alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Realisasi Jalur Tambang Meleset Lagi

Dikeluhkan karena Kerusakan Jalan Desa Makin Parah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tenggat waktu penyelesaian jalur khusus tambang adalah akhir 2020 lalu. Tapi sampai sekarang, kondisinya belum menentu. Selalu molor dan molor lagi. Padahal, warga kampung yang jalannya dilintasi armada tambang sudah tak betah lagi.

Sumina, 40, asal Desa Bades, Kecamatan Pasirian, mengeluhkan kemoloran ini. Dirinya merasa selalu diberi janji terus. “Banyak truk tetap lewat jalan umum seperti biasanya,” ucapnya. Padahal sudah direncanakan jalan tambang, tapi belum beres-beres.

Wartawan Jawa Pos Radar Semeru sempat mengonfirmasi KE Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang Sofyan. Jalur armada tambang menjadi tanggung jawab asosiasi untuk menyelesaikan. Dia mengakui penyelesaian jalur tambang belum selesai.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tenggat waktu penyelesaian jalur khusus tambang adalah akhir 2020 lalu. Tapi sampai sekarang, kondisinya belum menentu. Selalu molor dan molor lagi. Padahal, warga kampung yang jalannya dilintasi armada tambang sudah tak betah lagi.

Sumina, 40, asal Desa Bades, Kecamatan Pasirian, mengeluhkan kemoloran ini. Dirinya merasa selalu diberi janji terus. “Banyak truk tetap lewat jalan umum seperti biasanya,” ucapnya. Padahal sudah direncanakan jalan tambang, tapi belum beres-beres.

Wartawan Jawa Pos Radar Semeru sempat mengonfirmasi KE Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang Sofyan. Jalur armada tambang menjadi tanggung jawab asosiasi untuk menyelesaikan. Dia mengakui penyelesaian jalur tambang belum selesai.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tenggat waktu penyelesaian jalur khusus tambang adalah akhir 2020 lalu. Tapi sampai sekarang, kondisinya belum menentu. Selalu molor dan molor lagi. Padahal, warga kampung yang jalannya dilintasi armada tambang sudah tak betah lagi.

Sumina, 40, asal Desa Bades, Kecamatan Pasirian, mengeluhkan kemoloran ini. Dirinya merasa selalu diberi janji terus. “Banyak truk tetap lewat jalan umum seperti biasanya,” ucapnya. Padahal sudah direncanakan jalan tambang, tapi belum beres-beres.

Wartawan Jawa Pos Radar Semeru sempat mengonfirmasi KE Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang Sofyan. Jalur armada tambang menjadi tanggung jawab asosiasi untuk menyelesaikan. Dia mengakui penyelesaian jalur tambang belum selesai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/