alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Periksa Lima Saksi Penganiayaan Santri

DIUSUT: Korban dugaan penganiayaan di Pondok Pesantren Salafiyah Gubug Al-Munir ketika mendapatkan perawatan. Aksi ini mulai ditindaklanjuti oleh Polres Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penganiayaan yang menimpa seorang santri Pondok Pesantren Salafiyah Gubug Al-Munir langsung diusut. Kali ini, pihak kepolisian terus mendalami masalah tersebut untuk membuktikan kebenarannya. Bahkan, beberapa saksi kejadian telah diperiksa.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada lima saksi yang diperiksa dalam perkara tersebut. Termasuk kiai atau pengasuh pondok pesantren tersebut. Bahkan, beberapa teman korban yang juga mengalami aksi penamparan juga telah diperiksa, beberapa waktu lalu.

Sebelum sampai pada jalur hukum, pihak keluarga sempat berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, karena dianggap terlalu berlarut lama dan dianggap tidak bisa memberikan win-win solution, keluarga memutuskan menempuh jalur hukum supaya oknum pengasuh itu dapat hukuman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kiai H. Misbahul Munir mengaku pasrah jika kasus itu sampai ke jalur hukum. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan selama ini dianggap benar. Sebab, salah satu bentuk mendidik santri adalah memberikan hukuman jika melanggar. “Saya juga dengar laporannya, wong saya juga sudah diperiksa, kemarin,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan pihaknya telah menerima aduan kasus tersebut. Dari laporan tersebut, sejauh ini polisi masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penganiayaan yang menimpa seorang santri Pondok Pesantren Salafiyah Gubug Al-Munir langsung diusut. Kali ini, pihak kepolisian terus mendalami masalah tersebut untuk membuktikan kebenarannya. Bahkan, beberapa saksi kejadian telah diperiksa.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada lima saksi yang diperiksa dalam perkara tersebut. Termasuk kiai atau pengasuh pondok pesantren tersebut. Bahkan, beberapa teman korban yang juga mengalami aksi penamparan juga telah diperiksa, beberapa waktu lalu.

Sebelum sampai pada jalur hukum, pihak keluarga sempat berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, karena dianggap terlalu berlarut lama dan dianggap tidak bisa memberikan win-win solution, keluarga memutuskan menempuh jalur hukum supaya oknum pengasuh itu dapat hukuman.

Kiai H. Misbahul Munir mengaku pasrah jika kasus itu sampai ke jalur hukum. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan selama ini dianggap benar. Sebab, salah satu bentuk mendidik santri adalah memberikan hukuman jika melanggar. “Saya juga dengar laporannya, wong saya juga sudah diperiksa, kemarin,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan pihaknya telah menerima aduan kasus tersebut. Dari laporan tersebut, sejauh ini polisi masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penganiayaan yang menimpa seorang santri Pondok Pesantren Salafiyah Gubug Al-Munir langsung diusut. Kali ini, pihak kepolisian terus mendalami masalah tersebut untuk membuktikan kebenarannya. Bahkan, beberapa saksi kejadian telah diperiksa.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, setidaknya ada lima saksi yang diperiksa dalam perkara tersebut. Termasuk kiai atau pengasuh pondok pesantren tersebut. Bahkan, beberapa teman korban yang juga mengalami aksi penamparan juga telah diperiksa, beberapa waktu lalu.

Sebelum sampai pada jalur hukum, pihak keluarga sempat berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, karena dianggap terlalu berlarut lama dan dianggap tidak bisa memberikan win-win solution, keluarga memutuskan menempuh jalur hukum supaya oknum pengasuh itu dapat hukuman.

Kiai H. Misbahul Munir mengaku pasrah jika kasus itu sampai ke jalur hukum. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan selama ini dianggap benar. Sebab, salah satu bentuk mendidik santri adalah memberikan hukuman jika melanggar. “Saya juga dengar laporannya, wong saya juga sudah diperiksa, kemarin,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan pihaknya telah menerima aduan kasus tersebut. Dari laporan tersebut, sejauh ini polisi masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/