alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Dugaan Kecurangan Penjaringan Perangkat Desa Diusut Polres

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan kecurangan dalam penjaringan perangkat desa di Kecamatan Sukodono memasuki babak baru. Kali ini, sejumlah pihak terkait mulai diperiksa Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Lumajang.

Sebelumnya, tepat 13 Juli 2021 lalu, kades bersama perempuan, anak tim pemenangan pilkades, beserta orang tuanya diundang pihak kecamatan untuk klarifikasi. Namun, setelah klarifikasi, tidak ada penindakan lebih lanjut. Bahkan, Inspektorat Lumajang juga belum melakukan pemeriksaan.

Namun, kemarin pihak kepolisian mengundang banyak pihak yang berkaitan dengan penjaringan. Setidaknya ada 7 sampai 9 orang yang diperiksa di Mapolres Lumajang. Kebanyakan berasal dari peserta penjaringan perangkat. Pemeriksaan itu sekaligus mengumpulkan keterangan serta dokumen yang dibutuhkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Khusnul Khotimah, salah satu peserta yang dijanjikan tetapi tidak lolos itu, mengatakan, selama pemeriksaan dia menceritakan kronologi detail bagaimana proses ketika dijanjikan mengisi perangkat. Bahkan, dia juga menunjukkan bukti-bukti pemberian soal beserta kunci jawaban yang diterima.

“Kalau kecamatan kan hanya manggil-manggil saja. Tidak ada kejelasan yang bisa diharapkan. Alhamdulillah, aduan kami ke polisi direspons. Makanya, saya bersama teman-teman yang mendaftar penjaringan kemarin diundang kepolisian untuk memberikan keterangan. Harapannya bisa dipenuhi,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan kecurangan dalam penjaringan perangkat desa di Kecamatan Sukodono memasuki babak baru. Kali ini, sejumlah pihak terkait mulai diperiksa Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Lumajang.

Sebelumnya, tepat 13 Juli 2021 lalu, kades bersama perempuan, anak tim pemenangan pilkades, beserta orang tuanya diundang pihak kecamatan untuk klarifikasi. Namun, setelah klarifikasi, tidak ada penindakan lebih lanjut. Bahkan, Inspektorat Lumajang juga belum melakukan pemeriksaan.

Namun, kemarin pihak kepolisian mengundang banyak pihak yang berkaitan dengan penjaringan. Setidaknya ada 7 sampai 9 orang yang diperiksa di Mapolres Lumajang. Kebanyakan berasal dari peserta penjaringan perangkat. Pemeriksaan itu sekaligus mengumpulkan keterangan serta dokumen yang dibutuhkan.

Khusnul Khotimah, salah satu peserta yang dijanjikan tetapi tidak lolos itu, mengatakan, selama pemeriksaan dia menceritakan kronologi detail bagaimana proses ketika dijanjikan mengisi perangkat. Bahkan, dia juga menunjukkan bukti-bukti pemberian soal beserta kunci jawaban yang diterima.

“Kalau kecamatan kan hanya manggil-manggil saja. Tidak ada kejelasan yang bisa diharapkan. Alhamdulillah, aduan kami ke polisi direspons. Makanya, saya bersama teman-teman yang mendaftar penjaringan kemarin diundang kepolisian untuk memberikan keterangan. Harapannya bisa dipenuhi,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan kecurangan dalam penjaringan perangkat desa di Kecamatan Sukodono memasuki babak baru. Kali ini, sejumlah pihak terkait mulai diperiksa Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Lumajang.

Sebelumnya, tepat 13 Juli 2021 lalu, kades bersama perempuan, anak tim pemenangan pilkades, beserta orang tuanya diundang pihak kecamatan untuk klarifikasi. Namun, setelah klarifikasi, tidak ada penindakan lebih lanjut. Bahkan, Inspektorat Lumajang juga belum melakukan pemeriksaan.

Namun, kemarin pihak kepolisian mengundang banyak pihak yang berkaitan dengan penjaringan. Setidaknya ada 7 sampai 9 orang yang diperiksa di Mapolres Lumajang. Kebanyakan berasal dari peserta penjaringan perangkat. Pemeriksaan itu sekaligus mengumpulkan keterangan serta dokumen yang dibutuhkan.

Khusnul Khotimah, salah satu peserta yang dijanjikan tetapi tidak lolos itu, mengatakan, selama pemeriksaan dia menceritakan kronologi detail bagaimana proses ketika dijanjikan mengisi perangkat. Bahkan, dia juga menunjukkan bukti-bukti pemberian soal beserta kunci jawaban yang diterima.

“Kalau kecamatan kan hanya manggil-manggil saja. Tidak ada kejelasan yang bisa diharapkan. Alhamdulillah, aduan kami ke polisi direspons. Makanya, saya bersama teman-teman yang mendaftar penjaringan kemarin diundang kepolisian untuk memberikan keterangan. Harapannya bisa dipenuhi,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/