alexametrics
22.5 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Aksi Pembalakan Liar di Lumajang Makin Marak, Kerugian Capai Miliaran

Jumlah kasus pembalakan liar kayu jati di kawasan hutan milik Perhutani Sub KPH Lumajang yang terungkap memang tidak banyak. Namun, belakangan ini kejahatan itu makin marak. Sayangnya, pelaku utama belum ada yang tersentuh.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembalakan liar atau illegal logging di kawasan hutan negara di Lumajang kembali terjadi. Sabtu lalu, dua orang pelaku yang merupakan sopir dan kernet ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Status mereka memang tersangka. Namun, dimungkinkan ada tersangka utama di balik kasus pembalakan liar tersebut.

Subur, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasirian, mengungkapkan, lokasi pembalakan itu terjadi di kawasan lahan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Bago, Pasirian. Namun, zona merah tersebut terletak di lahan pohon jati petak 23D Dusun Dampar desa setempat. Sebab, warga setempat mengklaim bahwa tanah tersebut milik nenek moyang mereka.

“Sebenarnya, dari sisi administrasi kepemilikan mereka tidak sah. Karena surat yang dimiliki tidak dikeluarkan oleh kementerian. Namun, mereka mengklaim bahwa tanah tersebut adalah tanah nenek moyang mereka. Sehingga mereka meminta lahan itu milik mereka. Artinya, dari hal itu mereka terpicu atau terprovokasi untuk menguasai lahan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas dasar itu, tidak sedikit pembalakan liar terjadi. Bahkan, mereka juga menjual ke orang lain hingga luar kota. Seperti yang terjadi pada sejumlah kasus setahun terakhir. Hasilnya, satu pelaku sudah dipidana. Satu pelaku lagi masih menunggu keputusan kejaksaan. Terbaru, Sabtu lalu, dua pelaku yang terdiri atas sopir dan kernet berhasil diamankan pihak kepolisian.

“Sejatinya, pengusutan pelaku utama sangat mudah. Namun, sering kali saat patroli kami dihadang oleh massa dari warga setempat. Bahkan, bulan September lalu data dari tiga petugas kami dirampas dan dihapus paksa. Ini yang menjadi kendala saat di lapangan. Maka dari itu, kami berharap kepolisian menindaklanjuti ini. Sehingga pembalakan tidak terjadi lagi,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembalakan liar atau illegal logging di kawasan hutan negara di Lumajang kembali terjadi. Sabtu lalu, dua orang pelaku yang merupakan sopir dan kernet ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Status mereka memang tersangka. Namun, dimungkinkan ada tersangka utama di balik kasus pembalakan liar tersebut.

Subur, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasirian, mengungkapkan, lokasi pembalakan itu terjadi di kawasan lahan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Bago, Pasirian. Namun, zona merah tersebut terletak di lahan pohon jati petak 23D Dusun Dampar desa setempat. Sebab, warga setempat mengklaim bahwa tanah tersebut milik nenek moyang mereka.

“Sebenarnya, dari sisi administrasi kepemilikan mereka tidak sah. Karena surat yang dimiliki tidak dikeluarkan oleh kementerian. Namun, mereka mengklaim bahwa tanah tersebut adalah tanah nenek moyang mereka. Sehingga mereka meminta lahan itu milik mereka. Artinya, dari hal itu mereka terpicu atau terprovokasi untuk menguasai lahan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, tidak sedikit pembalakan liar terjadi. Bahkan, mereka juga menjual ke orang lain hingga luar kota. Seperti yang terjadi pada sejumlah kasus setahun terakhir. Hasilnya, satu pelaku sudah dipidana. Satu pelaku lagi masih menunggu keputusan kejaksaan. Terbaru, Sabtu lalu, dua pelaku yang terdiri atas sopir dan kernet berhasil diamankan pihak kepolisian.

“Sejatinya, pengusutan pelaku utama sangat mudah. Namun, sering kali saat patroli kami dihadang oleh massa dari warga setempat. Bahkan, bulan September lalu data dari tiga petugas kami dirampas dan dihapus paksa. Ini yang menjadi kendala saat di lapangan. Maka dari itu, kami berharap kepolisian menindaklanjuti ini. Sehingga pembalakan tidak terjadi lagi,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembalakan liar atau illegal logging di kawasan hutan negara di Lumajang kembali terjadi. Sabtu lalu, dua orang pelaku yang merupakan sopir dan kernet ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Status mereka memang tersangka. Namun, dimungkinkan ada tersangka utama di balik kasus pembalakan liar tersebut.

Subur, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasirian, mengungkapkan, lokasi pembalakan itu terjadi di kawasan lahan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Bago, Pasirian. Namun, zona merah tersebut terletak di lahan pohon jati petak 23D Dusun Dampar desa setempat. Sebab, warga setempat mengklaim bahwa tanah tersebut milik nenek moyang mereka.

“Sebenarnya, dari sisi administrasi kepemilikan mereka tidak sah. Karena surat yang dimiliki tidak dikeluarkan oleh kementerian. Namun, mereka mengklaim bahwa tanah tersebut adalah tanah nenek moyang mereka. Sehingga mereka meminta lahan itu milik mereka. Artinya, dari hal itu mereka terpicu atau terprovokasi untuk menguasai lahan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, tidak sedikit pembalakan liar terjadi. Bahkan, mereka juga menjual ke orang lain hingga luar kota. Seperti yang terjadi pada sejumlah kasus setahun terakhir. Hasilnya, satu pelaku sudah dipidana. Satu pelaku lagi masih menunggu keputusan kejaksaan. Terbaru, Sabtu lalu, dua pelaku yang terdiri atas sopir dan kernet berhasil diamankan pihak kepolisian.

“Sejatinya, pengusutan pelaku utama sangat mudah. Namun, sering kali saat patroli kami dihadang oleh massa dari warga setempat. Bahkan, bulan September lalu data dari tiga petugas kami dirampas dan dihapus paksa. Ini yang menjadi kendala saat di lapangan. Maka dari itu, kami berharap kepolisian menindaklanjuti ini. Sehingga pembalakan tidak terjadi lagi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/