23.1 C
Jember
Tuesday, 21 March 2023

Dua Dusun Tenggelam, Korban Erupsi Semeru Adukan Adanya Dugaan Human Error

Tenggelamnya dua dusun di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, memicu warga setempat melaporkan salah satu pemilik izin usaha pertambangan operasional produksi (IUP-OP) ke DPRD Lumajang. Mereka menilai penyebabnya lantaran terjadi human error.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Ada andil-andil di kawasan pertambangan CV Duta Pasir Semeru (DPS) yang membuat aliran lahar Gunung Semeru meluap hingga ke permukiman warga Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng,” ungkap Nur Kholik, Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru, saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Kantor DPRD Lumajang, Kamis (03/02).

Hearing yang dijadwalkan sekitar pukul 09.00 ini baru dimulai sekitar pukul 10.00. Seluruh pimpinan hadir lengkap beserta seluruh ketua komisi di DPRD Lumajang. Kecuali Ketua Komisi B. Mereka hadir ingin mendengarkan semua unek-unek dan keluhan yang disampaikan warga.

Nur Kholik mengatakan, berulang kali pihaknya bersama warga setempat melaporkan adanya andil-andil yang mengancam kehidupan warga setempat kepada semua stakeholder terkait, sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Bahkan, laporan tersebut sempat juga ditujukan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Namun, nyaris tak pernah direspons.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sudah jelas-jelas bangun andil. Inilah yang buat warga itu kesal. Akibatnya, terjadi seperti sekarang ini, kampung kami jadi korban,” tambahnya. Bahkan, Nur Kholik juga menuduh lokasi pertambangan yang digarap CV DPS tidak sesuai dengan titik koordinat yang mendapat izin resmi.

Tak hanya itu, pemilik izin pertambangan itu juga dituduh telah melakukan tindakan kriminalisasi pada beberapa warga setempat. Dia mengaku telah mengantongi sejumlah bukti mengenai ungkapannya tersebut. “Kami minta tolong ini ditanggapi dengan serius,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lumajang H. Bukasan mengatakan, seluruh aduan masyarakat Desa Sumberwuluh bakal ditampung. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk mencarikan solusi setiap aduan yang disampaikan. “Ini bukan masalah yang sederhana. Akan kami urai satu per satu,” ujarnya.

Hearing kali ini memang tergolong memanas. Pasalnya, seluruh masyarakat yang tergabung dalam paguyuban itu melantangkan suaranya ketika membeberkan sejumlah tuduhan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Bahkan, beberapa kali mereka mengucap sumpah atas kebenaran aduan-aduan tersebut.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Ada andil-andil di kawasan pertambangan CV Duta Pasir Semeru (DPS) yang membuat aliran lahar Gunung Semeru meluap hingga ke permukiman warga Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng,” ungkap Nur Kholik, Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru, saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Kantor DPRD Lumajang, Kamis (03/02).

Hearing yang dijadwalkan sekitar pukul 09.00 ini baru dimulai sekitar pukul 10.00. Seluruh pimpinan hadir lengkap beserta seluruh ketua komisi di DPRD Lumajang. Kecuali Ketua Komisi B. Mereka hadir ingin mendengarkan semua unek-unek dan keluhan yang disampaikan warga.

Nur Kholik mengatakan, berulang kali pihaknya bersama warga setempat melaporkan adanya andil-andil yang mengancam kehidupan warga setempat kepada semua stakeholder terkait, sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Bahkan, laporan tersebut sempat juga ditujukan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Namun, nyaris tak pernah direspons.

“Sudah jelas-jelas bangun andil. Inilah yang buat warga itu kesal. Akibatnya, terjadi seperti sekarang ini, kampung kami jadi korban,” tambahnya. Bahkan, Nur Kholik juga menuduh lokasi pertambangan yang digarap CV DPS tidak sesuai dengan titik koordinat yang mendapat izin resmi.

Tak hanya itu, pemilik izin pertambangan itu juga dituduh telah melakukan tindakan kriminalisasi pada beberapa warga setempat. Dia mengaku telah mengantongi sejumlah bukti mengenai ungkapannya tersebut. “Kami minta tolong ini ditanggapi dengan serius,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lumajang H. Bukasan mengatakan, seluruh aduan masyarakat Desa Sumberwuluh bakal ditampung. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk mencarikan solusi setiap aduan yang disampaikan. “Ini bukan masalah yang sederhana. Akan kami urai satu per satu,” ujarnya.

Hearing kali ini memang tergolong memanas. Pasalnya, seluruh masyarakat yang tergabung dalam paguyuban itu melantangkan suaranya ketika membeberkan sejumlah tuduhan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Bahkan, beberapa kali mereka mengucap sumpah atas kebenaran aduan-aduan tersebut.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Ada andil-andil di kawasan pertambangan CV Duta Pasir Semeru (DPS) yang membuat aliran lahar Gunung Semeru meluap hingga ke permukiman warga Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng,” ungkap Nur Kholik, Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru, saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Kantor DPRD Lumajang, Kamis (03/02).

Hearing yang dijadwalkan sekitar pukul 09.00 ini baru dimulai sekitar pukul 10.00. Seluruh pimpinan hadir lengkap beserta seluruh ketua komisi di DPRD Lumajang. Kecuali Ketua Komisi B. Mereka hadir ingin mendengarkan semua unek-unek dan keluhan yang disampaikan warga.

Nur Kholik mengatakan, berulang kali pihaknya bersama warga setempat melaporkan adanya andil-andil yang mengancam kehidupan warga setempat kepada semua stakeholder terkait, sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Bahkan, laporan tersebut sempat juga ditujukan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Namun, nyaris tak pernah direspons.

“Sudah jelas-jelas bangun andil. Inilah yang buat warga itu kesal. Akibatnya, terjadi seperti sekarang ini, kampung kami jadi korban,” tambahnya. Bahkan, Nur Kholik juga menuduh lokasi pertambangan yang digarap CV DPS tidak sesuai dengan titik koordinat yang mendapat izin resmi.

Tak hanya itu, pemilik izin pertambangan itu juga dituduh telah melakukan tindakan kriminalisasi pada beberapa warga setempat. Dia mengaku telah mengantongi sejumlah bukti mengenai ungkapannya tersebut. “Kami minta tolong ini ditanggapi dengan serius,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lumajang H. Bukasan mengatakan, seluruh aduan masyarakat Desa Sumberwuluh bakal ditampung. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk mencarikan solusi setiap aduan yang disampaikan. “Ini bukan masalah yang sederhana. Akan kami urai satu per satu,” ujarnya.

Hearing kali ini memang tergolong memanas. Pasalnya, seluruh masyarakat yang tergabung dalam paguyuban itu melantangkan suaranya ketika membeberkan sejumlah tuduhan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Bahkan, beberapa kali mereka mengucap sumpah atas kebenaran aduan-aduan tersebut.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca