alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ancam Tutup Sekolah

Pemkab Segera Datangi Keluarga Maiyeh

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tak puas dengan jawaban pemerintah soal sengketa tanah di SDN 01 Jatimulyo, Kecamatan Kunir, keluarga Maiyeh, pemenang putusan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, bakal menutup gerbang sekolah tersebut. Rencananya, Kamis ini mereka bakal memagari sekolah menggunakan bambu.

Sejak pagi kemarin, keluarga itu menyiapkan puluhan potong bambu untuk memagari sekolah. Sebab, sampai saat ini, menurutnya, tak satu pun perwakilan Pemkab Lumajang datang untuk melakukan mediasi. Bahkan, ditunggu selama beberapa hari, niat baik keluarga itu tidak diindahkan.

Surat keluarga Maiyeh menjelaskan, pemerintah pernah menjanjikan penyelesaian sengketa tanah itu bakal berakhir di putusan PN Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, setelah putusan tersebut turun, lalu memenangkan keluarganya, pemerintah bukan menyerahkan hak milik tanahnya. Namun, justru mengajukan kasasi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tak puas dengan jawaban pemerintah soal sengketa tanah di SDN 01 Jatimulyo, Kecamatan Kunir, keluarga Maiyeh, pemenang putusan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, bakal menutup gerbang sekolah tersebut. Rencananya, Kamis ini mereka bakal memagari sekolah menggunakan bambu.

Sejak pagi kemarin, keluarga itu menyiapkan puluhan potong bambu untuk memagari sekolah. Sebab, sampai saat ini, menurutnya, tak satu pun perwakilan Pemkab Lumajang datang untuk melakukan mediasi. Bahkan, ditunggu selama beberapa hari, niat baik keluarga itu tidak diindahkan.

Surat keluarga Maiyeh menjelaskan, pemerintah pernah menjanjikan penyelesaian sengketa tanah itu bakal berakhir di putusan PN Lumajang.

Tetapi, setelah putusan tersebut turun, lalu memenangkan keluarganya, pemerintah bukan menyerahkan hak milik tanahnya. Namun, justru mengajukan kasasi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tak puas dengan jawaban pemerintah soal sengketa tanah di SDN 01 Jatimulyo, Kecamatan Kunir, keluarga Maiyeh, pemenang putusan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, bakal menutup gerbang sekolah tersebut. Rencananya, Kamis ini mereka bakal memagari sekolah menggunakan bambu.

Sejak pagi kemarin, keluarga itu menyiapkan puluhan potong bambu untuk memagari sekolah. Sebab, sampai saat ini, menurutnya, tak satu pun perwakilan Pemkab Lumajang datang untuk melakukan mediasi. Bahkan, ditunggu selama beberapa hari, niat baik keluarga itu tidak diindahkan.

Surat keluarga Maiyeh menjelaskan, pemerintah pernah menjanjikan penyelesaian sengketa tanah itu bakal berakhir di putusan PN Lumajang.

Tetapi, setelah putusan tersebut turun, lalu memenangkan keluarganya, pemerintah bukan menyerahkan hak milik tanahnya. Namun, justru mengajukan kasasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/