alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Sebulan Pasca-APG Gunung Semeru, Dirikan Tugu APG Semeru

Tak terasa, bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru sudah lebih dari sebulan. Puluhan jenazah dan sejumlah body part sudah ditemukan. Meski ada yang belum teridentifikasi, proses itu tetap dilakukan. Sebagai penghormatan, tugu peringatan APG Gunung Semeru didirikan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tugas Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur resmi berhenti, kemarin. Selama sebulan, DVI telah menerima 40 kantong jenazah dan 9 kantong body part atau potongan tubuh. Seluruh jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, delapan body part masih belum diketahui identitasnya.

Oleh sebab itu, delapan body part itu disimpan di dalam tanah. Hal tersebut merupakan bagian dari proses mengamankan potongan tubuh agar bisa dilakukan identifikasi di kemudian hari. Seluruh body part disimpan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, kemarin. Itu sekaligus menjadi Tugu APG Semeru.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim mengatakan, pemakaman tersebut menandai berakhirnya tugas DVI pada bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang. Namun, dia menegaskan, proses identifikasi masih terus berlanjut. Karena itu, saat ada masyarakat melaporkan ciri-ciri sesuai body part, maka tim forensik akan melakukan identifikasi lanjutan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sesuai filosofi kami, operasi ini tidak pernah ditutup selama masih ada dokumen atau data atau body part atau jenazah yang belum diidentifikasi. Hari ini (kemarin, Red) hanya pengakhiran masa tugas sebagai tim operasi DVI. Kemudian, akan dilanjutkan dalam skala yang lebih kecil dan dikomando oleh Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang,” katanya.

Dia menjelaskan, di hari terakhir ini, pihaknya berhasil mengidentifikasi tiga jenazah lagi. Ketiganya adalah Samsul Arifin, 34, jenis kelamin laki-laki, asal Desa Curahkobokan, Supiturang. Jenazah kedua atas nama Buinem, 65, perempuan, asal Desa Curahkobokan, Supiturang. Terakhir adalah Agus Sutrisno, 36, laki-laki, asal Desa Dresel, Oro-oro Ombo, Kota Batu. Semua jenazah tersebut sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tugas Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur resmi berhenti, kemarin. Selama sebulan, DVI telah menerima 40 kantong jenazah dan 9 kantong body part atau potongan tubuh. Seluruh jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, delapan body part masih belum diketahui identitasnya.

Oleh sebab itu, delapan body part itu disimpan di dalam tanah. Hal tersebut merupakan bagian dari proses mengamankan potongan tubuh agar bisa dilakukan identifikasi di kemudian hari. Seluruh body part disimpan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, kemarin. Itu sekaligus menjadi Tugu APG Semeru.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim mengatakan, pemakaman tersebut menandai berakhirnya tugas DVI pada bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang. Namun, dia menegaskan, proses identifikasi masih terus berlanjut. Karena itu, saat ada masyarakat melaporkan ciri-ciri sesuai body part, maka tim forensik akan melakukan identifikasi lanjutan.

“Sesuai filosofi kami, operasi ini tidak pernah ditutup selama masih ada dokumen atau data atau body part atau jenazah yang belum diidentifikasi. Hari ini (kemarin, Red) hanya pengakhiran masa tugas sebagai tim operasi DVI. Kemudian, akan dilanjutkan dalam skala yang lebih kecil dan dikomando oleh Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang,” katanya.

Dia menjelaskan, di hari terakhir ini, pihaknya berhasil mengidentifikasi tiga jenazah lagi. Ketiganya adalah Samsul Arifin, 34, jenis kelamin laki-laki, asal Desa Curahkobokan, Supiturang. Jenazah kedua atas nama Buinem, 65, perempuan, asal Desa Curahkobokan, Supiturang. Terakhir adalah Agus Sutrisno, 36, laki-laki, asal Desa Dresel, Oro-oro Ombo, Kota Batu. Semua jenazah tersebut sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tugas Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur resmi berhenti, kemarin. Selama sebulan, DVI telah menerima 40 kantong jenazah dan 9 kantong body part atau potongan tubuh. Seluruh jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, delapan body part masih belum diketahui identitasnya.

Oleh sebab itu, delapan body part itu disimpan di dalam tanah. Hal tersebut merupakan bagian dari proses mengamankan potongan tubuh agar bisa dilakukan identifikasi di kemudian hari. Seluruh body part disimpan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, kemarin. Itu sekaligus menjadi Tugu APG Semeru.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim mengatakan, pemakaman tersebut menandai berakhirnya tugas DVI pada bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang. Namun, dia menegaskan, proses identifikasi masih terus berlanjut. Karena itu, saat ada masyarakat melaporkan ciri-ciri sesuai body part, maka tim forensik akan melakukan identifikasi lanjutan.

“Sesuai filosofi kami, operasi ini tidak pernah ditutup selama masih ada dokumen atau data atau body part atau jenazah yang belum diidentifikasi. Hari ini (kemarin, Red) hanya pengakhiran masa tugas sebagai tim operasi DVI. Kemudian, akan dilanjutkan dalam skala yang lebih kecil dan dikomando oleh Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang,” katanya.

Dia menjelaskan, di hari terakhir ini, pihaknya berhasil mengidentifikasi tiga jenazah lagi. Ketiganya adalah Samsul Arifin, 34, jenis kelamin laki-laki, asal Desa Curahkobokan, Supiturang. Jenazah kedua atas nama Buinem, 65, perempuan, asal Desa Curahkobokan, Supiturang. Terakhir adalah Agus Sutrisno, 36, laki-laki, asal Desa Dresel, Oro-oro Ombo, Kota Batu. Semua jenazah tersebut sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/