alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Ubah Perilaku Konsumtif Jadi Produktif, Begini Caranya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di balik polemik dugaan penyunatan bantuan sosial (bansos) yang belakangan ramai diperbincangkan, ada sosok perempuan yang sering dicari sejumlah pihak. Namanya sederhana, Siti Khotijah. Perempuan garda terdepan ini merupakan koordinator daerah (korda) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako Kabupaten Lumajang.

Setiap hari, Khotijah, sapaan akrabnya, disibukkan dengan rutinitas bantuan sembako di sejumlah desa. Namun, siapa sangka, di balik itu, dia tetap bisa mengerjakan dua aktivitas yang dicintainya. Menjalankan bisnis botol minuman atau Tupperware dan menulis buku.

“Kalau usaha Tupperware sudah dimulai sejak kuliah. Awalnya hanya konsumtif dan senang dengan itu. Tetapi, lama-kelamaan saya iseng mencoba jualan. Ternyata laku. Jadi, diteruskan sampai sekarang. Meski jadi korda sembako, bisnis tetap jalan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perempuan asal Desa Tukum, Tekung, tersebut mengatakan, bisnis botol minuman tersebut ditekuni dengan sepenuh hati. Berapa pun pesanan yang diterima, dia selalu memberikan pelayanan yang maksimal. “Tidak banyak tantangan yang berarti. Karena kuncinya dijalani dengan asyik. Dan yang paling penting semuanya diserahkan ke Allah. Ini bagian dari pintu rezeki dari-Nya. Kalau awal-awal, menawarkannya ke teman atau keluarga dekat,” lanjutnya.

Berkat keberaniannya mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif tersebut, Tupperware-nya melanglang buana di sejumlah kota. Dia bersyukur hasil bisnisnya tersebut mendatangkan keuntungan. “Bisa sampai beli rumah di perumahan, ya, karena jualan Tupperware,” tambahnya, lalu tersenyum.

Tidak banyak orang bisa fokus dalam beberapa hal sekaligus. Namun, menurut alumnus Politeknik Negeri Jember tersebut, bisnis dan menulis buku menjadi pilihan meluapkan penat pekerjaan. Apalagi dengan adanya dugaan kasus penyunatan bansos, waktunya banyak diisi dengan penanganan bansos.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di balik polemik dugaan penyunatan bantuan sosial (bansos) yang belakangan ramai diperbincangkan, ada sosok perempuan yang sering dicari sejumlah pihak. Namanya sederhana, Siti Khotijah. Perempuan garda terdepan ini merupakan koordinator daerah (korda) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako Kabupaten Lumajang.

Setiap hari, Khotijah, sapaan akrabnya, disibukkan dengan rutinitas bantuan sembako di sejumlah desa. Namun, siapa sangka, di balik itu, dia tetap bisa mengerjakan dua aktivitas yang dicintainya. Menjalankan bisnis botol minuman atau Tupperware dan menulis buku.

“Kalau usaha Tupperware sudah dimulai sejak kuliah. Awalnya hanya konsumtif dan senang dengan itu. Tetapi, lama-kelamaan saya iseng mencoba jualan. Ternyata laku. Jadi, diteruskan sampai sekarang. Meski jadi korda sembako, bisnis tetap jalan,” ucapnya.

Perempuan asal Desa Tukum, Tekung, tersebut mengatakan, bisnis botol minuman tersebut ditekuni dengan sepenuh hati. Berapa pun pesanan yang diterima, dia selalu memberikan pelayanan yang maksimal. “Tidak banyak tantangan yang berarti. Karena kuncinya dijalani dengan asyik. Dan yang paling penting semuanya diserahkan ke Allah. Ini bagian dari pintu rezeki dari-Nya. Kalau awal-awal, menawarkannya ke teman atau keluarga dekat,” lanjutnya.

Berkat keberaniannya mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif tersebut, Tupperware-nya melanglang buana di sejumlah kota. Dia bersyukur hasil bisnisnya tersebut mendatangkan keuntungan. “Bisa sampai beli rumah di perumahan, ya, karena jualan Tupperware,” tambahnya, lalu tersenyum.

Tidak banyak orang bisa fokus dalam beberapa hal sekaligus. Namun, menurut alumnus Politeknik Negeri Jember tersebut, bisnis dan menulis buku menjadi pilihan meluapkan penat pekerjaan. Apalagi dengan adanya dugaan kasus penyunatan bansos, waktunya banyak diisi dengan penanganan bansos.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Di balik polemik dugaan penyunatan bantuan sosial (bansos) yang belakangan ramai diperbincangkan, ada sosok perempuan yang sering dicari sejumlah pihak. Namanya sederhana, Siti Khotijah. Perempuan garda terdepan ini merupakan koordinator daerah (korda) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako Kabupaten Lumajang.

Setiap hari, Khotijah, sapaan akrabnya, disibukkan dengan rutinitas bantuan sembako di sejumlah desa. Namun, siapa sangka, di balik itu, dia tetap bisa mengerjakan dua aktivitas yang dicintainya. Menjalankan bisnis botol minuman atau Tupperware dan menulis buku.

“Kalau usaha Tupperware sudah dimulai sejak kuliah. Awalnya hanya konsumtif dan senang dengan itu. Tetapi, lama-kelamaan saya iseng mencoba jualan. Ternyata laku. Jadi, diteruskan sampai sekarang. Meski jadi korda sembako, bisnis tetap jalan,” ucapnya.

Perempuan asal Desa Tukum, Tekung, tersebut mengatakan, bisnis botol minuman tersebut ditekuni dengan sepenuh hati. Berapa pun pesanan yang diterima, dia selalu memberikan pelayanan yang maksimal. “Tidak banyak tantangan yang berarti. Karena kuncinya dijalani dengan asyik. Dan yang paling penting semuanya diserahkan ke Allah. Ini bagian dari pintu rezeki dari-Nya. Kalau awal-awal, menawarkannya ke teman atau keluarga dekat,” lanjutnya.

Berkat keberaniannya mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif tersebut, Tupperware-nya melanglang buana di sejumlah kota. Dia bersyukur hasil bisnisnya tersebut mendatangkan keuntungan. “Bisa sampai beli rumah di perumahan, ya, karena jualan Tupperware,” tambahnya, lalu tersenyum.

Tidak banyak orang bisa fokus dalam beberapa hal sekaligus. Namun, menurut alumnus Politeknik Negeri Jember tersebut, bisnis dan menulis buku menjadi pilihan meluapkan penat pekerjaan. Apalagi dengan adanya dugaan kasus penyunatan bansos, waktunya banyak diisi dengan penanganan bansos.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca