alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Baru Tanam, Muncul Masalah

Pupuk Urea Telah Habis di Lapangan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belum genap satu bulan masa tanam padi di awal Bulan Agustus, kembali terjadi kekurangan ketersediaan pupuk di Kabupaten Lumajang. Hal itu membuat petani khawatir tanamannya gagal panen. Pupuk yang langka ditemukan adalah pupuk subsidi jenis urea.

Kelangkaan pupuk dibenarkan oleh Suharwoko, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Tidak semua jenis pupuk yang telah habis. Kehabisan pupuk rata-rata pupuk subsidi. “Untuk pupuk subsidi jenis urea habis sudah,” ucapnya. Alternatif yang lain, dirinya mengaku memakai pupuk Phonska, namun yang subsidi.

Harga pupuk nonsubsidi sangat tinggi dan mahal. “Selisih harga sangat jauh bisa dua kali lipat harganya,” ucapnya. Penggunaan pupuk subsidi yang dipakai sekarang hanya bisa bertahan hitungan hari. Jika sudah habis, pasti membuatnya bertambah bingung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belum genap satu bulan masa tanam padi di awal Bulan Agustus, kembali terjadi kekurangan ketersediaan pupuk di Kabupaten Lumajang. Hal itu membuat petani khawatir tanamannya gagal panen. Pupuk yang langka ditemukan adalah pupuk subsidi jenis urea.

Kelangkaan pupuk dibenarkan oleh Suharwoko, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Tidak semua jenis pupuk yang telah habis. Kehabisan pupuk rata-rata pupuk subsidi. “Untuk pupuk subsidi jenis urea habis sudah,” ucapnya. Alternatif yang lain, dirinya mengaku memakai pupuk Phonska, namun yang subsidi.

Harga pupuk nonsubsidi sangat tinggi dan mahal. “Selisih harga sangat jauh bisa dua kali lipat harganya,” ucapnya. Penggunaan pupuk subsidi yang dipakai sekarang hanya bisa bertahan hitungan hari. Jika sudah habis, pasti membuatnya bertambah bingung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Belum genap satu bulan masa tanam padi di awal Bulan Agustus, kembali terjadi kekurangan ketersediaan pupuk di Kabupaten Lumajang. Hal itu membuat petani khawatir tanamannya gagal panen. Pupuk yang langka ditemukan adalah pupuk subsidi jenis urea.

Kelangkaan pupuk dibenarkan oleh Suharwoko, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Tidak semua jenis pupuk yang telah habis. Kehabisan pupuk rata-rata pupuk subsidi. “Untuk pupuk subsidi jenis urea habis sudah,” ucapnya. Alternatif yang lain, dirinya mengaku memakai pupuk Phonska, namun yang subsidi.

Harga pupuk nonsubsidi sangat tinggi dan mahal. “Selisih harga sangat jauh bisa dua kali lipat harganya,” ucapnya. Penggunaan pupuk subsidi yang dipakai sekarang hanya bisa bertahan hitungan hari. Jika sudah habis, pasti membuatnya bertambah bingung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/