alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Naik Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi sejak Minggu lalu (27/02). Hal itu hanya berlaku pada tabung LPG berukuran 5 kilogram dan 12 kilogram saja. Sehingga, dalam kurun waktu dua bulan, kenaikan harga terjadi dua kali.

Sebelumnya harga LPG nonsubsidi dibanderol Rp 11.500 per kilogram. Namun, pada Desember tahun lalu naik menjadi Rp 13.500 kilogram. Akhir Februari harganya naik lagi menjadi Rp 15.500 per kilogram. Kenaikan ini tentu mengejutkan. Imbasnya, agen LPG banyak menerima keluhan dari masyarakat.

“Banyak yang kaget. Mereka tidak tahu kalau harganya yang naik itu juga berlaku di Lumajang. Apalagi ini kenaikan kali kedua. Wah, saya jadi tempat keluh kesah masyarakat,” ungkap salah satu pemilik agen LPG di Tompokersan, Abdul Hamid.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi sejak Minggu lalu (27/02). Hal itu hanya berlaku pada tabung LPG berukuran 5 kilogram dan 12 kilogram saja. Sehingga, dalam kurun waktu dua bulan, kenaikan harga terjadi dua kali.

Sebelumnya harga LPG nonsubsidi dibanderol Rp 11.500 per kilogram. Namun, pada Desember tahun lalu naik menjadi Rp 13.500 kilogram. Akhir Februari harganya naik lagi menjadi Rp 15.500 per kilogram. Kenaikan ini tentu mengejutkan. Imbasnya, agen LPG banyak menerima keluhan dari masyarakat.

“Banyak yang kaget. Mereka tidak tahu kalau harganya yang naik itu juga berlaku di Lumajang. Apalagi ini kenaikan kali kedua. Wah, saya jadi tempat keluh kesah masyarakat,” ungkap salah satu pemilik agen LPG di Tompokersan, Abdul Hamid.

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi sejak Minggu lalu (27/02). Hal itu hanya berlaku pada tabung LPG berukuran 5 kilogram dan 12 kilogram saja. Sehingga, dalam kurun waktu dua bulan, kenaikan harga terjadi dua kali.

Sebelumnya harga LPG nonsubsidi dibanderol Rp 11.500 per kilogram. Namun, pada Desember tahun lalu naik menjadi Rp 13.500 kilogram. Akhir Februari harganya naik lagi menjadi Rp 15.500 per kilogram. Kenaikan ini tentu mengejutkan. Imbasnya, agen LPG banyak menerima keluhan dari masyarakat.

“Banyak yang kaget. Mereka tidak tahu kalau harganya yang naik itu juga berlaku di Lumajang. Apalagi ini kenaikan kali kedua. Wah, saya jadi tempat keluh kesah masyarakat,” ungkap salah satu pemilik agen LPG di Tompokersan, Abdul Hamid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/