alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dua Dusun Tenggelam, Korban Erupsi Semeru Adukan Adanya Dugaan Human Error

Tenggelamnya dua dusun di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, memicu warga setempat melaporkan salah satu pemilik izin usaha pertambangan operasional produksi (IUP-OP) ke DPRD Lumajang. Mereka menilai penyebabnya lantaran terjadi human error.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Ada andil-andil di kawasan pertambangan CV Duta Pasir Semeru (DPS) yang membuat aliran lahar Gunung Semeru meluap hingga ke permukiman warga Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng,” ungkap Nur Kholik, Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru, saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Kantor DPRD Lumajang, Kamis (03/02).

Hearing yang dijadwalkan sekitar pukul 09.00 ini baru dimulai sekitar pukul 10.00. Seluruh pimpinan hadir lengkap beserta seluruh ketua komisi di DPRD Lumajang. Kecuali Ketua Komisi B. Mereka hadir ingin mendengarkan semua unek-unek dan keluhan yang disampaikan warga.

Nur Kholik mengatakan, berulang kali pihaknya bersama warga setempat melaporkan adanya andil-andil yang mengancam kehidupan warga setempat kepada semua stakeholder terkait, sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Bahkan, laporan tersebut sempat juga ditujukan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Namun, nyaris tak pernah direspons.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sudah jelas-jelas bangun andil. Inilah yang buat warga itu kesal. Akibatnya, terjadi seperti sekarang ini, kampung kami jadi korban,” tambahnya. Bahkan, Nur Kholik juga menuduh lokasi pertambangan yang digarap CV DPS tidak sesuai dengan titik koordinat yang mendapat izin resmi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Ada andil-andil di kawasan pertambangan CV Duta Pasir Semeru (DPS) yang membuat aliran lahar Gunung Semeru meluap hingga ke permukiman warga Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng,” ungkap Nur Kholik, Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru, saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Kantor DPRD Lumajang, Kamis (03/02).

Hearing yang dijadwalkan sekitar pukul 09.00 ini baru dimulai sekitar pukul 10.00. Seluruh pimpinan hadir lengkap beserta seluruh ketua komisi di DPRD Lumajang. Kecuali Ketua Komisi B. Mereka hadir ingin mendengarkan semua unek-unek dan keluhan yang disampaikan warga.

Nur Kholik mengatakan, berulang kali pihaknya bersama warga setempat melaporkan adanya andil-andil yang mengancam kehidupan warga setempat kepada semua stakeholder terkait, sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Bahkan, laporan tersebut sempat juga ditujukan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Namun, nyaris tak pernah direspons.

“Sudah jelas-jelas bangun andil. Inilah yang buat warga itu kesal. Akibatnya, terjadi seperti sekarang ini, kampung kami jadi korban,” tambahnya. Bahkan, Nur Kholik juga menuduh lokasi pertambangan yang digarap CV DPS tidak sesuai dengan titik koordinat yang mendapat izin resmi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – “Ada andil-andil di kawasan pertambangan CV Duta Pasir Semeru (DPS) yang membuat aliran lahar Gunung Semeru meluap hingga ke permukiman warga Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng,” ungkap Nur Kholik, Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru, saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Kantor DPRD Lumajang, Kamis (03/02).

Hearing yang dijadwalkan sekitar pukul 09.00 ini baru dimulai sekitar pukul 10.00. Seluruh pimpinan hadir lengkap beserta seluruh ketua komisi di DPRD Lumajang. Kecuali Ketua Komisi B. Mereka hadir ingin mendengarkan semua unek-unek dan keluhan yang disampaikan warga.

Nur Kholik mengatakan, berulang kali pihaknya bersama warga setempat melaporkan adanya andil-andil yang mengancam kehidupan warga setempat kepada semua stakeholder terkait, sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Bahkan, laporan tersebut sempat juga ditujukan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Namun, nyaris tak pernah direspons.

“Sudah jelas-jelas bangun andil. Inilah yang buat warga itu kesal. Akibatnya, terjadi seperti sekarang ini, kampung kami jadi korban,” tambahnya. Bahkan, Nur Kholik juga menuduh lokasi pertambangan yang digarap CV DPS tidak sesuai dengan titik koordinat yang mendapat izin resmi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/