alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jual SKAB Milik Ketua APRI

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beredarnya video rekaman penjualan surat keterangan asal barang (SKAB) di Candipuro terus menemukan titik terang. Asosiasi Penambang Lumajang (APL) terang-terangan menawarkan pembelian SKAB milik Ketua APRI kepada sopir armada truk yang tidak membawa surat tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, petugas APL menawarkan pembelian surat beberapa penambang yang mengantongi izin usaha pertambangan operasional (IUP-OP). Termasuk milik Sofyanto, Ketua APRI. Padahal izin lokasi pertambangan milik Sofyanto berada di kawasan Sumbersuko.

Imron, salah satu anggota paguyuban truk pasir, mengatakan, beberapa hari ini petugas meminta sopir yang tidak membawa SKAB untuk membeli di tengah jalan. Jika tidak membeli, mereka bakal memotret truk dan mencatat nomor kendaraan setiap sopir. Alasannya, untuk dokumentasi kendaraan yang tidak patuh bayar pajak pasir.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kewenangan APL ini sebagai apa, dia juga bukan bagian Satpol PP yang punya hak untuk menertibkan. Mereka juga bukan BPRD yang bisa memungut pajak pasir yang kami beli dari lokasi pertambangan. Tapi, tiba-tiba memberhentikan dan melihat SKAB yang kami pegang. Kalau tidak ada, disuruh beli. Milik Pak Sofyan lagi,” jelasnya.

Ketua APL Rudi mengatakan, setidaknya ada 31 penambang yang sudah tergabung dalam asosiasi. Menurutnya, dia bekerja sama dengan puluhan penambang untuk memonitor sopir truk yang keluar dari lokasi pertambangan. Terutama pada sopir-sopir yang tidak membawa SKAB ketika mengangkut pasir.

“Saya ini diberi mandat oleh penambang yang tergabung dengan kami. Kami adalah kepanjangan tangan dari penambang legal untuk memastikan para sopir-sopir itu mempunyai SKAB dan membayar pajak. Sebab, mereka mengambil pasir berdekatan dengan titik koordinat pertambangan para pemilik izin,” paparnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beredarnya video rekaman penjualan surat keterangan asal barang (SKAB) di Candipuro terus menemukan titik terang. Asosiasi Penambang Lumajang (APL) terang-terangan menawarkan pembelian SKAB milik Ketua APRI kepada sopir armada truk yang tidak membawa surat tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, petugas APL menawarkan pembelian surat beberapa penambang yang mengantongi izin usaha pertambangan operasional (IUP-OP). Termasuk milik Sofyanto, Ketua APRI. Padahal izin lokasi pertambangan milik Sofyanto berada di kawasan Sumbersuko.

Imron, salah satu anggota paguyuban truk pasir, mengatakan, beberapa hari ini petugas meminta sopir yang tidak membawa SKAB untuk membeli di tengah jalan. Jika tidak membeli, mereka bakal memotret truk dan mencatat nomor kendaraan setiap sopir. Alasannya, untuk dokumentasi kendaraan yang tidak patuh bayar pajak pasir.

“Kewenangan APL ini sebagai apa, dia juga bukan bagian Satpol PP yang punya hak untuk menertibkan. Mereka juga bukan BPRD yang bisa memungut pajak pasir yang kami beli dari lokasi pertambangan. Tapi, tiba-tiba memberhentikan dan melihat SKAB yang kami pegang. Kalau tidak ada, disuruh beli. Milik Pak Sofyan lagi,” jelasnya.

Ketua APL Rudi mengatakan, setidaknya ada 31 penambang yang sudah tergabung dalam asosiasi. Menurutnya, dia bekerja sama dengan puluhan penambang untuk memonitor sopir truk yang keluar dari lokasi pertambangan. Terutama pada sopir-sopir yang tidak membawa SKAB ketika mengangkut pasir.

“Saya ini diberi mandat oleh penambang yang tergabung dengan kami. Kami adalah kepanjangan tangan dari penambang legal untuk memastikan para sopir-sopir itu mempunyai SKAB dan membayar pajak. Sebab, mereka mengambil pasir berdekatan dengan titik koordinat pertambangan para pemilik izin,” paparnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beredarnya video rekaman penjualan surat keterangan asal barang (SKAB) di Candipuro terus menemukan titik terang. Asosiasi Penambang Lumajang (APL) terang-terangan menawarkan pembelian SKAB milik Ketua APRI kepada sopir armada truk yang tidak membawa surat tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, petugas APL menawarkan pembelian surat beberapa penambang yang mengantongi izin usaha pertambangan operasional (IUP-OP). Termasuk milik Sofyanto, Ketua APRI. Padahal izin lokasi pertambangan milik Sofyanto berada di kawasan Sumbersuko.

Imron, salah satu anggota paguyuban truk pasir, mengatakan, beberapa hari ini petugas meminta sopir yang tidak membawa SKAB untuk membeli di tengah jalan. Jika tidak membeli, mereka bakal memotret truk dan mencatat nomor kendaraan setiap sopir. Alasannya, untuk dokumentasi kendaraan yang tidak patuh bayar pajak pasir.

“Kewenangan APL ini sebagai apa, dia juga bukan bagian Satpol PP yang punya hak untuk menertibkan. Mereka juga bukan BPRD yang bisa memungut pajak pasir yang kami beli dari lokasi pertambangan. Tapi, tiba-tiba memberhentikan dan melihat SKAB yang kami pegang. Kalau tidak ada, disuruh beli. Milik Pak Sofyan lagi,” jelasnya.

Ketua APL Rudi mengatakan, setidaknya ada 31 penambang yang sudah tergabung dalam asosiasi. Menurutnya, dia bekerja sama dengan puluhan penambang untuk memonitor sopir truk yang keluar dari lokasi pertambangan. Terutama pada sopir-sopir yang tidak membawa SKAB ketika mengangkut pasir.

“Saya ini diberi mandat oleh penambang yang tergabung dengan kami. Kami adalah kepanjangan tangan dari penambang legal untuk memastikan para sopir-sopir itu mempunyai SKAB dan membayar pajak. Sebab, mereka mengambil pasir berdekatan dengan titik koordinat pertambangan para pemilik izin,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/