alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Gunung Semeru Kembali Keluarkan Dua Kali Gempa Letusan

Luncurkan APG Sejauh 5 Kilometer

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak ditetapkan menjadi level siaga, aktivitas Gunung Semeru terpantau terus-terusan mengeluarkan awan panas guguran (APG). Terakhir kemarin siang. Jarak luncur APG tersebut mencapai 5 kilometer dari puncak arah Besuk Kobokan.

APG tersebut terekam pada Senin (03/01) pukul 12.25. Tampak jelas dari Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan kepulan asap pekat. Beberapa warga setempat maupun relawan diimbau untuk tetap berhati-hati dan menjauh dari puncak sekitar 17 kilometer.

Liswanto, salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) di Pos Sawur, melaporkan secara tertulis pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 kemarin, kondisi cuaca saat itu sedang berawan hingga mendung. Angin lemah mengarah ke utara. Secara visual, Gunung Semeru sempat tertutup awan tebal.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dua kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-12 mm, dan lama gempa 12-61 detik. Satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 1260 detik. 1 kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 30 detik. Satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 22 detik dan lama gempa 93 detik,” tulisnya.

Menurut dia, warga tidak diperkenankan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer. Termasuk tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai. Sebab, kawasan itu masih berpotensi terjadi perluasan awan panas maupun aliran lahar.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak ditetapkan menjadi level siaga, aktivitas Gunung Semeru terpantau terus-terusan mengeluarkan awan panas guguran (APG). Terakhir kemarin siang. Jarak luncur APG tersebut mencapai 5 kilometer dari puncak arah Besuk Kobokan.

APG tersebut terekam pada Senin (03/01) pukul 12.25. Tampak jelas dari Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan kepulan asap pekat. Beberapa warga setempat maupun relawan diimbau untuk tetap berhati-hati dan menjauh dari puncak sekitar 17 kilometer.

Liswanto, salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) di Pos Sawur, melaporkan secara tertulis pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 kemarin, kondisi cuaca saat itu sedang berawan hingga mendung. Angin lemah mengarah ke utara. Secara visual, Gunung Semeru sempat tertutup awan tebal.

“Dua kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-12 mm, dan lama gempa 12-61 detik. Satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 1260 detik. 1 kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 30 detik. Satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 22 detik dan lama gempa 93 detik,” tulisnya.

Menurut dia, warga tidak diperkenankan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer. Termasuk tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai. Sebab, kawasan itu masih berpotensi terjadi perluasan awan panas maupun aliran lahar.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak ditetapkan menjadi level siaga, aktivitas Gunung Semeru terpantau terus-terusan mengeluarkan awan panas guguran (APG). Terakhir kemarin siang. Jarak luncur APG tersebut mencapai 5 kilometer dari puncak arah Besuk Kobokan.

APG tersebut terekam pada Senin (03/01) pukul 12.25. Tampak jelas dari Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan kepulan asap pekat. Beberapa warga setempat maupun relawan diimbau untuk tetap berhati-hati dan menjauh dari puncak sekitar 17 kilometer.

Liswanto, salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) di Pos Sawur, melaporkan secara tertulis pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 kemarin, kondisi cuaca saat itu sedang berawan hingga mendung. Angin lemah mengarah ke utara. Secara visual, Gunung Semeru sempat tertutup awan tebal.

“Dua kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-12 mm, dan lama gempa 12-61 detik. Satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 1260 detik. 1 kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 30 detik. Satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 22 detik dan lama gempa 93 detik,” tulisnya.

Menurut dia, warga tidak diperkenankan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer. Termasuk tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai. Sebab, kawasan itu masih berpotensi terjadi perluasan awan panas maupun aliran lahar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Lumpuh dan Hidup Sebatang Kara

Persentase Pernikahan Dini Turun

Hitamkan Uban dengan Bawang

/