alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Temukan Sepuluh Persen Pemohon Dobel

Saat Verifikasi, Puluhan Ribu Paket Beras Tersalurkan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Data penerima bantuan beras bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sudah selesai diverifikasi. Hasilnya, sekitar sepuluh persen dari penerima bantuan merupakan data ganda. Meski demikian, bantuan tetap disalurkan, kemarin.

Hingga kemarin, sebanyak 20.628 paket beras berisi lima kilogram didistribusikan kembali. Namun, penerima tidak hanya pedagang kaki lima (PKL), melainkan diperluas kembali sesuai hasil verifikasi. “Kami sudah verifikasi dengan Dinas Sosial. Hasilnya, kami masih menemukan penerima ganda atau dobel,” kata Atok Hasan Sanusi, Ketua Baznas Lumajang.

Penerima ganda, lanjut Atok, hanya dipilih salah satu. Sebab, pihaknya menemukan data ganda tersebut tidak hanya melalui kecamatan dan online. Melainkan dobel dengan bantuan pemerintah lainnya seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), dan lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Setelah diverifikasi, penyusutannya tidak terlalu signifikan. Hanya sekitar lima hingga sepuluh persen data ganda. Nah, yang ganda ini kami coret. Misalnya di Kecamatan Tempursari. Kami temukan sekitar 15 penerima ganda dengan bantuan PKH, BLT, dan lainnya,” lanjutnya.

Menurutnya, penerima bantuan bisa terus bertambah. Sebab, hingga kemarin, pihaknya sudah menyalurkan hampir 80 persen dari target sasaran. “Ada juga kecamatan yang tidak memenuhi target 700 penerima. Sehingga, siapa pun yang terdampak bisa mendaftarkan lewat kecamatan dan berhak mendapatkan,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Data penerima bantuan beras bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sudah selesai diverifikasi. Hasilnya, sekitar sepuluh persen dari penerima bantuan merupakan data ganda. Meski demikian, bantuan tetap disalurkan, kemarin.

Hingga kemarin, sebanyak 20.628 paket beras berisi lima kilogram didistribusikan kembali. Namun, penerima tidak hanya pedagang kaki lima (PKL), melainkan diperluas kembali sesuai hasil verifikasi. “Kami sudah verifikasi dengan Dinas Sosial. Hasilnya, kami masih menemukan penerima ganda atau dobel,” kata Atok Hasan Sanusi, Ketua Baznas Lumajang.

Penerima ganda, lanjut Atok, hanya dipilih salah satu. Sebab, pihaknya menemukan data ganda tersebut tidak hanya melalui kecamatan dan online. Melainkan dobel dengan bantuan pemerintah lainnya seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), dan lainnya.

“Setelah diverifikasi, penyusutannya tidak terlalu signifikan. Hanya sekitar lima hingga sepuluh persen data ganda. Nah, yang ganda ini kami coret. Misalnya di Kecamatan Tempursari. Kami temukan sekitar 15 penerima ganda dengan bantuan PKH, BLT, dan lainnya,” lanjutnya.

Menurutnya, penerima bantuan bisa terus bertambah. Sebab, hingga kemarin, pihaknya sudah menyalurkan hampir 80 persen dari target sasaran. “Ada juga kecamatan yang tidak memenuhi target 700 penerima. Sehingga, siapa pun yang terdampak bisa mendaftarkan lewat kecamatan dan berhak mendapatkan,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Data penerima bantuan beras bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sudah selesai diverifikasi. Hasilnya, sekitar sepuluh persen dari penerima bantuan merupakan data ganda. Meski demikian, bantuan tetap disalurkan, kemarin.

Hingga kemarin, sebanyak 20.628 paket beras berisi lima kilogram didistribusikan kembali. Namun, penerima tidak hanya pedagang kaki lima (PKL), melainkan diperluas kembali sesuai hasil verifikasi. “Kami sudah verifikasi dengan Dinas Sosial. Hasilnya, kami masih menemukan penerima ganda atau dobel,” kata Atok Hasan Sanusi, Ketua Baznas Lumajang.

Penerima ganda, lanjut Atok, hanya dipilih salah satu. Sebab, pihaknya menemukan data ganda tersebut tidak hanya melalui kecamatan dan online. Melainkan dobel dengan bantuan pemerintah lainnya seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), dan lainnya.

“Setelah diverifikasi, penyusutannya tidak terlalu signifikan. Hanya sekitar lima hingga sepuluh persen data ganda. Nah, yang ganda ini kami coret. Misalnya di Kecamatan Tempursari. Kami temukan sekitar 15 penerima ganda dengan bantuan PKH, BLT, dan lainnya,” lanjutnya.

Menurutnya, penerima bantuan bisa terus bertambah. Sebab, hingga kemarin, pihaknya sudah menyalurkan hampir 80 persen dari target sasaran. “Ada juga kecamatan yang tidak memenuhi target 700 penerima. Sehingga, siapa pun yang terdampak bisa mendaftarkan lewat kecamatan dan berhak mendapatkan,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/