alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Enam Warga Terpapar Virus Cikungunya

Langsung Fogging Puluhan Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIBOTO KIDUL, Radar Semeru – Virus cikungunya tidak boleh dipandang sepele. Sebab, virus ini bisa menular dengan cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meski gejala yang dialami mirip dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), sebenarnya keduanya berbeda. Sehingga perlu dilakukan uji laboratorium untuk memastikannya.

BACA JUGA : Anggap sebagai Cenderamata dari Wapres

Selama ini, virus cikungunya kerap muncul saat musim hujan dan pancaroba. Terlebih nyamuk itu berkembang biak dengan cepat di kawasan kumuh serta genangan air yang tidak dikuras dan terbuka. Sehingga masyarakat bisa terpapar dengan mudah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti yang dialami enam warga Dusun Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Kuat dugaan mereka terpapar virus itu sejak sepekan lalu. “Awalnya salah satu warga melaporkan ke kami demam, pegal, dan lemas. Karena curiga virus cikungunya atau DBD, kami langsung melakukan pemeriksaan dengan Puskesmas Jatiroto,” ungkap kasun setempat, Slamet Wahyudi.

Selanjutnya, puskesmas bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Lumajang langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya, uji laboratorium menunjukkan lima warga dewasa dipastikan terinfeksi virus cikungunya. Sementara, satu lainnya yang masih anak-anak belum diketahui. Sebab, sampel yang diambil masih dilakukan pengujian laboratorium di Surabaya.

- Advertisement -

KALIBOTO KIDUL, Radar Semeru – Virus cikungunya tidak boleh dipandang sepele. Sebab, virus ini bisa menular dengan cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meski gejala yang dialami mirip dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), sebenarnya keduanya berbeda. Sehingga perlu dilakukan uji laboratorium untuk memastikannya.

BACA JUGA : Anggap sebagai Cenderamata dari Wapres

Selama ini, virus cikungunya kerap muncul saat musim hujan dan pancaroba. Terlebih nyamuk itu berkembang biak dengan cepat di kawasan kumuh serta genangan air yang tidak dikuras dan terbuka. Sehingga masyarakat bisa terpapar dengan mudah.

Seperti yang dialami enam warga Dusun Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Kuat dugaan mereka terpapar virus itu sejak sepekan lalu. “Awalnya salah satu warga melaporkan ke kami demam, pegal, dan lemas. Karena curiga virus cikungunya atau DBD, kami langsung melakukan pemeriksaan dengan Puskesmas Jatiroto,” ungkap kasun setempat, Slamet Wahyudi.

Selanjutnya, puskesmas bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Lumajang langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya, uji laboratorium menunjukkan lima warga dewasa dipastikan terinfeksi virus cikungunya. Sementara, satu lainnya yang masih anak-anak belum diketahui. Sebab, sampel yang diambil masih dilakukan pengujian laboratorium di Surabaya.

KALIBOTO KIDUL, Radar Semeru – Virus cikungunya tidak boleh dipandang sepele. Sebab, virus ini bisa menular dengan cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meski gejala yang dialami mirip dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), sebenarnya keduanya berbeda. Sehingga perlu dilakukan uji laboratorium untuk memastikannya.

BACA JUGA : Anggap sebagai Cenderamata dari Wapres

Selama ini, virus cikungunya kerap muncul saat musim hujan dan pancaroba. Terlebih nyamuk itu berkembang biak dengan cepat di kawasan kumuh serta genangan air yang tidak dikuras dan terbuka. Sehingga masyarakat bisa terpapar dengan mudah.

Seperti yang dialami enam warga Dusun Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Kuat dugaan mereka terpapar virus itu sejak sepekan lalu. “Awalnya salah satu warga melaporkan ke kami demam, pegal, dan lemas. Karena curiga virus cikungunya atau DBD, kami langsung melakukan pemeriksaan dengan Puskesmas Jatiroto,” ungkap kasun setempat, Slamet Wahyudi.

Selanjutnya, puskesmas bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Lumajang langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya, uji laboratorium menunjukkan lima warga dewasa dipastikan terinfeksi virus cikungunya. Sementara, satu lainnya yang masih anak-anak belum diketahui. Sebab, sampel yang diambil masih dilakukan pengujian laboratorium di Surabaya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/