik keluar masuk. “Kalau dari Malang selatan, tidak ada muatan yang lebih dari delapan ton. Sedangkan, jika dari Candipuro dan Pasirian dimungkinkan ada. Meski demikian, muatan harus disesuaikan maksimal delapan ton. Termasuk juga truk gandeng. Ya, langsung dilepas saja gandengannya,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Nugraha Yudha M berharap, selama perbaikan pelat Jembatan Laban KM.17++250 tersebut, masyarakat hingga pemilik usaha bisa bersinergi bersama. Oleh karena itu, pengawasan dan pengamanan lalu lintas bagi kendaraan berat bakal diperketat. “Kami mohon kepada para pengusaha untuk menaati ini. Karena ini juga untuk kepentingan kita bersama,” harapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perizinan skema rekayasa lalu lintas tersebut cukup alot. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Lumajang mengusulkan tiga opsi. Namun, hanya satu opsi yang diizinkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Kabid Lalu Lintas Dishub Lumajang Irfan Timbul mengungkapkan, skema yang telah disepakati itu langsung disosialisasikan kepada masyarakat sejak kemarin. Khususnya kepada para pemilik usaha dan sopir angkutan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyosialisasikannya secara tertulis.

Dia menegaskan, kendaraan berat wajib melintas di jalur alternatif yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pihaknya akan fokus di titik keluar masuk. “Kalau dari Malang selatan, tidak ada muatan yang lebih dari delapan ton. Sedangkan, jika dari Candipuro dan Pasirian dimungkinkan ada. Meski demikian, muatan harus disesuaikan maksimal delapan ton. Termasuk juga truk gandeng. Ya, langsung dilepas saja gandengannya,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Nugraha Yudha M berharap, selama perbaikan pelat Jembatan Laban KM.17++250 tersebut, masyarakat hingga pemilik usaha bisa bersinergi bersama. Oleh karena itu, pengawasan dan pengamanan lalu lintas bagi kendaraan berat bakal diperketat. “Kami mohon kepada para pengusaha untuk menaati ini. Karena ini juga untuk kepentingan kita bersama,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/