alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Pabrik Kulit Sumberanyar Ditutup

Diberi Waktu 20 Hari untuk Menghabiskan Bahan Baku

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa pegawai serta pemilik usaha pengolahan kulit tampak lesu ketika didatangi petugas Satpol PP Lumajang. Sebab, usaha yang berjalanan beberapa tahun itu terpaksa ditutup permanen lantaran banyak pengaduan warga sekitar. Tetapi penutupan yang dilakukan masih menunggu bahan baku habis.

Mulanya usaha kulit yang berjalan enam tahunan ini tidak bermasalah bagi lingkungan sekitar. Namun, karena semakin maju pesat serta omzetnya makin besar, izin usaha tidak segera dilengkapi. Termasuk izin lingkungan yang menyebabkan limbah kulit berupa air dan bau busuk yang cukup menyengat. Praktis, aparat bertindak tegas.

Anwar, owner pabrik kulit, meminta agar penutupan tidak dilakukan secara langsung. Menunggu bahan baku yang masih tersedia habis terjual. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama, baunya bakal semakin tak karuan. “Jangan ditutup langsung, saya mohon agar kulit yang masih tersedia bisa dihabiskan dulu,” ucapnya

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa pegawai serta pemilik usaha pengolahan kulit tampak lesu ketika didatangi petugas Satpol PP Lumajang. Sebab, usaha yang berjalanan beberapa tahun itu terpaksa ditutup permanen lantaran banyak pengaduan warga sekitar. Tetapi penutupan yang dilakukan masih menunggu bahan baku habis.

Mulanya usaha kulit yang berjalan enam tahunan ini tidak bermasalah bagi lingkungan sekitar. Namun, karena semakin maju pesat serta omzetnya makin besar, izin usaha tidak segera dilengkapi. Termasuk izin lingkungan yang menyebabkan limbah kulit berupa air dan bau busuk yang cukup menyengat. Praktis, aparat bertindak tegas.

Anwar, owner pabrik kulit, meminta agar penutupan tidak dilakukan secara langsung. Menunggu bahan baku yang masih tersedia habis terjual. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama, baunya bakal semakin tak karuan. “Jangan ditutup langsung, saya mohon agar kulit yang masih tersedia bisa dihabiskan dulu,” ucapnya

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa pegawai serta pemilik usaha pengolahan kulit tampak lesu ketika didatangi petugas Satpol PP Lumajang. Sebab, usaha yang berjalanan beberapa tahun itu terpaksa ditutup permanen lantaran banyak pengaduan warga sekitar. Tetapi penutupan yang dilakukan masih menunggu bahan baku habis.

Mulanya usaha kulit yang berjalan enam tahunan ini tidak bermasalah bagi lingkungan sekitar. Namun, karena semakin maju pesat serta omzetnya makin besar, izin usaha tidak segera dilengkapi. Termasuk izin lingkungan yang menyebabkan limbah kulit berupa air dan bau busuk yang cukup menyengat. Praktis, aparat bertindak tegas.

Anwar, owner pabrik kulit, meminta agar penutupan tidak dilakukan secara langsung. Menunggu bahan baku yang masih tersedia habis terjual. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama, baunya bakal semakin tak karuan. “Jangan ditutup langsung, saya mohon agar kulit yang masih tersedia bisa dihabiskan dulu,” ucapnya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/