alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Puluhan Ribu Usaha Mikro Terdampak

Jual Mahal Tidak Laku, Jual Murah Rugi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik memang sudah berakhir. Masyarakat sudah bisa beraktivitas di luar kota tanpa melalui pemeriksaan di pos penyekatan. Meski demikian, larangan tersebut masih memiliki dampak hingga sekarang. Para pelaku usaha mikro kesulitan memasarkan produk ke luar kota.

Tentu, ini juga imbas pandemi yang belum berakhir. Puluhan ribu usaha mikro terdampak. Penjualan produk tidak mencapai target. Mereka bagai makan buah simalakama. Menjual dengan harga mahal khawatir tidak laku. Tetapi, jika menjual dengan harga murah sudah dipastikan rugi.

Imron Rosyadi, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Lumajang, mengatakan, sektor usaha yang paling terdampak adalah mereka yang fokus menjual produk ke luar Lumajang. “Pandemi berdampak luar biasa bagi usaha mikro. Kami mendapat laporan dari sejumlah pelaku usaha yang memasarkan produknya ke luar kota. Pendapatan mereka berkurang. Selain karena pandemi, larangan mudik beberapa waktu lalu juga menjadi penyebabnya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Banyak dari pelaku usaha mengeluhkan hal tersebut. Sebab, penambahan produksi tidak berjalan maksimal. “Saat momen Lebaran, banyak orang mudik dan kembali ke tempat kerja. Para pelaku usaha sudah menyiapkan banyak produk sebagai oleh-oleh pemudik. Karena ada larangan, banyak pesanan dibatalkan. Tentu, omzet menjadi turun,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik memang sudah berakhir. Masyarakat sudah bisa beraktivitas di luar kota tanpa melalui pemeriksaan di pos penyekatan. Meski demikian, larangan tersebut masih memiliki dampak hingga sekarang. Para pelaku usaha mikro kesulitan memasarkan produk ke luar kota.

Tentu, ini juga imbas pandemi yang belum berakhir. Puluhan ribu usaha mikro terdampak. Penjualan produk tidak mencapai target. Mereka bagai makan buah simalakama. Menjual dengan harga mahal khawatir tidak laku. Tetapi, jika menjual dengan harga murah sudah dipastikan rugi.

Imron Rosyadi, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Lumajang, mengatakan, sektor usaha yang paling terdampak adalah mereka yang fokus menjual produk ke luar Lumajang. “Pandemi berdampak luar biasa bagi usaha mikro. Kami mendapat laporan dari sejumlah pelaku usaha yang memasarkan produknya ke luar kota. Pendapatan mereka berkurang. Selain karena pandemi, larangan mudik beberapa waktu lalu juga menjadi penyebabnya,” katanya.

Banyak dari pelaku usaha mengeluhkan hal tersebut. Sebab, penambahan produksi tidak berjalan maksimal. “Saat momen Lebaran, banyak orang mudik dan kembali ke tempat kerja. Para pelaku usaha sudah menyiapkan banyak produk sebagai oleh-oleh pemudik. Karena ada larangan, banyak pesanan dibatalkan. Tentu, omzet menjadi turun,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik memang sudah berakhir. Masyarakat sudah bisa beraktivitas di luar kota tanpa melalui pemeriksaan di pos penyekatan. Meski demikian, larangan tersebut masih memiliki dampak hingga sekarang. Para pelaku usaha mikro kesulitan memasarkan produk ke luar kota.

Tentu, ini juga imbas pandemi yang belum berakhir. Puluhan ribu usaha mikro terdampak. Penjualan produk tidak mencapai target. Mereka bagai makan buah simalakama. Menjual dengan harga mahal khawatir tidak laku. Tetapi, jika menjual dengan harga murah sudah dipastikan rugi.

Imron Rosyadi, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Lumajang, mengatakan, sektor usaha yang paling terdampak adalah mereka yang fokus menjual produk ke luar Lumajang. “Pandemi berdampak luar biasa bagi usaha mikro. Kami mendapat laporan dari sejumlah pelaku usaha yang memasarkan produknya ke luar kota. Pendapatan mereka berkurang. Selain karena pandemi, larangan mudik beberapa waktu lalu juga menjadi penyebabnya,” katanya.

Banyak dari pelaku usaha mengeluhkan hal tersebut. Sebab, penambahan produksi tidak berjalan maksimal. “Saat momen Lebaran, banyak orang mudik dan kembali ke tempat kerja. Para pelaku usaha sudah menyiapkan banyak produk sebagai oleh-oleh pemudik. Karena ada larangan, banyak pesanan dibatalkan. Tentu, omzet menjadi turun,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/