alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Efi Dian Sofiana, Atlet MMA Kenalkan Lumajang lewat Ikon Jaran Kencak

Siapa yang tidak kenal seorang atlet asli Lumajang ini. Namanya mulai naik daun lantaran performanya yang mentereng dalam ajang Mixed Martial Arts (MMA) One Pride. Ternyata bakatnya itu diketahui tanpa disengaja oleh guru-gurunya.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dulu nama Efi Dian Sofiana tidak begitu dikenal di tanah kelahirannya, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh. Namun, belakangan ini perempuan 28 tahun tersebut sedang naik daun. Tak lain karena prestasinya yang berhasil menyapu kemenangan dalam Mixed Martial Arts (MMA) One Pride. Bahkan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengundangnya khusus ke Pendapa Arya Wiraraja.

Sebelum terjun di ajang MMA One Pride, Efi, sapaannya, ternyata terlebih dahulu mengajar di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Yosowilangun. “Saya mengajar sebagai guru olahraga satu tahun, ya beberapa tahun lalu,” ucapnya ketika berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semeru, yang berada di Jalan Slamet Riyadi nomor 81, Lumajang.

Perempuan tersebut sempat juga berpikir untuk rehat dari gelanggang olahraga. Namun, nasib berkata lain. Panggilan nurani dan kesempatan dua kali yang diberikan Tuhan kepadanya ternyata dimanfaatkan sebaik mungkin. Padahal, sebelumnya karirnya sempat meredup lantaran fisiknya tidak memungkinkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Motivasinya sampai pada titiknya sekarang ternyata berawal dari guru olahraganya. Ketika menginjak usia 11 tahun, tepatnya di kelas 5 SD, dirinya sering menjadi langganan gurunya untuk memijat.

Karena pijatannya yang keras membuat gurunya menyuruhnya ikut olahraga gulat. “Setelah disuruh begitu, langsung saya ikut, dan alhamdulillah guru-guru kaget karena saya sering juara satu tingkat kabupaten dan provinsi,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dulu nama Efi Dian Sofiana tidak begitu dikenal di tanah kelahirannya, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh. Namun, belakangan ini perempuan 28 tahun tersebut sedang naik daun. Tak lain karena prestasinya yang berhasil menyapu kemenangan dalam Mixed Martial Arts (MMA) One Pride. Bahkan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengundangnya khusus ke Pendapa Arya Wiraraja.

Sebelum terjun di ajang MMA One Pride, Efi, sapaannya, ternyata terlebih dahulu mengajar di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Yosowilangun. “Saya mengajar sebagai guru olahraga satu tahun, ya beberapa tahun lalu,” ucapnya ketika berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semeru, yang berada di Jalan Slamet Riyadi nomor 81, Lumajang.

Perempuan tersebut sempat juga berpikir untuk rehat dari gelanggang olahraga. Namun, nasib berkata lain. Panggilan nurani dan kesempatan dua kali yang diberikan Tuhan kepadanya ternyata dimanfaatkan sebaik mungkin. Padahal, sebelumnya karirnya sempat meredup lantaran fisiknya tidak memungkinkan.

Motivasinya sampai pada titiknya sekarang ternyata berawal dari guru olahraganya. Ketika menginjak usia 11 tahun, tepatnya di kelas 5 SD, dirinya sering menjadi langganan gurunya untuk memijat.

Karena pijatannya yang keras membuat gurunya menyuruhnya ikut olahraga gulat. “Setelah disuruh begitu, langsung saya ikut, dan alhamdulillah guru-guru kaget karena saya sering juara satu tingkat kabupaten dan provinsi,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dulu nama Efi Dian Sofiana tidak begitu dikenal di tanah kelahirannya, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh. Namun, belakangan ini perempuan 28 tahun tersebut sedang naik daun. Tak lain karena prestasinya yang berhasil menyapu kemenangan dalam Mixed Martial Arts (MMA) One Pride. Bahkan, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengundangnya khusus ke Pendapa Arya Wiraraja.

Sebelum terjun di ajang MMA One Pride, Efi, sapaannya, ternyata terlebih dahulu mengajar di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Yosowilangun. “Saya mengajar sebagai guru olahraga satu tahun, ya beberapa tahun lalu,” ucapnya ketika berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semeru, yang berada di Jalan Slamet Riyadi nomor 81, Lumajang.

Perempuan tersebut sempat juga berpikir untuk rehat dari gelanggang olahraga. Namun, nasib berkata lain. Panggilan nurani dan kesempatan dua kali yang diberikan Tuhan kepadanya ternyata dimanfaatkan sebaik mungkin. Padahal, sebelumnya karirnya sempat meredup lantaran fisiknya tidak memungkinkan.

Motivasinya sampai pada titiknya sekarang ternyata berawal dari guru olahraganya. Ketika menginjak usia 11 tahun, tepatnya di kelas 5 SD, dirinya sering menjadi langganan gurunya untuk memijat.

Karena pijatannya yang keras membuat gurunya menyuruhnya ikut olahraga gulat. “Setelah disuruh begitu, langsung saya ikut, dan alhamdulillah guru-guru kaget karena saya sering juara satu tingkat kabupaten dan provinsi,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/