alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Jarak Tembak Rudal hingga 9 Kilometer

Pemkab Siapkan Tribune untuk Mewujudkan Military Tourism

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Bunyi ledakan dan tembakan yang terdengar dari Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, kemarin pagi, bukan prajurit TNI sedang berperang. Tetapi, Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) sedang menggelar latihan menembak senjata berat (latbakjatrat) terintegrasi di Air Weapon Range (AWR).

Para prajurit itu menguji kemampuan kombinasi alutsista paling baru yang dimiliki Indonesia. Yaitu mistral dan star streak. Sebuah senjata unggulan yang mampu menembak musuh dengan jarak efektif yang cukup panjang, sekitar 7 sampai 9 kilometer. Bahkan, jarak pantau radar juga telah mencapai radius ratusan kilometer.

Diawali dengan simulasi dua pesawat tempur musuh jenis Super Tocano terbang memasuki wilayah NKRI sekitar pukul 08.30. Tidak lama, radar Shikra milik TNI yang mampu mendeteksi hingga radius 250 kilometer itu langsung menemukan dua pesawat tersebut. Sehingga dilakukan penembakan menggunakan meriam hingga rudal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Anto Mukti Putranto mengatakan, setiap tahun kemampuan dan profesionalisme prajurit semakin meningkat. Bahkan, latihan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sebab, saat ini kelebihannya diintegrasikan dengan TNI AU dengan mengemas komponen senjata semuanya dijadikan satu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Bunyi ledakan dan tembakan yang terdengar dari Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, kemarin pagi, bukan prajurit TNI sedang berperang. Tetapi, Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) sedang menggelar latihan menembak senjata berat (latbakjatrat) terintegrasi di Air Weapon Range (AWR).

Para prajurit itu menguji kemampuan kombinasi alutsista paling baru yang dimiliki Indonesia. Yaitu mistral dan star streak. Sebuah senjata unggulan yang mampu menembak musuh dengan jarak efektif yang cukup panjang, sekitar 7 sampai 9 kilometer. Bahkan, jarak pantau radar juga telah mencapai radius ratusan kilometer.

Diawali dengan simulasi dua pesawat tempur musuh jenis Super Tocano terbang memasuki wilayah NKRI sekitar pukul 08.30. Tidak lama, radar Shikra milik TNI yang mampu mendeteksi hingga radius 250 kilometer itu langsung menemukan dua pesawat tersebut. Sehingga dilakukan penembakan menggunakan meriam hingga rudal.

Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Anto Mukti Putranto mengatakan, setiap tahun kemampuan dan profesionalisme prajurit semakin meningkat. Bahkan, latihan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sebab, saat ini kelebihannya diintegrasikan dengan TNI AU dengan mengemas komponen senjata semuanya dijadikan satu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Bunyi ledakan dan tembakan yang terdengar dari Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, kemarin pagi, bukan prajurit TNI sedang berperang. Tetapi, Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) sedang menggelar latihan menembak senjata berat (latbakjatrat) terintegrasi di Air Weapon Range (AWR).

Para prajurit itu menguji kemampuan kombinasi alutsista paling baru yang dimiliki Indonesia. Yaitu mistral dan star streak. Sebuah senjata unggulan yang mampu menembak musuh dengan jarak efektif yang cukup panjang, sekitar 7 sampai 9 kilometer. Bahkan, jarak pantau radar juga telah mencapai radius ratusan kilometer.

Diawali dengan simulasi dua pesawat tempur musuh jenis Super Tocano terbang memasuki wilayah NKRI sekitar pukul 08.30. Tidak lama, radar Shikra milik TNI yang mampu mendeteksi hingga radius 250 kilometer itu langsung menemukan dua pesawat tersebut. Sehingga dilakukan penembakan menggunakan meriam hingga rudal.

Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Anto Mukti Putranto mengatakan, setiap tahun kemampuan dan profesionalisme prajurit semakin meningkat. Bahkan, latihan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sebab, saat ini kelebihannya diintegrasikan dengan TNI AU dengan mengemas komponen senjata semuanya dijadikan satu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/