alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Wabup Lumajang Pastikan Pilkades Aman

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belasan desa rawan konflik yang menjalani pemilihan kepala desa (pilkades) dipastikan aman terkendali. Sebab, selama proses pemilihan hingga pengumuman, desa-desa tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda konflik. Hal tersebut dipastikan langsung jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, kemarin.

Memang, pelaksanaan pilkades serentak di 32 desa tahun ini berbeda. Sebab, tempat pemungutan suara (TPS) tidak tersentral di kantor desa. Melainkan dibagi menjadi wilayah pemungutan suara (WPS) sesuai dusunnya. Hal ini sesuai aturan yang berlaku dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Pelaksanaan di semua desa berjalan lancar, aman, dan kondusif. Meski sejumlah kejadian kecil terjadi, namun secara umum seluruh panitia penyelenggara pilkades telah menjalankan tugasnya sesuai aturan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan pemantauan dengan didampingi oleh Kapolres Lumajang, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, serta sejumlah kepala OPD terkait. Bunda Indah berharap pesta demokrasi ini disambut gembira oleh semua elemen masyarakat. Sebab, hal tersebut merupakan pesta rakyat untuk memilih seorang pemimpin untuk enam tahun ke depan.

“Kami juga terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak memilih pemimpin karena uang. Sebab, ini dapat dijadikan momen yang sangat tepat bagi masyarakat untuk memajukan desa dengan pemimpin yang amanah tanpa uang,” ujarnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belasan desa rawan konflik yang menjalani pemilihan kepala desa (pilkades) dipastikan aman terkendali. Sebab, selama proses pemilihan hingga pengumuman, desa-desa tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda konflik. Hal tersebut dipastikan langsung jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, kemarin.

Memang, pelaksanaan pilkades serentak di 32 desa tahun ini berbeda. Sebab, tempat pemungutan suara (TPS) tidak tersentral di kantor desa. Melainkan dibagi menjadi wilayah pemungutan suara (WPS) sesuai dusunnya. Hal ini sesuai aturan yang berlaku dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Pelaksanaan di semua desa berjalan lancar, aman, dan kondusif. Meski sejumlah kejadian kecil terjadi, namun secara umum seluruh panitia penyelenggara pilkades telah menjalankan tugasnya sesuai aturan.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan pemantauan dengan didampingi oleh Kapolres Lumajang, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, serta sejumlah kepala OPD terkait. Bunda Indah berharap pesta demokrasi ini disambut gembira oleh semua elemen masyarakat. Sebab, hal tersebut merupakan pesta rakyat untuk memilih seorang pemimpin untuk enam tahun ke depan.

“Kami juga terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak memilih pemimpin karena uang. Sebab, ini dapat dijadikan momen yang sangat tepat bagi masyarakat untuk memajukan desa dengan pemimpin yang amanah tanpa uang,” ujarnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belasan desa rawan konflik yang menjalani pemilihan kepala desa (pilkades) dipastikan aman terkendali. Sebab, selama proses pemilihan hingga pengumuman, desa-desa tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda konflik. Hal tersebut dipastikan langsung jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, kemarin.

Memang, pelaksanaan pilkades serentak di 32 desa tahun ini berbeda. Sebab, tempat pemungutan suara (TPS) tidak tersentral di kantor desa. Melainkan dibagi menjadi wilayah pemungutan suara (WPS) sesuai dusunnya. Hal ini sesuai aturan yang berlaku dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Pelaksanaan di semua desa berjalan lancar, aman, dan kondusif. Meski sejumlah kejadian kecil terjadi, namun secara umum seluruh panitia penyelenggara pilkades telah menjalankan tugasnya sesuai aturan.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan pemantauan dengan didampingi oleh Kapolres Lumajang, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, serta sejumlah kepala OPD terkait. Bunda Indah berharap pesta demokrasi ini disambut gembira oleh semua elemen masyarakat. Sebab, hal tersebut merupakan pesta rakyat untuk memilih seorang pemimpin untuk enam tahun ke depan.

“Kami juga terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak memilih pemimpin karena uang. Sebab, ini dapat dijadikan momen yang sangat tepat bagi masyarakat untuk memajukan desa dengan pemimpin yang amanah tanpa uang,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/