alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kembangkan Sistem Bioflok

Menambah Produktivitas Budi Daya Ikan Lele

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak peluang usaha yang dapat dicoba selama masa pandemi. Keberanian dan cakap melihat peluang merupakan modal utama. Sebab, keduanya akan mengantarkan masyarakat membuka usaha sendiri. Salah satunya dengan budi daya ikan lele menggunakan sistem bioflok.

Sistem bioflok menjadi salah satu peluang yang dapat diambil dan dikembangkan masyarakat. Sehingga, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang mengenalkan sistem bioflok ke masyarakat, kemarin. Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pelaku usaha budi daya ikan lele di aula Kantor Dinas Perikanan Lumajang.

Krisbiantoro, narasumber Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, mengatakan, sistem bioflok memiliki keunggulan daripada budi daya secara konvensional. Sebab, sistem tersebut menumbuhkan mikroorganisme yang dapat mengolah limbah budi daya ikan lele.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini adalah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah limbah budi daya lele itu sendiri. Limbah tersebut diolah menjadi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil. Nah, ini yang biasanya disebut sebagai flok,” katanya.

Dia menjelaskan, flok tersebut akan dimanfaatkan sebagai pakan alami lele. “Untuk itu, para pelaku budi daya harus menggunakan cara kultur bakteri nonpatogen atau probiotik. Ini akan memudahkan pengembangan bioflok dalam budi daya ikan. Tentunya, aerator juga dibutuhkan sebagai penyuplai oksigen dalam kolam,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak peluang usaha yang dapat dicoba selama masa pandemi. Keberanian dan cakap melihat peluang merupakan modal utama. Sebab, keduanya akan mengantarkan masyarakat membuka usaha sendiri. Salah satunya dengan budi daya ikan lele menggunakan sistem bioflok.

Sistem bioflok menjadi salah satu peluang yang dapat diambil dan dikembangkan masyarakat. Sehingga, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang mengenalkan sistem bioflok ke masyarakat, kemarin. Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pelaku usaha budi daya ikan lele di aula Kantor Dinas Perikanan Lumajang.

Krisbiantoro, narasumber Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, mengatakan, sistem bioflok memiliki keunggulan daripada budi daya secara konvensional. Sebab, sistem tersebut menumbuhkan mikroorganisme yang dapat mengolah limbah budi daya ikan lele.

“Ini adalah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah limbah budi daya lele itu sendiri. Limbah tersebut diolah menjadi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil. Nah, ini yang biasanya disebut sebagai flok,” katanya.

Dia menjelaskan, flok tersebut akan dimanfaatkan sebagai pakan alami lele. “Untuk itu, para pelaku budi daya harus menggunakan cara kultur bakteri nonpatogen atau probiotik. Ini akan memudahkan pengembangan bioflok dalam budi daya ikan. Tentunya, aerator juga dibutuhkan sebagai penyuplai oksigen dalam kolam,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak peluang usaha yang dapat dicoba selama masa pandemi. Keberanian dan cakap melihat peluang merupakan modal utama. Sebab, keduanya akan mengantarkan masyarakat membuka usaha sendiri. Salah satunya dengan budi daya ikan lele menggunakan sistem bioflok.

Sistem bioflok menjadi salah satu peluang yang dapat diambil dan dikembangkan masyarakat. Sehingga, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang mengenalkan sistem bioflok ke masyarakat, kemarin. Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pelaku usaha budi daya ikan lele di aula Kantor Dinas Perikanan Lumajang.

Krisbiantoro, narasumber Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, mengatakan, sistem bioflok memiliki keunggulan daripada budi daya secara konvensional. Sebab, sistem tersebut menumbuhkan mikroorganisme yang dapat mengolah limbah budi daya ikan lele.

“Ini adalah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah limbah budi daya lele itu sendiri. Limbah tersebut diolah menjadi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil. Nah, ini yang biasanya disebut sebagai flok,” katanya.

Dia menjelaskan, flok tersebut akan dimanfaatkan sebagai pakan alami lele. “Untuk itu, para pelaku budi daya harus menggunakan cara kultur bakteri nonpatogen atau probiotik. Ini akan memudahkan pengembangan bioflok dalam budi daya ikan. Tentunya, aerator juga dibutuhkan sebagai penyuplai oksigen dalam kolam,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/