alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Body Part Disimpan dalam Tanah

Dibungkus Aluminium Foil dan Kantong Jenazah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Delapan body part yang belum teridentifikasi disimpan di dalam tanah. Cara ini berbeda dengan penyimpanan jenazah atau body part, beberapa hari lalu. Sebelumnya, jenazah dan body part disimpan di lemari es Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto, Tompokersan, Lumajang. Namun, sejak kemarin, delapan kantong itu dimakamkan di peti khusus dalam tanah TPU Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

“Jadi body part ini sudah tak lagi disimpan di lemari pendingin kamar jenazah. Tetapi, disimpan di dalam tanah. Tujuannya untuk mempermudah tugas tim forensik dalam upaya mengidentifikasi body part.  Jika di kemudian hari ditemukan potongan jenazah baru, maka petugas akan mencocokkan dengan delapan body part yang telah dikubur,” ungkap Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim.

Erwin menjelaskan, penyimpanan tersebut sangat berbeda dengan pemakaman jenazah pada umumnya. Sebab, selain dikubur dengan peti mati, body part juga dibungkus menggunakan aluminium foil dan kantong jenazah. Kedalaman tanah juga berbeda. Yakni hanya sedalam 1,5 meter saja. Selain itu, masing-masing batu nisan terdapat identitas kode dan tempat penemuan body part. Dia juga memastikan, cara ini bisa menjaga kondisi body part dalam jangka waktu lebih dari setahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq melepas secara resmi tim DVI Mapolda Jawa Timur, kemarin. Para pejabat dan tenaga kesehatan yang berjibaku dalam proses identifikasi selama sebulan mendapat penghargaan. Bahkan, sebagai penghormatan dan pengingat, pemerintah daerah membangun monumen peringatan bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Oleh karena itu, saat ada korban ditemukan menjadi ranah pemerintah kabupaten. Dalam hal ini, Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang akan mengambil alih proses identifikasi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Delapan body part yang belum teridentifikasi disimpan di dalam tanah. Cara ini berbeda dengan penyimpanan jenazah atau body part, beberapa hari lalu. Sebelumnya, jenazah dan body part disimpan di lemari es Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto, Tompokersan, Lumajang. Namun, sejak kemarin, delapan kantong itu dimakamkan di peti khusus dalam tanah TPU Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

“Jadi body part ini sudah tak lagi disimpan di lemari pendingin kamar jenazah. Tetapi, disimpan di dalam tanah. Tujuannya untuk mempermudah tugas tim forensik dalam upaya mengidentifikasi body part.  Jika di kemudian hari ditemukan potongan jenazah baru, maka petugas akan mencocokkan dengan delapan body part yang telah dikubur,” ungkap Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim.

Erwin menjelaskan, penyimpanan tersebut sangat berbeda dengan pemakaman jenazah pada umumnya. Sebab, selain dikubur dengan peti mati, body part juga dibungkus menggunakan aluminium foil dan kantong jenazah. Kedalaman tanah juga berbeda. Yakni hanya sedalam 1,5 meter saja. Selain itu, masing-masing batu nisan terdapat identitas kode dan tempat penemuan body part. Dia juga memastikan, cara ini bisa menjaga kondisi body part dalam jangka waktu lebih dari setahun.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq melepas secara resmi tim DVI Mapolda Jawa Timur, kemarin. Para pejabat dan tenaga kesehatan yang berjibaku dalam proses identifikasi selama sebulan mendapat penghargaan. Bahkan, sebagai penghormatan dan pengingat, pemerintah daerah membangun monumen peringatan bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Oleh karena itu, saat ada korban ditemukan menjadi ranah pemerintah kabupaten. Dalam hal ini, Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang akan mengambil alih proses identifikasi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Delapan body part yang belum teridentifikasi disimpan di dalam tanah. Cara ini berbeda dengan penyimpanan jenazah atau body part, beberapa hari lalu. Sebelumnya, jenazah dan body part disimpan di lemari es Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto, Tompokersan, Lumajang. Namun, sejak kemarin, delapan kantong itu dimakamkan di peti khusus dalam tanah TPU Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

“Jadi body part ini sudah tak lagi disimpan di lemari pendingin kamar jenazah. Tetapi, disimpan di dalam tanah. Tujuannya untuk mempermudah tugas tim forensik dalam upaya mengidentifikasi body part.  Jika di kemudian hari ditemukan potongan jenazah baru, maka petugas akan mencocokkan dengan delapan body part yang telah dikubur,” ungkap Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim.

Erwin menjelaskan, penyimpanan tersebut sangat berbeda dengan pemakaman jenazah pada umumnya. Sebab, selain dikubur dengan peti mati, body part juga dibungkus menggunakan aluminium foil dan kantong jenazah. Kedalaman tanah juga berbeda. Yakni hanya sedalam 1,5 meter saja. Selain itu, masing-masing batu nisan terdapat identitas kode dan tempat penemuan body part. Dia juga memastikan, cara ini bisa menjaga kondisi body part dalam jangka waktu lebih dari setahun.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq melepas secara resmi tim DVI Mapolda Jawa Timur, kemarin. Para pejabat dan tenaga kesehatan yang berjibaku dalam proses identifikasi selama sebulan mendapat penghargaan. Bahkan, sebagai penghormatan dan pengingat, pemerintah daerah membangun monumen peringatan bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Oleh karena itu, saat ada korban ditemukan menjadi ranah pemerintah kabupaten. Dalam hal ini, Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang akan mengambil alih proses identifikasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/