alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Stok Plasma Aman, tapi Kebutuhan Kian Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tingginya angka kasus positif Covid-19 di Lumajang berdampak pada kebutuhan plasma konvalesen (PK). Semakin hari, permintaan terus bertambah. Meski demikian, stok PK tersebut masih aman. Sebab, setelah mendapat PK, Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Lumajang langsung menyalurkan ke pasien.

Meskipun aman, sejumlah keluarga pasien terpapar di rumah sakit ketar-ketir. Sebab, mereka beranggapan kondisi pasien bisa memburuk jika tidak mendapatkan donor plasma tersebut. Bahkan, mereka mendesak PMI untuk mendonorkan PK ke anggota keluarganya. Namun, jumlah pendonor masih sangat minim. Karenanya, PMI Lumajang berhati-hati mendonorkan PK tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, pendonor plasma kian meningkat. Namun, jumlahnya masih belum banyak. Beberapa hari lalu, UTD PMI Lumajang berinisiatif menjemput bola. Artinya, mereka datang ke sejumlah penyintas dan instansi. “Saya dan teman-teman datang ke Lumajang untuk donor secara sukarela. Ini inisiatif dari tim PMI Lumajang. Semoga bisa membantu pasien yang terpapar,” kata Suryo, salah satu pendonor asal Banyuwangi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia bersama puluhan temannya datang bertahap. Sebab, mereka mengikuti pendataan dan lolos screening. “Ada 27 pegawai BRI Banyuwangi yang didata. Tetapi, tiga orang tidak lolos. Jadi, hanya 24 saja. Kami berangkat bertahap. Hari ini (kemarin, Red) ada lima orang lagi yang ikut donor,” tambahnya.

Sementara itu, Anis Mufaridah, Manajer Kualitas PMI Lumajang, menjelaskan, pendonor masih minim. Akan tetapi, setiap permintaan plasma bisa dipenuhi. Apalagi, dua alat donor PK yang ada di kantornya mempercepat kebutuhan PK di Lumajang.

“Satu alat itu kami pinjam pakai dari RS. Kalau inden masih ada. Sehingga, setelah dapat plasma, kami langsung donorkan ke pasien. Fokus hanya pasien Lumajang saja. Sedangkan dari luar, kami tidak menerima permintaan. Tetapi, jika ada dari luar dan hendak didonorkan ke luar, tetap kami layani,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tingginya angka kasus positif Covid-19 di Lumajang berdampak pada kebutuhan plasma konvalesen (PK). Semakin hari, permintaan terus bertambah. Meski demikian, stok PK tersebut masih aman. Sebab, setelah mendapat PK, Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Lumajang langsung menyalurkan ke pasien.

Meskipun aman, sejumlah keluarga pasien terpapar di rumah sakit ketar-ketir. Sebab, mereka beranggapan kondisi pasien bisa memburuk jika tidak mendapatkan donor plasma tersebut. Bahkan, mereka mendesak PMI untuk mendonorkan PK ke anggota keluarganya. Namun, jumlah pendonor masih sangat minim. Karenanya, PMI Lumajang berhati-hati mendonorkan PK tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, pendonor plasma kian meningkat. Namun, jumlahnya masih belum banyak. Beberapa hari lalu, UTD PMI Lumajang berinisiatif menjemput bola. Artinya, mereka datang ke sejumlah penyintas dan instansi. “Saya dan teman-teman datang ke Lumajang untuk donor secara sukarela. Ini inisiatif dari tim PMI Lumajang. Semoga bisa membantu pasien yang terpapar,” kata Suryo, salah satu pendonor asal Banyuwangi.

Dia bersama puluhan temannya datang bertahap. Sebab, mereka mengikuti pendataan dan lolos screening. “Ada 27 pegawai BRI Banyuwangi yang didata. Tetapi, tiga orang tidak lolos. Jadi, hanya 24 saja. Kami berangkat bertahap. Hari ini (kemarin, Red) ada lima orang lagi yang ikut donor,” tambahnya.

Sementara itu, Anis Mufaridah, Manajer Kualitas PMI Lumajang, menjelaskan, pendonor masih minim. Akan tetapi, setiap permintaan plasma bisa dipenuhi. Apalagi, dua alat donor PK yang ada di kantornya mempercepat kebutuhan PK di Lumajang.

“Satu alat itu kami pinjam pakai dari RS. Kalau inden masih ada. Sehingga, setelah dapat plasma, kami langsung donorkan ke pasien. Fokus hanya pasien Lumajang saja. Sedangkan dari luar, kami tidak menerima permintaan. Tetapi, jika ada dari luar dan hendak didonorkan ke luar, tetap kami layani,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tingginya angka kasus positif Covid-19 di Lumajang berdampak pada kebutuhan plasma konvalesen (PK). Semakin hari, permintaan terus bertambah. Meski demikian, stok PK tersebut masih aman. Sebab, setelah mendapat PK, Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Lumajang langsung menyalurkan ke pasien.

Meskipun aman, sejumlah keluarga pasien terpapar di rumah sakit ketar-ketir. Sebab, mereka beranggapan kondisi pasien bisa memburuk jika tidak mendapatkan donor plasma tersebut. Bahkan, mereka mendesak PMI untuk mendonorkan PK ke anggota keluarganya. Namun, jumlah pendonor masih sangat minim. Karenanya, PMI Lumajang berhati-hati mendonorkan PK tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, pendonor plasma kian meningkat. Namun, jumlahnya masih belum banyak. Beberapa hari lalu, UTD PMI Lumajang berinisiatif menjemput bola. Artinya, mereka datang ke sejumlah penyintas dan instansi. “Saya dan teman-teman datang ke Lumajang untuk donor secara sukarela. Ini inisiatif dari tim PMI Lumajang. Semoga bisa membantu pasien yang terpapar,” kata Suryo, salah satu pendonor asal Banyuwangi.

Dia bersama puluhan temannya datang bertahap. Sebab, mereka mengikuti pendataan dan lolos screening. “Ada 27 pegawai BRI Banyuwangi yang didata. Tetapi, tiga orang tidak lolos. Jadi, hanya 24 saja. Kami berangkat bertahap. Hari ini (kemarin, Red) ada lima orang lagi yang ikut donor,” tambahnya.

Sementara itu, Anis Mufaridah, Manajer Kualitas PMI Lumajang, menjelaskan, pendonor masih minim. Akan tetapi, setiap permintaan plasma bisa dipenuhi. Apalagi, dua alat donor PK yang ada di kantornya mempercepat kebutuhan PK di Lumajang.

“Satu alat itu kami pinjam pakai dari RS. Kalau inden masih ada. Sehingga, setelah dapat plasma, kami langsung donorkan ke pasien. Fokus hanya pasien Lumajang saja. Sedangkan dari luar, kami tidak menerima permintaan. Tetapi, jika ada dari luar dan hendak didonorkan ke luar, tetap kami layani,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/