alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Banyak Lulusan Memilih Pesantren

Hindari Bermain dan Kecanduan Gawai

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak hanya ekonomi yang terdampak pandemi. Sektor pendidikan juga kena imbasnya. Banyak orang tua yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren ketimbang sekolah. Alasannya sederhana, pondok pesantren lebih menjanjikan pembelajaran tatap muka.

Ketidakjelasan pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi masalah. Sebagian orang tua khawatir, pembelajaran dalam jaringan (daring) berdampak buruk bagi anak. Misalnya anak lebih senang bermain game online daripada belajar secara online.

Seperti yang diungkapkan Arni, salah satu orang tua. Dia memilih mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren daripada sekolah formal. “Ada ketakutan sendiri kalau anak saya malah bermain handphone terus. Karena sekarang, semuanya serba lewat online. Saya jadi takut,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hengky, penanggung jawab galeri Mitranusa, mengatakan, sempat ada penolakan dari anak. Namun, dia memberikan penjelasan pentingnya belajar agama di tengah kondisi seperti ini. “Saya tidak memaksanya. Tetapi, setelah dijelaskan, anak saya akhirnya mau mondok. Karena di pondok, mereka belajar tatap muka dengan guru. Sedangkan kalau sekolah masih ada yang daring,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak hanya ekonomi yang terdampak pandemi. Sektor pendidikan juga kena imbasnya. Banyak orang tua yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren ketimbang sekolah. Alasannya sederhana, pondok pesantren lebih menjanjikan pembelajaran tatap muka.

Ketidakjelasan pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi masalah. Sebagian orang tua khawatir, pembelajaran dalam jaringan (daring) berdampak buruk bagi anak. Misalnya anak lebih senang bermain game online daripada belajar secara online.

Seperti yang diungkapkan Arni, salah satu orang tua. Dia memilih mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren daripada sekolah formal. “Ada ketakutan sendiri kalau anak saya malah bermain handphone terus. Karena sekarang, semuanya serba lewat online. Saya jadi takut,” ungkapnya.

Hengky, penanggung jawab galeri Mitranusa, mengatakan, sempat ada penolakan dari anak. Namun, dia memberikan penjelasan pentingnya belajar agama di tengah kondisi seperti ini. “Saya tidak memaksanya. Tetapi, setelah dijelaskan, anak saya akhirnya mau mondok. Karena di pondok, mereka belajar tatap muka dengan guru. Sedangkan kalau sekolah masih ada yang daring,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak hanya ekonomi yang terdampak pandemi. Sektor pendidikan juga kena imbasnya. Banyak orang tua yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren ketimbang sekolah. Alasannya sederhana, pondok pesantren lebih menjanjikan pembelajaran tatap muka.

Ketidakjelasan pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi masalah. Sebagian orang tua khawatir, pembelajaran dalam jaringan (daring) berdampak buruk bagi anak. Misalnya anak lebih senang bermain game online daripada belajar secara online.

Seperti yang diungkapkan Arni, salah satu orang tua. Dia memilih mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren daripada sekolah formal. “Ada ketakutan sendiri kalau anak saya malah bermain handphone terus. Karena sekarang, semuanya serba lewat online. Saya jadi takut,” ungkapnya.

Hengky, penanggung jawab galeri Mitranusa, mengatakan, sempat ada penolakan dari anak. Namun, dia memberikan penjelasan pentingnya belajar agama di tengah kondisi seperti ini. “Saya tidak memaksanya. Tetapi, setelah dijelaskan, anak saya akhirnya mau mondok. Karena di pondok, mereka belajar tatap muka dengan guru. Sedangkan kalau sekolah masih ada yang daring,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/