alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rutin Tergenang Banjir Kiriman

Sudah Dua kali Banjir Sejak Pergantian Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan tanggul sungai Kaligede Desa Darungan jebol. Tanggul yang tinggi tersebut tidak mampu menahan debit air yang terus menaik. Akibatnya, air meluber ke persawahan dan permukiman warga Dusun Krajan, Darungan, Yosowilangun.

Banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari Kunir dan Sukorejo. Sebab, keduanya diguyur hujan deras. “Kalau di sana (Kunir dan Sukorejo) hujan deras, pasti di Krajan banjir. Meskipun di sini tidak hujan, tetap banjir. Apalagi jika di sini hujan. Pasti air akan naik terus,” kata Sri Setianingsih, salah satu warga setempat.

Dia menceritakan air mulai menggenang persawahan sekitar pukul 9 pagi. Menjelang sore, air naik hingga merendam permukiman dan jalan desa. “Sekarang air sudah naik ke jalan dan memasuki rumah,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga pukul 17.00, ketinggian air mencapai tiga puluh centi meter. Diperkirakan air akan terus naik, sebab hujan di Dusun Krajan belum reda. “Kalau terus naik dan lama surut, bisa membahayakan. Apalagi jembatan penghubung desa sudah mulai retak. Bisa terseret arus air dan terputus,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan tanggul sungai Kaligede Desa Darungan jebol. Tanggul yang tinggi tersebut tidak mampu menahan debit air yang terus menaik. Akibatnya, air meluber ke persawahan dan permukiman warga Dusun Krajan, Darungan, Yosowilangun.

Banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari Kunir dan Sukorejo. Sebab, keduanya diguyur hujan deras. “Kalau di sana (Kunir dan Sukorejo) hujan deras, pasti di Krajan banjir. Meskipun di sini tidak hujan, tetap banjir. Apalagi jika di sini hujan. Pasti air akan naik terus,” kata Sri Setianingsih, salah satu warga setempat.

Dia menceritakan air mulai menggenang persawahan sekitar pukul 9 pagi. Menjelang sore, air naik hingga merendam permukiman dan jalan desa. “Sekarang air sudah naik ke jalan dan memasuki rumah,” ujarnya.

Hingga pukul 17.00, ketinggian air mencapai tiga puluh centi meter. Diperkirakan air akan terus naik, sebab hujan di Dusun Krajan belum reda. “Kalau terus naik dan lama surut, bisa membahayakan. Apalagi jembatan penghubung desa sudah mulai retak. Bisa terseret arus air dan terputus,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan tanggul sungai Kaligede Desa Darungan jebol. Tanggul yang tinggi tersebut tidak mampu menahan debit air yang terus menaik. Akibatnya, air meluber ke persawahan dan permukiman warga Dusun Krajan, Darungan, Yosowilangun.

Banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari Kunir dan Sukorejo. Sebab, keduanya diguyur hujan deras. “Kalau di sana (Kunir dan Sukorejo) hujan deras, pasti di Krajan banjir. Meskipun di sini tidak hujan, tetap banjir. Apalagi jika di sini hujan. Pasti air akan naik terus,” kata Sri Setianingsih, salah satu warga setempat.

Dia menceritakan air mulai menggenang persawahan sekitar pukul 9 pagi. Menjelang sore, air naik hingga merendam permukiman dan jalan desa. “Sekarang air sudah naik ke jalan dan memasuki rumah,” ujarnya.

Hingga pukul 17.00, ketinggian air mencapai tiga puluh centi meter. Diperkirakan air akan terus naik, sebab hujan di Dusun Krajan belum reda. “Kalau terus naik dan lama surut, bisa membahayakan. Apalagi jembatan penghubung desa sudah mulai retak. Bisa terseret arus air dan terputus,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/