alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kuncinya Nurut, Konsisten, dan Berkomitmen

MAN Lumajang Juara Kompetisi Desain Jawa Timur

Mobile_AP_Rectangle 1

 LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah setahun pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Setahun pula masyarakat beradaptasi dengan virus ini. Berbagai aktivitas dilakukan agar tetap produktif di masa pandemi. Salah satunya mengasah hobi agar menuai prestasi. Seperti yang dilakukan dua siswi MAN Lumajang. Berkat hobi desain, mereka meraih juara dua di tingkat provinsi.

Mereka adalah Rafika Khairun Nisa dan Nadiatul Zulfia. Dua siswi yang tergabung dalam klub desain grafis MAN Lumajang tersebut berhasil meraih juara dua. Kompetisi desain tingkat SMA se-Jawa Timur itu diikuti lebih dari tiga puluh peserta. MAN Lumajang mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, hanya tim Rafika-Nadia yang berhasil menyabet juara dua.

Abdul Malik, pembina desain grafis MAN Lumajang, bersyukur dua anak didiknya berhasil meraih juara dua tingkat provinsi. “Bersyukur mereka bisa juara dua. Tentu, hal tersebut tidak lepas dari semangat mereka mengikuti kompetisi,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Malik mengatakan, pihaknya menerima informasi kompetisi satu pekan sebelum pengiriman terakhir. Meski demikian, mereka berusaha secara maksimal. Hasilnya tidak mengecewakan. Sebab, selama sepekan mereka mempersiapkannya dengan matang.

“Saya bimbing mereka mulai dari pagi hingga sore. Saat guru lain sudah pulang, saya tidak bisa pulang. Sebab, saya ingin mereka juara. Saya ingin memotivasi mereka. Makanya, saya katakan, kalau mau juara, kuncinya nurut, konsisten, dan berkomitmen,” jelasnya.

- Advertisement -

 LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah setahun pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Setahun pula masyarakat beradaptasi dengan virus ini. Berbagai aktivitas dilakukan agar tetap produktif di masa pandemi. Salah satunya mengasah hobi agar menuai prestasi. Seperti yang dilakukan dua siswi MAN Lumajang. Berkat hobi desain, mereka meraih juara dua di tingkat provinsi.

Mereka adalah Rafika Khairun Nisa dan Nadiatul Zulfia. Dua siswi yang tergabung dalam klub desain grafis MAN Lumajang tersebut berhasil meraih juara dua. Kompetisi desain tingkat SMA se-Jawa Timur itu diikuti lebih dari tiga puluh peserta. MAN Lumajang mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, hanya tim Rafika-Nadia yang berhasil menyabet juara dua.

Abdul Malik, pembina desain grafis MAN Lumajang, bersyukur dua anak didiknya berhasil meraih juara dua tingkat provinsi. “Bersyukur mereka bisa juara dua. Tentu, hal tersebut tidak lepas dari semangat mereka mengikuti kompetisi,” ucapnya.

Malik mengatakan, pihaknya menerima informasi kompetisi satu pekan sebelum pengiriman terakhir. Meski demikian, mereka berusaha secara maksimal. Hasilnya tidak mengecewakan. Sebab, selama sepekan mereka mempersiapkannya dengan matang.

“Saya bimbing mereka mulai dari pagi hingga sore. Saat guru lain sudah pulang, saya tidak bisa pulang. Sebab, saya ingin mereka juara. Saya ingin memotivasi mereka. Makanya, saya katakan, kalau mau juara, kuncinya nurut, konsisten, dan berkomitmen,” jelasnya.

 LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah setahun pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Setahun pula masyarakat beradaptasi dengan virus ini. Berbagai aktivitas dilakukan agar tetap produktif di masa pandemi. Salah satunya mengasah hobi agar menuai prestasi. Seperti yang dilakukan dua siswi MAN Lumajang. Berkat hobi desain, mereka meraih juara dua di tingkat provinsi.

Mereka adalah Rafika Khairun Nisa dan Nadiatul Zulfia. Dua siswi yang tergabung dalam klub desain grafis MAN Lumajang tersebut berhasil meraih juara dua. Kompetisi desain tingkat SMA se-Jawa Timur itu diikuti lebih dari tiga puluh peserta. MAN Lumajang mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, hanya tim Rafika-Nadia yang berhasil menyabet juara dua.

Abdul Malik, pembina desain grafis MAN Lumajang, bersyukur dua anak didiknya berhasil meraih juara dua tingkat provinsi. “Bersyukur mereka bisa juara dua. Tentu, hal tersebut tidak lepas dari semangat mereka mengikuti kompetisi,” ucapnya.

Malik mengatakan, pihaknya menerima informasi kompetisi satu pekan sebelum pengiriman terakhir. Meski demikian, mereka berusaha secara maksimal. Hasilnya tidak mengecewakan. Sebab, selama sepekan mereka mempersiapkannya dengan matang.

“Saya bimbing mereka mulai dari pagi hingga sore. Saat guru lain sudah pulang, saya tidak bisa pulang. Sebab, saya ingin mereka juara. Saya ingin memotivasi mereka. Makanya, saya katakan, kalau mau juara, kuncinya nurut, konsisten, dan berkomitmen,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/