alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Puluhan Rumah di Sidorejo Terendam Banjir

Perlu Dilakukan Normalisasi Sungai Avour

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Selain kawasan perkotaan yang tergenang banjir kiriman, beberapa waktu lalu, kemarin giliran Kecamatan Rowokangkung yang dikepung banjir. Tepatnya di Dusun Wungurejo, Desa Sidorejo. Puluhan rumah terendam banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, seharian diguyur hujan, Desa Sidorejo tergenang. Minggu (02/01) malam sekitar pukul 23.00, sungai avour mulai meluap, namun hanya menggenangi halaman rumah warga. Air itu terus meningkat sampai 50 sentimeter hingga masuk beberapa rumah di RT 5 RW 3.

Sukidi, warga RT 5 RW 3 Dusun Wungurejo, mengatakan, banjir genangan ini berasal dari luapan sungai avour. Pada dini hari kemarin, sungai tiba-tiba meluber dan memasuki jalan lalu halaman rumah warga. Puncaknya, sekitar pukul 03.00, air meninggi dan masuk rumahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keluarganya diungsikan, sedangkan dia tetap berada di rumahnya untuk menjaga barang-barang. “Ini mungkin kalau 50 sentimeter ada. Saya tidak tidur semalaman karena harus jaga rumah. Sungainya meluber, tampungannya tidak muat, makanya masuk ke rumah,” katanya.

Kiriman air yang menyebabkan banjir genangan di Kecamatan Rowokangkung ini seharusnya tidak terjadi lagi. Sebab, beberapa dusun dan beberapa desa di sana sudah melewati satu musim lolos dari banjir. Harapannya, Pemkab Lumajang melakukan normalisasi supaya banjir tidak kembali melanda kawasan tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Selain kawasan perkotaan yang tergenang banjir kiriman, beberapa waktu lalu, kemarin giliran Kecamatan Rowokangkung yang dikepung banjir. Tepatnya di Dusun Wungurejo, Desa Sidorejo. Puluhan rumah terendam banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, seharian diguyur hujan, Desa Sidorejo tergenang. Minggu (02/01) malam sekitar pukul 23.00, sungai avour mulai meluap, namun hanya menggenangi halaman rumah warga. Air itu terus meningkat sampai 50 sentimeter hingga masuk beberapa rumah di RT 5 RW 3.

Sukidi, warga RT 5 RW 3 Dusun Wungurejo, mengatakan, banjir genangan ini berasal dari luapan sungai avour. Pada dini hari kemarin, sungai tiba-tiba meluber dan memasuki jalan lalu halaman rumah warga. Puncaknya, sekitar pukul 03.00, air meninggi dan masuk rumahnya.

Keluarganya diungsikan, sedangkan dia tetap berada di rumahnya untuk menjaga barang-barang. “Ini mungkin kalau 50 sentimeter ada. Saya tidak tidur semalaman karena harus jaga rumah. Sungainya meluber, tampungannya tidak muat, makanya masuk ke rumah,” katanya.

Kiriman air yang menyebabkan banjir genangan di Kecamatan Rowokangkung ini seharusnya tidak terjadi lagi. Sebab, beberapa dusun dan beberapa desa di sana sudah melewati satu musim lolos dari banjir. Harapannya, Pemkab Lumajang melakukan normalisasi supaya banjir tidak kembali melanda kawasan tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Selain kawasan perkotaan yang tergenang banjir kiriman, beberapa waktu lalu, kemarin giliran Kecamatan Rowokangkung yang dikepung banjir. Tepatnya di Dusun Wungurejo, Desa Sidorejo. Puluhan rumah terendam banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, seharian diguyur hujan, Desa Sidorejo tergenang. Minggu (02/01) malam sekitar pukul 23.00, sungai avour mulai meluap, namun hanya menggenangi halaman rumah warga. Air itu terus meningkat sampai 50 sentimeter hingga masuk beberapa rumah di RT 5 RW 3.

Sukidi, warga RT 5 RW 3 Dusun Wungurejo, mengatakan, banjir genangan ini berasal dari luapan sungai avour. Pada dini hari kemarin, sungai tiba-tiba meluber dan memasuki jalan lalu halaman rumah warga. Puncaknya, sekitar pukul 03.00, air meninggi dan masuk rumahnya.

Keluarganya diungsikan, sedangkan dia tetap berada di rumahnya untuk menjaga barang-barang. “Ini mungkin kalau 50 sentimeter ada. Saya tidak tidur semalaman karena harus jaga rumah. Sungainya meluber, tampungannya tidak muat, makanya masuk ke rumah,” katanya.

Kiriman air yang menyebabkan banjir genangan di Kecamatan Rowokangkung ini seharusnya tidak terjadi lagi. Sebab, beberapa dusun dan beberapa desa di sana sudah melewati satu musim lolos dari banjir. Harapannya, Pemkab Lumajang melakukan normalisasi supaya banjir tidak kembali melanda kawasan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/