alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jalur Curahkobokan Ditutup Kembali

Akibat APG dan Lahar Dingin Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

SUPITURANG, Radar Semeru – Status Gunung Semeru di Lumajang masih berada di level tiga atau siaga. Aktivitas fluktuatif gunung masih sering terjadi beberapa hari terakhir. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pada Rabu (2/3) awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terjadi dua kali. Masing-masing pada pukul 03.03 dan 22.16. Akibatnya, sejumlah desa di lereng Gunung Semeru dihujani abu vulkanis.

Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar kembali cemas. Sebab, trauma awal Desember lalu belum sepenuhnya pulih. Ditambah, intensitas hujan yang cukup tinggi sering terjadi di sekitar Gunung Semeru. Alhasil, jalur penyeberangan Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, kembali ditutup. Praktis, masyarakat harus menunggu jalur aman untuk dilalui lagi.

Salah satu warga Supiturang, Anha, mengungkapkan bahwa hujan abu dan lahar dingin membuatnya dan masyarakat sekitar tidak tenang. Sebelum hujan abu terjadi, dia mendengar suara gemuruh yang berasal dari puncak gunung beberapa kali. Beberapa menit kemudian, ternyata hujan abu mulai turun di lingkungannya. “Memang tidak tebal, tapi ini membuat kami takut jika tiba-tiba membesar,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Ilham Mahmudi, salah seorang warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga mengungkapkan hal yang sama. Hujan abu juga terjadi di tempatnya. Tidak hanya itu, hujan yang mengguyur kemarin siang juga menyebabkan lahar dingin menerjang aliran sungai Besuk Lanang. Sehingga akses di jalur itu ditutup lagi.

- Advertisement -

SUPITURANG, Radar Semeru – Status Gunung Semeru di Lumajang masih berada di level tiga atau siaga. Aktivitas fluktuatif gunung masih sering terjadi beberapa hari terakhir. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pada Rabu (2/3) awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terjadi dua kali. Masing-masing pada pukul 03.03 dan 22.16. Akibatnya, sejumlah desa di lereng Gunung Semeru dihujani abu vulkanis.

Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar kembali cemas. Sebab, trauma awal Desember lalu belum sepenuhnya pulih. Ditambah, intensitas hujan yang cukup tinggi sering terjadi di sekitar Gunung Semeru. Alhasil, jalur penyeberangan Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, kembali ditutup. Praktis, masyarakat harus menunggu jalur aman untuk dilalui lagi.

Salah satu warga Supiturang, Anha, mengungkapkan bahwa hujan abu dan lahar dingin membuatnya dan masyarakat sekitar tidak tenang. Sebelum hujan abu terjadi, dia mendengar suara gemuruh yang berasal dari puncak gunung beberapa kali. Beberapa menit kemudian, ternyata hujan abu mulai turun di lingkungannya. “Memang tidak tebal, tapi ini membuat kami takut jika tiba-tiba membesar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ilham Mahmudi, salah seorang warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga mengungkapkan hal yang sama. Hujan abu juga terjadi di tempatnya. Tidak hanya itu, hujan yang mengguyur kemarin siang juga menyebabkan lahar dingin menerjang aliran sungai Besuk Lanang. Sehingga akses di jalur itu ditutup lagi.

SUPITURANG, Radar Semeru – Status Gunung Semeru di Lumajang masih berada di level tiga atau siaga. Aktivitas fluktuatif gunung masih sering terjadi beberapa hari terakhir. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pada Rabu (2/3) awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terjadi dua kali. Masing-masing pada pukul 03.03 dan 22.16. Akibatnya, sejumlah desa di lereng Gunung Semeru dihujani abu vulkanis.

Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar kembali cemas. Sebab, trauma awal Desember lalu belum sepenuhnya pulih. Ditambah, intensitas hujan yang cukup tinggi sering terjadi di sekitar Gunung Semeru. Alhasil, jalur penyeberangan Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, kembali ditutup. Praktis, masyarakat harus menunggu jalur aman untuk dilalui lagi.

Salah satu warga Supiturang, Anha, mengungkapkan bahwa hujan abu dan lahar dingin membuatnya dan masyarakat sekitar tidak tenang. Sebelum hujan abu terjadi, dia mendengar suara gemuruh yang berasal dari puncak gunung beberapa kali. Beberapa menit kemudian, ternyata hujan abu mulai turun di lingkungannya. “Memang tidak tebal, tapi ini membuat kami takut jika tiba-tiba membesar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ilham Mahmudi, salah seorang warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga mengungkapkan hal yang sama. Hujan abu juga terjadi di tempatnya. Tidak hanya itu, hujan yang mengguyur kemarin siang juga menyebabkan lahar dingin menerjang aliran sungai Besuk Lanang. Sehingga akses di jalur itu ditutup lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/