alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Musim Giling Tebu Dipercepat

Hanya 133 Hari, Ditunjang Pembaruan Mesin

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Komitmen membangun daerah melalui hasil komoditas gula terus ditingkatkan. Salah satunya melalui masa penggilingan tebu yang dipercepat dari tahun ke tahun. Tahun ini hanya butuh waktu 133 hari karena ditunjang peralatan memadai.

Salah satu pabrik gula terbesar di Lumajang, PG Djatiroto, sudah memulai musim giling tebu pada Selasa (25/5) lalu. Para petani tebu di Lumajang diharapkan memproses tebu di PG Djatiroto. Sebab, tahun ini proses musim giling lebih cepat. Yakni 133 hari.

Hari Sujatmiko, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lumajang, mengatakan, musim giling lebih cepat sepekan dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu, musim giling di PG Djatiroto membutuhkan waktu 140 hari. Tetapi, tahun ini lebih cepat. Hal itu karena ada pembaruan alat dan mesin di penggiling,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tambahan tersebut juga akan meningkatkan kualitas produksi tebu. “Karena kapasitasnya lebih besar, kualitas produksi semakin bertambah dan baik. Sehingga target produksi tebu akan tercapai dengan cepat. Tentu, tebu-tebu tersebut akan menjadi gula yang dapat bersaing di pasar. Terutama bisa mencukupi kebutuhan gula, baik lokal maupun nasional,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Komitmen membangun daerah melalui hasil komoditas gula terus ditingkatkan. Salah satunya melalui masa penggilingan tebu yang dipercepat dari tahun ke tahun. Tahun ini hanya butuh waktu 133 hari karena ditunjang peralatan memadai.

Salah satu pabrik gula terbesar di Lumajang, PG Djatiroto, sudah memulai musim giling tebu pada Selasa (25/5) lalu. Para petani tebu di Lumajang diharapkan memproses tebu di PG Djatiroto. Sebab, tahun ini proses musim giling lebih cepat. Yakni 133 hari.

Hari Sujatmiko, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lumajang, mengatakan, musim giling lebih cepat sepekan dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu, musim giling di PG Djatiroto membutuhkan waktu 140 hari. Tetapi, tahun ini lebih cepat. Hal itu karena ada pembaruan alat dan mesin di penggiling,” katanya.

Tambahan tersebut juga akan meningkatkan kualitas produksi tebu. “Karena kapasitasnya lebih besar, kualitas produksi semakin bertambah dan baik. Sehingga target produksi tebu akan tercapai dengan cepat. Tentu, tebu-tebu tersebut akan menjadi gula yang dapat bersaing di pasar. Terutama bisa mencukupi kebutuhan gula, baik lokal maupun nasional,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Komitmen membangun daerah melalui hasil komoditas gula terus ditingkatkan. Salah satunya melalui masa penggilingan tebu yang dipercepat dari tahun ke tahun. Tahun ini hanya butuh waktu 133 hari karena ditunjang peralatan memadai.

Salah satu pabrik gula terbesar di Lumajang, PG Djatiroto, sudah memulai musim giling tebu pada Selasa (25/5) lalu. Para petani tebu di Lumajang diharapkan memproses tebu di PG Djatiroto. Sebab, tahun ini proses musim giling lebih cepat. Yakni 133 hari.

Hari Sujatmiko, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lumajang, mengatakan, musim giling lebih cepat sepekan dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu, musim giling di PG Djatiroto membutuhkan waktu 140 hari. Tetapi, tahun ini lebih cepat. Hal itu karena ada pembaruan alat dan mesin di penggiling,” katanya.

Tambahan tersebut juga akan meningkatkan kualitas produksi tebu. “Karena kapasitasnya lebih besar, kualitas produksi semakin bertambah dan baik. Sehingga target produksi tebu akan tercapai dengan cepat. Tentu, tebu-tebu tersebut akan menjadi gula yang dapat bersaing di pasar. Terutama bisa mencukupi kebutuhan gula, baik lokal maupun nasional,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/