alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Dikembalikan Menjadi Rumah Pendeta

Gereja Bakal Dipindah tetapi Lokasi Belum Diketahui

Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPEH KIDUL, Radar Semeru – Buntut perselisihan mengenai renovasi rumah pendeta menjadi gereja di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, akhirnya menemukan titik terang. Kemarin, jajaran Forkopimda Lumajang menggelar rapat terbatas. Hasilnya, gereja itu bakal dipindah ke tempat lain.

Sebelumnya, lokasi rumah pendeta yang belakangan beralih menjadi gereja itu telah mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, rupanya IMB itu akan dievaluasi. Renovasi yang sedang berjalan tetap dipersilakan untuk terus dilanjutkan, tetapi peruntukannya dikembalikan ke rumah pendeta, bukan gereja.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, setelah melakukan pertimbangan-pertimbangan, baik dari segi administratif maupun kondisi sosial masyarakat, maka disepakati dua hal. Pertama, mengembalikan fungsi bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah menjadi rumah pendeta. Kedua, pemkab akan memfasilitasi lokasi pemindahan. “Nanti akan kami evaluasi terkait IMB-nya. Kemudian, pemkab memfasilitasi adanya Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang nanti akan kami carikan tempatnya secara bersama-sama. Kami akan memberikan keputusan lokasi yang representatif untuk pembangunan gereja dan fasilitasnya yang mendukung,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, fasilitasi pemindahan tersebut bakal tetap melewati sejumlah prosedur yang sudah diatur. Baik untuk pemenuhan persyaratan dalam pengajuan IMB pembangunan tempat ibadah umat kristiani, maupun pemberian pemahaman kepada masyarakat sekitar lokasi yang bakal dibangun gereja itu.

- Advertisement -

TEMPEH KIDUL, Radar Semeru – Buntut perselisihan mengenai renovasi rumah pendeta menjadi gereja di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, akhirnya menemukan titik terang. Kemarin, jajaran Forkopimda Lumajang menggelar rapat terbatas. Hasilnya, gereja itu bakal dipindah ke tempat lain.

Sebelumnya, lokasi rumah pendeta yang belakangan beralih menjadi gereja itu telah mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, rupanya IMB itu akan dievaluasi. Renovasi yang sedang berjalan tetap dipersilakan untuk terus dilanjutkan, tetapi peruntukannya dikembalikan ke rumah pendeta, bukan gereja.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, setelah melakukan pertimbangan-pertimbangan, baik dari segi administratif maupun kondisi sosial masyarakat, maka disepakati dua hal. Pertama, mengembalikan fungsi bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah menjadi rumah pendeta. Kedua, pemkab akan memfasilitasi lokasi pemindahan. “Nanti akan kami evaluasi terkait IMB-nya. Kemudian, pemkab memfasilitasi adanya Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang nanti akan kami carikan tempatnya secara bersama-sama. Kami akan memberikan keputusan lokasi yang representatif untuk pembangunan gereja dan fasilitasnya yang mendukung,” katanya.

Menurutnya, fasilitasi pemindahan tersebut bakal tetap melewati sejumlah prosedur yang sudah diatur. Baik untuk pemenuhan persyaratan dalam pengajuan IMB pembangunan tempat ibadah umat kristiani, maupun pemberian pemahaman kepada masyarakat sekitar lokasi yang bakal dibangun gereja itu.

TEMPEH KIDUL, Radar Semeru – Buntut perselisihan mengenai renovasi rumah pendeta menjadi gereja di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, akhirnya menemukan titik terang. Kemarin, jajaran Forkopimda Lumajang menggelar rapat terbatas. Hasilnya, gereja itu bakal dipindah ke tempat lain.

Sebelumnya, lokasi rumah pendeta yang belakangan beralih menjadi gereja itu telah mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, rupanya IMB itu akan dievaluasi. Renovasi yang sedang berjalan tetap dipersilakan untuk terus dilanjutkan, tetapi peruntukannya dikembalikan ke rumah pendeta, bukan gereja.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, setelah melakukan pertimbangan-pertimbangan, baik dari segi administratif maupun kondisi sosial masyarakat, maka disepakati dua hal. Pertama, mengembalikan fungsi bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah menjadi rumah pendeta. Kedua, pemkab akan memfasilitasi lokasi pemindahan. “Nanti akan kami evaluasi terkait IMB-nya. Kemudian, pemkab memfasilitasi adanya Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang nanti akan kami carikan tempatnya secara bersama-sama. Kami akan memberikan keputusan lokasi yang representatif untuk pembangunan gereja dan fasilitasnya yang mendukung,” katanya.

Menurutnya, fasilitasi pemindahan tersebut bakal tetap melewati sejumlah prosedur yang sudah diatur. Baik untuk pemenuhan persyaratan dalam pengajuan IMB pembangunan tempat ibadah umat kristiani, maupun pemberian pemahaman kepada masyarakat sekitar lokasi yang bakal dibangun gereja itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/