alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kerusakan Menyusut Ratusan

Terdata Ganda, Korban Bertambah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di tengah-tengah Pemkab Lumajang melakukan proses pencairan dana tunggu hunian (DTH) untuk korban terdampak, jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan kategori berat mengalami penyusutan. Bahkan, berkurangnya mencapai dua ratus rumah lebih.

Setidaknya sejak dua minggu yang lalu, total rumah dalam kondisi rusak berat mencapai 618 rumah. Jumlah itu setara dengan DTH yang diserahkan secara simbolis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (28/04) lalu sebesar Rp 927 juta. Tetapi, kini total kerusakannya berkurang menjadi 410 rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, proses pencairan masih dalam pengajuan. Rencananya, pemberiannya secara bertahap. Masing-masing korban bakal menerima dana itu melalui rekening pribadi mulai April hingga Juni.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, setiap hari proses verifikasi lapangan masih terus berjalan. Terutama pada beberapa rumah yang mengalami kerusakan parah. Sebab, data terakhir menunjukkan jumlahnya mengalami penurunan. “Setelah dari tim teknis turun, banyak nama ganda. Artinya, nama istri dan suami dicatat semua,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di tengah-tengah Pemkab Lumajang melakukan proses pencairan dana tunggu hunian (DTH) untuk korban terdampak, jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan kategori berat mengalami penyusutan. Bahkan, berkurangnya mencapai dua ratus rumah lebih.

Setidaknya sejak dua minggu yang lalu, total rumah dalam kondisi rusak berat mencapai 618 rumah. Jumlah itu setara dengan DTH yang diserahkan secara simbolis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (28/04) lalu sebesar Rp 927 juta. Tetapi, kini total kerusakannya berkurang menjadi 410 rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, proses pencairan masih dalam pengajuan. Rencananya, pemberiannya secara bertahap. Masing-masing korban bakal menerima dana itu melalui rekening pribadi mulai April hingga Juni.

Menurutnya, setiap hari proses verifikasi lapangan masih terus berjalan. Terutama pada beberapa rumah yang mengalami kerusakan parah. Sebab, data terakhir menunjukkan jumlahnya mengalami penurunan. “Setelah dari tim teknis turun, banyak nama ganda. Artinya, nama istri dan suami dicatat semua,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di tengah-tengah Pemkab Lumajang melakukan proses pencairan dana tunggu hunian (DTH) untuk korban terdampak, jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan kategori berat mengalami penyusutan. Bahkan, berkurangnya mencapai dua ratus rumah lebih.

Setidaknya sejak dua minggu yang lalu, total rumah dalam kondisi rusak berat mencapai 618 rumah. Jumlah itu setara dengan DTH yang diserahkan secara simbolis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (28/04) lalu sebesar Rp 927 juta. Tetapi, kini total kerusakannya berkurang menjadi 410 rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, proses pencairan masih dalam pengajuan. Rencananya, pemberiannya secara bertahap. Masing-masing korban bakal menerima dana itu melalui rekening pribadi mulai April hingga Juni.

Menurutnya, setiap hari proses verifikasi lapangan masih terus berjalan. Terutama pada beberapa rumah yang mengalami kerusakan parah. Sebab, data terakhir menunjukkan jumlahnya mengalami penurunan. “Setelah dari tim teknis turun, banyak nama ganda. Artinya, nama istri dan suami dicatat semua,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/