alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Minimnya Sosialisasi, Ribuan BPUM Belum Diambil Penerima

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua memang sudah cair. Namun, pada periode April tersebut masih banyak yang belum diambil. Sebagian besar para penerima tidak tahu bantuan sudah cair. Sehingga mereka mendatangi kantor bank penyalur tanpa persiapan.

Yoni, salah satu penerima BPUM, langsung datang ke kantor BNI sejak pagi. Dia hanya membawa kartu identitas dan buku tabungan. Dia tidak mengetahui bahwa namanya masuk dalam daftar penerima. Sebab, setelah mendaftar pada April lalu, dia tidak berharap banyak. Setelah antre dengan penerima lain, namanya dipanggil untuk validasi data.

“Baru diberi tahu perangkat desa kalau dapat. Jadi, saya langsung datang bawa KTP dan buku tabungan saja. Ternyata sebelum cair, datanya perlu dicek lagi dan mengisi formulir yang sudah disediakan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Imron Rosyadi, Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang, mengatakan, bantuan tersebut senilai Rp 1,2 juta per penerima. Sebanyak 2.590 penerima masih belum mengambil. Namun, mulai pekan lalu, para penerima terus berdatangan mengambil bantuan presiden tersebut.

“Laporan yang kami terima akhir bulan lalu, banyak masyarakat yang belum mengambil. Padahal, nama mereka tercantum sebagai penerima. Sehingga, kami berkoordinasi dengan bank penyalur agar bantuan bisa segera dicairkan. Pekan lalu hingga hari ini sudah banyak yang mengambil. Akan tetapi, dari pihak bank tetap membatasi jumlah pengambilan,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua memang sudah cair. Namun, pada periode April tersebut masih banyak yang belum diambil. Sebagian besar para penerima tidak tahu bantuan sudah cair. Sehingga mereka mendatangi kantor bank penyalur tanpa persiapan.

Yoni, salah satu penerima BPUM, langsung datang ke kantor BNI sejak pagi. Dia hanya membawa kartu identitas dan buku tabungan. Dia tidak mengetahui bahwa namanya masuk dalam daftar penerima. Sebab, setelah mendaftar pada April lalu, dia tidak berharap banyak. Setelah antre dengan penerima lain, namanya dipanggil untuk validasi data.

“Baru diberi tahu perangkat desa kalau dapat. Jadi, saya langsung datang bawa KTP dan buku tabungan saja. Ternyata sebelum cair, datanya perlu dicek lagi dan mengisi formulir yang sudah disediakan,” ungkapnya.

Imron Rosyadi, Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang, mengatakan, bantuan tersebut senilai Rp 1,2 juta per penerima. Sebanyak 2.590 penerima masih belum mengambil. Namun, mulai pekan lalu, para penerima terus berdatangan mengambil bantuan presiden tersebut.

“Laporan yang kami terima akhir bulan lalu, banyak masyarakat yang belum mengambil. Padahal, nama mereka tercantum sebagai penerima. Sehingga, kami berkoordinasi dengan bank penyalur agar bantuan bisa segera dicairkan. Pekan lalu hingga hari ini sudah banyak yang mengambil. Akan tetapi, dari pihak bank tetap membatasi jumlah pengambilan,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua memang sudah cair. Namun, pada periode April tersebut masih banyak yang belum diambil. Sebagian besar para penerima tidak tahu bantuan sudah cair. Sehingga mereka mendatangi kantor bank penyalur tanpa persiapan.

Yoni, salah satu penerima BPUM, langsung datang ke kantor BNI sejak pagi. Dia hanya membawa kartu identitas dan buku tabungan. Dia tidak mengetahui bahwa namanya masuk dalam daftar penerima. Sebab, setelah mendaftar pada April lalu, dia tidak berharap banyak. Setelah antre dengan penerima lain, namanya dipanggil untuk validasi data.

“Baru diberi tahu perangkat desa kalau dapat. Jadi, saya langsung datang bawa KTP dan buku tabungan saja. Ternyata sebelum cair, datanya perlu dicek lagi dan mengisi formulir yang sudah disediakan,” ungkapnya.

Imron Rosyadi, Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang, mengatakan, bantuan tersebut senilai Rp 1,2 juta per penerima. Sebanyak 2.590 penerima masih belum mengambil. Namun, mulai pekan lalu, para penerima terus berdatangan mengambil bantuan presiden tersebut.

“Laporan yang kami terima akhir bulan lalu, banyak masyarakat yang belum mengambil. Padahal, nama mereka tercantum sebagai penerima. Sehingga, kami berkoordinasi dengan bank penyalur agar bantuan bisa segera dicairkan. Pekan lalu hingga hari ini sudah banyak yang mengambil. Akan tetapi, dari pihak bank tetap membatasi jumlah pengambilan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/