alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Turun Level 3, Lumajang Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Surat Resmi Belum Diumumkan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSecara resmi, asesmen PPKM teranyar belum diumumkan kembali. Namun, hasil pertemuan Forkopimda Lumajang bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Rabu (01/09), malam kemarin, ternyata ada koreksi. Sebelumnya, Lumajang berada di level 4, kini turun menjadi level 3.

Perubahan asesmen itu rupanya direspons cepat oleh Agus Salim, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang. Sosialisasi kesiapan menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap, beberapa waktu lalu, akhirnya berguna. Lebih lanjut, monitoring dan evaluasi atau monev bakal segera dijalankan untuk memastikan kesiapan sekolah.

“Pengumuman secara resmi belum ada, tapi beberapa waktu lalu kami sudah sampaikan susunan kebijakan yang telah kami buat kepada ratusan kepala sekolah lewat Zoom jika Lumajang turun status menjadi level 3,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agus menambahkan, meski momen PTM terbatas bertahap ini menjadi harapan banyak pihak, lembaga tidak bisa sembarangan menerapkannya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya soal vaksinasi, minimal 90 persen guru telah divaksin.

“Tapi, berbeda untuk siswa yang belum diwajibkan. Tapi, sekolah harus menjamin kebersihan dan kenyamanan. Sirkulasi guru dan siswa harus diatur, tidak ada kerumunan. Prinsipnya, kesehatan dan keselamatan siswa dan guru. Makanya, saya tekankan kepala sekolah wajib disiplin prokes. Saya minta pengawas dan korwil juga mengawasi kesiapan itu,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSecara resmi, asesmen PPKM teranyar belum diumumkan kembali. Namun, hasil pertemuan Forkopimda Lumajang bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Rabu (01/09), malam kemarin, ternyata ada koreksi. Sebelumnya, Lumajang berada di level 4, kini turun menjadi level 3.

Perubahan asesmen itu rupanya direspons cepat oleh Agus Salim, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang. Sosialisasi kesiapan menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap, beberapa waktu lalu, akhirnya berguna. Lebih lanjut, monitoring dan evaluasi atau monev bakal segera dijalankan untuk memastikan kesiapan sekolah.

“Pengumuman secara resmi belum ada, tapi beberapa waktu lalu kami sudah sampaikan susunan kebijakan yang telah kami buat kepada ratusan kepala sekolah lewat Zoom jika Lumajang turun status menjadi level 3,” katanya.

Agus menambahkan, meski momen PTM terbatas bertahap ini menjadi harapan banyak pihak, lembaga tidak bisa sembarangan menerapkannya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya soal vaksinasi, minimal 90 persen guru telah divaksin.

“Tapi, berbeda untuk siswa yang belum diwajibkan. Tapi, sekolah harus menjamin kebersihan dan kenyamanan. Sirkulasi guru dan siswa harus diatur, tidak ada kerumunan. Prinsipnya, kesehatan dan keselamatan siswa dan guru. Makanya, saya tekankan kepala sekolah wajib disiplin prokes. Saya minta pengawas dan korwil juga mengawasi kesiapan itu,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSecara resmi, asesmen PPKM teranyar belum diumumkan kembali. Namun, hasil pertemuan Forkopimda Lumajang bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Rabu (01/09), malam kemarin, ternyata ada koreksi. Sebelumnya, Lumajang berada di level 4, kini turun menjadi level 3.

Perubahan asesmen itu rupanya direspons cepat oleh Agus Salim, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang. Sosialisasi kesiapan menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap, beberapa waktu lalu, akhirnya berguna. Lebih lanjut, monitoring dan evaluasi atau monev bakal segera dijalankan untuk memastikan kesiapan sekolah.

“Pengumuman secara resmi belum ada, tapi beberapa waktu lalu kami sudah sampaikan susunan kebijakan yang telah kami buat kepada ratusan kepala sekolah lewat Zoom jika Lumajang turun status menjadi level 3,” katanya.

Agus menambahkan, meski momen PTM terbatas bertahap ini menjadi harapan banyak pihak, lembaga tidak bisa sembarangan menerapkannya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya soal vaksinasi, minimal 90 persen guru telah divaksin.

“Tapi, berbeda untuk siswa yang belum diwajibkan. Tapi, sekolah harus menjamin kebersihan dan kenyamanan. Sirkulasi guru dan siswa harus diatur, tidak ada kerumunan. Prinsipnya, kesehatan dan keselamatan siswa dan guru. Makanya, saya tekankan kepala sekolah wajib disiplin prokes. Saya minta pengawas dan korwil juga mengawasi kesiapan itu,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/