alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Hindari Risiko Fatal Kematian, Atlet Sepeda Pilih Latihan Tanpa Masker

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level empat berimbas pada sejumlah kegiatan. Salah satunya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) balap sepeda Jawa Timur. Rencananya, kejuaraan rutin tersebut diadakan akhir bulan lalu di Lumajang. Namun, akhirnya terpaksa ditunda.

Balap sepeda merupakan salah satu cabang olahraga prioritas Kabupaten Lumajang dalam ajang Porprov VII Jatim. Oleh sebab itu, Kejurprov balap sepeda menjadi salah satu alat ukur guna melihat kemampuan atlet. Meski diundur, atlet tetap latihan. Menariknya, mereka latihan tanpa mengenakan masker. Hal tersebut bukan untuk melanggar protokol kesehatan (prokes) selama pandemi. Melainkan menjaga agar kesehatan atlet tidak terganggu.

“Kami tetap latihan. Tetapi, jadwal setiap nomor pertandingan berbeda-beda. Latihan pagi dan sore. Nah, selama latihan, atlet tidak boleh mengenakan masker. Karena risikonya sangat berbahaya. Bahkan bisa menghilangkan nyawa,” kata Ashuri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, melepaskan masker merupakan bagian dari menjaga daya tahan tubuh atlet. Sebab, olahraga balap sepeda selalu membutuhkan kekuatan yang besar. Paling penting adalah pengaturan napas atlet. Karena itu, jika dalam bernapas terhalang masker, atlet bisa cedera fatal. Mulai dari sesak napas hingga kematian.

Oleh karena itu, pihaknya tidak menyarankan atlet mengenakan masker selama latihan. Tetapi, jika dalam keadaan briefing atau istirahat dan berkumpul, pihaknya selalu mengingatkan memakai masker. “Jadi, hanya melepas masker saat latihan saja. Karena ketika atlet mengayuh, kayuhan itu akan cepat. Otomatis, tenaga dan oksigen yang dibutuhkan lebih banyak,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level empat berimbas pada sejumlah kegiatan. Salah satunya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) balap sepeda Jawa Timur. Rencananya, kejuaraan rutin tersebut diadakan akhir bulan lalu di Lumajang. Namun, akhirnya terpaksa ditunda.

Balap sepeda merupakan salah satu cabang olahraga prioritas Kabupaten Lumajang dalam ajang Porprov VII Jatim. Oleh sebab itu, Kejurprov balap sepeda menjadi salah satu alat ukur guna melihat kemampuan atlet. Meski diundur, atlet tetap latihan. Menariknya, mereka latihan tanpa mengenakan masker. Hal tersebut bukan untuk melanggar protokol kesehatan (prokes) selama pandemi. Melainkan menjaga agar kesehatan atlet tidak terganggu.

“Kami tetap latihan. Tetapi, jadwal setiap nomor pertandingan berbeda-beda. Latihan pagi dan sore. Nah, selama latihan, atlet tidak boleh mengenakan masker. Karena risikonya sangat berbahaya. Bahkan bisa menghilangkan nyawa,” kata Ashuri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lumajang.

Dia mengungkapkan, melepaskan masker merupakan bagian dari menjaga daya tahan tubuh atlet. Sebab, olahraga balap sepeda selalu membutuhkan kekuatan yang besar. Paling penting adalah pengaturan napas atlet. Karena itu, jika dalam bernapas terhalang masker, atlet bisa cedera fatal. Mulai dari sesak napas hingga kematian.

Oleh karena itu, pihaknya tidak menyarankan atlet mengenakan masker selama latihan. Tetapi, jika dalam keadaan briefing atau istirahat dan berkumpul, pihaknya selalu mengingatkan memakai masker. “Jadi, hanya melepas masker saat latihan saja. Karena ketika atlet mengayuh, kayuhan itu akan cepat. Otomatis, tenaga dan oksigen yang dibutuhkan lebih banyak,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level empat berimbas pada sejumlah kegiatan. Salah satunya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) balap sepeda Jawa Timur. Rencananya, kejuaraan rutin tersebut diadakan akhir bulan lalu di Lumajang. Namun, akhirnya terpaksa ditunda.

Balap sepeda merupakan salah satu cabang olahraga prioritas Kabupaten Lumajang dalam ajang Porprov VII Jatim. Oleh sebab itu, Kejurprov balap sepeda menjadi salah satu alat ukur guna melihat kemampuan atlet. Meski diundur, atlet tetap latihan. Menariknya, mereka latihan tanpa mengenakan masker. Hal tersebut bukan untuk melanggar protokol kesehatan (prokes) selama pandemi. Melainkan menjaga agar kesehatan atlet tidak terganggu.

“Kami tetap latihan. Tetapi, jadwal setiap nomor pertandingan berbeda-beda. Latihan pagi dan sore. Nah, selama latihan, atlet tidak boleh mengenakan masker. Karena risikonya sangat berbahaya. Bahkan bisa menghilangkan nyawa,” kata Ashuri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lumajang.

Dia mengungkapkan, melepaskan masker merupakan bagian dari menjaga daya tahan tubuh atlet. Sebab, olahraga balap sepeda selalu membutuhkan kekuatan yang besar. Paling penting adalah pengaturan napas atlet. Karena itu, jika dalam bernapas terhalang masker, atlet bisa cedera fatal. Mulai dari sesak napas hingga kematian.

Oleh karena itu, pihaknya tidak menyarankan atlet mengenakan masker selama latihan. Tetapi, jika dalam keadaan briefing atau istirahat dan berkumpul, pihaknya selalu mengingatkan memakai masker. “Jadi, hanya melepas masker saat latihan saja. Karena ketika atlet mengayuh, kayuhan itu akan cepat. Otomatis, tenaga dan oksigen yang dibutuhkan lebih banyak,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/