alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Minta Lakukan Mitigasi Bencana secara Detail

Pengungsi Banyak Kembali Pulang ke Rumah Masing-Masing

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun sisa debu vulkanis masih mengendap di aliran Sungai Besuk Curah Kobokan, warga Desa  Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bertahan. Mereka mengungsi hanya ketika menjelang malam. Itu pun tidak semuanya.

Untuk mengurangi dampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, kemarin. Mereka memastikan inventarisasi mitigasi bencana sudah dilakukan.

Diakui, beberapa titik lokasi pengungsian jarang didapati warga. Kebanyakan mereka memilih pulang menempati rumah masing-masing. Padahal lahar susulan masih mengancam. Bukan lahar panas saja, melainkan banjir lahar dingin yang diakibatkan guyuran hujan pada endapan debu tersebut masih perlu diantisipasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Samsul Arifin, Sekretaris Desa Sumberwuluh, mengatakan, warga desanya nekat meninggalkan lokasi pengungsian, kemarin malam. Mereka kembali ke rumah masing-masing meskipun debu vulkanis masih mengendap tebal. Untuk mengantisipasi bencana susulan, pihaknya melakukan pemetaan evakuasi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun sisa debu vulkanis masih mengendap di aliran Sungai Besuk Curah Kobokan, warga Desa  Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bertahan. Mereka mengungsi hanya ketika menjelang malam. Itu pun tidak semuanya.

Untuk mengurangi dampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, kemarin. Mereka memastikan inventarisasi mitigasi bencana sudah dilakukan.

Diakui, beberapa titik lokasi pengungsian jarang didapati warga. Kebanyakan mereka memilih pulang menempati rumah masing-masing. Padahal lahar susulan masih mengancam. Bukan lahar panas saja, melainkan banjir lahar dingin yang diakibatkan guyuran hujan pada endapan debu tersebut masih perlu diantisipasi.

Samsul Arifin, Sekretaris Desa Sumberwuluh, mengatakan, warga desanya nekat meninggalkan lokasi pengungsian, kemarin malam. Mereka kembali ke rumah masing-masing meskipun debu vulkanis masih mengendap tebal. Untuk mengantisipasi bencana susulan, pihaknya melakukan pemetaan evakuasi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun sisa debu vulkanis masih mengendap di aliran Sungai Besuk Curah Kobokan, warga Desa  Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bertahan. Mereka mengungsi hanya ketika menjelang malam. Itu pun tidak semuanya.

Untuk mengurangi dampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, kemarin. Mereka memastikan inventarisasi mitigasi bencana sudah dilakukan.

Diakui, beberapa titik lokasi pengungsian jarang didapati warga. Kebanyakan mereka memilih pulang menempati rumah masing-masing. Padahal lahar susulan masih mengancam. Bukan lahar panas saja, melainkan banjir lahar dingin yang diakibatkan guyuran hujan pada endapan debu tersebut masih perlu diantisipasi.

Samsul Arifin, Sekretaris Desa Sumberwuluh, mengatakan, warga desanya nekat meninggalkan lokasi pengungsian, kemarin malam. Mereka kembali ke rumah masing-masing meskipun debu vulkanis masih mengendap tebal. Untuk mengantisipasi bencana susulan, pihaknya melakukan pemetaan evakuasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Tampil Memukau di Babak Final

Wajib Pantau Rekanan Lelet

Unmuh Jember Tundukkan Tuan Rumah 

Belum Tentukan Arah Koalisi

/