alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

12 Hari Sebelum Bebas, Napi Meninggal Dalam Lapas

Terkena Serangan Jantung

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tinggal belasan hari lagi bisa menghirup udara segar di luar, seorang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Lumajang harus menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia setelah melaksanakan makan siang bersama teman-temannya di dalam lapas.

Untuk diketahui, napi itu merupakan seorang Sekretaris Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, yang tertangkap pihak kepolisian sebagai otak komplotan pencurian sapi pada Februari 2021 lalu. Dia diputus hukuman selama kurang lebih 6 bulan. Namun, sebelum tanggal 15 Agustus ini bebas, Agus Wahyu Utomo meninggal.

Kalapas Kelas 2B Lumajang Agus Wahono mengatakan, napi tersebut meninggal karena terserang penyakit jantung. Sempat dilakukan tindakan pertolongan pertama oleh pihak tenaga medis di puskesmas terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Menurutnya, penyakit itu sudah dimiliki sebelum masuk lapas.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Waktu habis makan itu ceritanya, makan sama teman-teman satu kamarnya. Lalu, beberapa menit kemudian kok pingsan, kan gitu. Kemudian, dibawa ke poliklinik. Kami juga panggilkan orang dari puskesmas, ternyata serangan jantung. Dinyatakan meninggal setelah dilakukan resusitasi jantung paru,” katanya.

Padahal, menurutnya, kondisi saat makan itu dalam keadaan sehat. Artinya, tidak sedang mengalami demam atau gejala terpapar virus korona. Namun, keluarga memang memahami jika napi itu sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga kondisi ini bisa dimaklumi bersama.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tinggal belasan hari lagi bisa menghirup udara segar di luar, seorang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Lumajang harus menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia setelah melaksanakan makan siang bersama teman-temannya di dalam lapas.

Untuk diketahui, napi itu merupakan seorang Sekretaris Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, yang tertangkap pihak kepolisian sebagai otak komplotan pencurian sapi pada Februari 2021 lalu. Dia diputus hukuman selama kurang lebih 6 bulan. Namun, sebelum tanggal 15 Agustus ini bebas, Agus Wahyu Utomo meninggal.

Kalapas Kelas 2B Lumajang Agus Wahono mengatakan, napi tersebut meninggal karena terserang penyakit jantung. Sempat dilakukan tindakan pertolongan pertama oleh pihak tenaga medis di puskesmas terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Menurutnya, penyakit itu sudah dimiliki sebelum masuk lapas.

“Waktu habis makan itu ceritanya, makan sama teman-teman satu kamarnya. Lalu, beberapa menit kemudian kok pingsan, kan gitu. Kemudian, dibawa ke poliklinik. Kami juga panggilkan orang dari puskesmas, ternyata serangan jantung. Dinyatakan meninggal setelah dilakukan resusitasi jantung paru,” katanya.

Padahal, menurutnya, kondisi saat makan itu dalam keadaan sehat. Artinya, tidak sedang mengalami demam atau gejala terpapar virus korona. Namun, keluarga memang memahami jika napi itu sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga kondisi ini bisa dimaklumi bersama.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tinggal belasan hari lagi bisa menghirup udara segar di luar, seorang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Lumajang harus menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia setelah melaksanakan makan siang bersama teman-temannya di dalam lapas.

Untuk diketahui, napi itu merupakan seorang Sekretaris Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian, yang tertangkap pihak kepolisian sebagai otak komplotan pencurian sapi pada Februari 2021 lalu. Dia diputus hukuman selama kurang lebih 6 bulan. Namun, sebelum tanggal 15 Agustus ini bebas, Agus Wahyu Utomo meninggal.

Kalapas Kelas 2B Lumajang Agus Wahono mengatakan, napi tersebut meninggal karena terserang penyakit jantung. Sempat dilakukan tindakan pertolongan pertama oleh pihak tenaga medis di puskesmas terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Menurutnya, penyakit itu sudah dimiliki sebelum masuk lapas.

“Waktu habis makan itu ceritanya, makan sama teman-teman satu kamarnya. Lalu, beberapa menit kemudian kok pingsan, kan gitu. Kemudian, dibawa ke poliklinik. Kami juga panggilkan orang dari puskesmas, ternyata serangan jantung. Dinyatakan meninggal setelah dilakukan resusitasi jantung paru,” katanya.

Padahal, menurutnya, kondisi saat makan itu dalam keadaan sehat. Artinya, tidak sedang mengalami demam atau gejala terpapar virus korona. Namun, keluarga memang memahami jika napi itu sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga kondisi ini bisa dimaklumi bersama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/