alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Sekolah Tatap Muka Terbatas Dibatalkan

MPLS Terpaksa Dilaksanakan Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 12 Juli mendatang resmi dibatalkan. Hal tersebut merupakan imbas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3-20 Juli. Padahal, Dinas Pendidikan (Dindik) Lumajang sudah menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan PTMT. Bahkan, berkas tersebut sudah diterima dan tinggal menunggu persetujuan bupati.

Namun, masyarakat kini tidak lagi tenang. Sebab, kebahagiaan bisa mengantar anak ke sekolah terpaksa dipendam kembali. Pasalnya, pembelajaran di awal tahun ajaran baru 2021/2022 dilaksanakan dengan daring. Terutama kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut biasanya dilakukan sebelum pembelajaran awal tahun dimulai. Namun, MPLS di tahun ini, yang rencananya dilaksanakan dengan tatap muka, juga terkena imbasnya.

Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar Dindik Lumajang Winarto Laksono mengatakan, hal tersebut menindaklanjuti instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. “Ini juga mengacu pada penyampaian bupati kemarin (Kamis, Red) tentang PPKM darurat. Sehingga, juknis yang sudah kami buat sebelumnya tentang PTMT harus dibatalkan sementara. Termasuk juga perubahan kegiatan MPLS dari tatap muka menjadi daring,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, surat pelaksanaan MPLS tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah disebar ke semua lembaga SD dan SMP terpaksa dicabut. Pihaknya kini menyuratkan kembali ke semua sekolah untuk melaksanakan secara daring.

“Surat sudah ada di pimpinan. Rencananya Senin dilayangkan ke masing-masing lembaga sekolah. Berkaitan dengan juknisnya seperti apa, kami menyerahkannya ke lembaga. Bisa mengacu pada pelaksanaan MPLS tahun lalu. Namun, kami menekankan pelaksanaan MPLS dengan cara daring,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 12 Juli mendatang resmi dibatalkan. Hal tersebut merupakan imbas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3-20 Juli. Padahal, Dinas Pendidikan (Dindik) Lumajang sudah menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan PTMT. Bahkan, berkas tersebut sudah diterima dan tinggal menunggu persetujuan bupati.

Namun, masyarakat kini tidak lagi tenang. Sebab, kebahagiaan bisa mengantar anak ke sekolah terpaksa dipendam kembali. Pasalnya, pembelajaran di awal tahun ajaran baru 2021/2022 dilaksanakan dengan daring. Terutama kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut biasanya dilakukan sebelum pembelajaran awal tahun dimulai. Namun, MPLS di tahun ini, yang rencananya dilaksanakan dengan tatap muka, juga terkena imbasnya.

Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar Dindik Lumajang Winarto Laksono mengatakan, hal tersebut menindaklanjuti instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. “Ini juga mengacu pada penyampaian bupati kemarin (Kamis, Red) tentang PPKM darurat. Sehingga, juknis yang sudah kami buat sebelumnya tentang PTMT harus dibatalkan sementara. Termasuk juga perubahan kegiatan MPLS dari tatap muka menjadi daring,” katanya.

Dia menjelaskan, surat pelaksanaan MPLS tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah disebar ke semua lembaga SD dan SMP terpaksa dicabut. Pihaknya kini menyuratkan kembali ke semua sekolah untuk melaksanakan secara daring.

“Surat sudah ada di pimpinan. Rencananya Senin dilayangkan ke masing-masing lembaga sekolah. Berkaitan dengan juknisnya seperti apa, kami menyerahkannya ke lembaga. Bisa mengacu pada pelaksanaan MPLS tahun lalu. Namun, kami menekankan pelaksanaan MPLS dengan cara daring,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 12 Juli mendatang resmi dibatalkan. Hal tersebut merupakan imbas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3-20 Juli. Padahal, Dinas Pendidikan (Dindik) Lumajang sudah menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan PTMT. Bahkan, berkas tersebut sudah diterima dan tinggal menunggu persetujuan bupati.

Namun, masyarakat kini tidak lagi tenang. Sebab, kebahagiaan bisa mengantar anak ke sekolah terpaksa dipendam kembali. Pasalnya, pembelajaran di awal tahun ajaran baru 2021/2022 dilaksanakan dengan daring. Terutama kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut biasanya dilakukan sebelum pembelajaran awal tahun dimulai. Namun, MPLS di tahun ini, yang rencananya dilaksanakan dengan tatap muka, juga terkena imbasnya.

Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar Dindik Lumajang Winarto Laksono mengatakan, hal tersebut menindaklanjuti instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. “Ini juga mengacu pada penyampaian bupati kemarin (Kamis, Red) tentang PPKM darurat. Sehingga, juknis yang sudah kami buat sebelumnya tentang PTMT harus dibatalkan sementara. Termasuk juga perubahan kegiatan MPLS dari tatap muka menjadi daring,” katanya.

Dia menjelaskan, surat pelaksanaan MPLS tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah disebar ke semua lembaga SD dan SMP terpaksa dicabut. Pihaknya kini menyuratkan kembali ke semua sekolah untuk melaksanakan secara daring.

“Surat sudah ada di pimpinan. Rencananya Senin dilayangkan ke masing-masing lembaga sekolah. Berkaitan dengan juknisnya seperti apa, kami menyerahkannya ke lembaga. Bisa mengacu pada pelaksanaan MPLS tahun lalu. Namun, kami menekankan pelaksanaan MPLS dengan cara daring,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/