alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Majikan Sempat Melarang Pulang

Kisah Para Pekerja Migran Indonesia yang Pulang ke Lumajang Sebutan pahlawan devisa negara layak disandingkan kepada para pekerja migran Indonesia (PMI). Bertahun-tahun bekerja di luar negeri, tentu selalu ada kisah yang menarik untuk diketahui. Mulai dari kesulitan berbahasa asing hingga akhirnya mahir. Dari yang bukan siapa-siapa, kini dianggap bagian dari keluarga sehingga tak boleh pulang ke Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebuah mobil penjemput pekerja migran Indonesia (PMI) tiba. Sejumlah orang turun. Koper-koper juga ikut diturunkan. Wajah lelah tidak terlihat. Justru sorot mata mengisyaratkan kebahagiaan yang tidak terbendung. Salah satunya Harni Yulianti.

Dia ikut turun dari rombongan tersebut. Menarik kopernya menuju teras kios toko Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT). Tangan lainnya sibuk memegang gawai. Sesekali dia mengobrol dengan PMI lain. “Alhamdulillah bisa pulang ke Lumajang,” ucapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semeru.

Perempuan asal Dusun Krajan, Tempursari, tersebut tidak segan berbagi kisah selama bekerja di luar negeri. “Dulu pernah bekerja di Taiwan selama dua tahun. Terus pulang dan balik lagi ke luar negeri. Tidak di Taiwan, tetapi di Taikoo Shing, Hongkong. Di sana saya kerja selama sekitar tiga tahun,” katanya, memulai cerita.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rasa keingintahuan bekerja di Hongkong memutuskannya berangkat ke sana. “Banyak teman-teman di Hongkong yang berbagi cerita. Katanya di sana enak. Karena penasaran, akhirnya berangkat juga. Tidak ribet mengurusnya. Karena dulu juga sempat ke Taiwan itu,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebuah mobil penjemput pekerja migran Indonesia (PMI) tiba. Sejumlah orang turun. Koper-koper juga ikut diturunkan. Wajah lelah tidak terlihat. Justru sorot mata mengisyaratkan kebahagiaan yang tidak terbendung. Salah satunya Harni Yulianti.

Dia ikut turun dari rombongan tersebut. Menarik kopernya menuju teras kios toko Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT). Tangan lainnya sibuk memegang gawai. Sesekali dia mengobrol dengan PMI lain. “Alhamdulillah bisa pulang ke Lumajang,” ucapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semeru.

Perempuan asal Dusun Krajan, Tempursari, tersebut tidak segan berbagi kisah selama bekerja di luar negeri. “Dulu pernah bekerja di Taiwan selama dua tahun. Terus pulang dan balik lagi ke luar negeri. Tidak di Taiwan, tetapi di Taikoo Shing, Hongkong. Di sana saya kerja selama sekitar tiga tahun,” katanya, memulai cerita.

Rasa keingintahuan bekerja di Hongkong memutuskannya berangkat ke sana. “Banyak teman-teman di Hongkong yang berbagi cerita. Katanya di sana enak. Karena penasaran, akhirnya berangkat juga. Tidak ribet mengurusnya. Karena dulu juga sempat ke Taiwan itu,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebuah mobil penjemput pekerja migran Indonesia (PMI) tiba. Sejumlah orang turun. Koper-koper juga ikut diturunkan. Wajah lelah tidak terlihat. Justru sorot mata mengisyaratkan kebahagiaan yang tidak terbendung. Salah satunya Harni Yulianti.

Dia ikut turun dari rombongan tersebut. Menarik kopernya menuju teras kios toko Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT). Tangan lainnya sibuk memegang gawai. Sesekali dia mengobrol dengan PMI lain. “Alhamdulillah bisa pulang ke Lumajang,” ucapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semeru.

Perempuan asal Dusun Krajan, Tempursari, tersebut tidak segan berbagi kisah selama bekerja di luar negeri. “Dulu pernah bekerja di Taiwan selama dua tahun. Terus pulang dan balik lagi ke luar negeri. Tidak di Taiwan, tetapi di Taikoo Shing, Hongkong. Di sana saya kerja selama sekitar tiga tahun,” katanya, memulai cerita.

Rasa keingintahuan bekerja di Hongkong memutuskannya berangkat ke sana. “Banyak teman-teman di Hongkong yang berbagi cerita. Katanya di sana enak. Karena penasaran, akhirnya berangkat juga. Tidak ribet mengurusnya. Karena dulu juga sempat ke Taiwan itu,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Menanti Penertiban Tambak

Melihat Klenteng Pay Lien San

Jambret Luar Kota Bermunculan

/