alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Korupsi Belasan Juta, Sekdes Selok Awar-Awar Lumajang Dipecat

Diduga Rugikan Keuangan Negara Belasan Juta Rupiah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Jika main-main dengan uang negara, jangan harap bisa tenang-tenang saja. Kerugian puluhan juta pun rupanya dapat berbuntut panjang. Akibat kerugian dalam penggunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2019, Sekretaris Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian kabarnya dipecat.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pelaksanaan program pembangunan infrastruktur fisik menggunakan dana BKK tersebut terjadi sebelum pelaksanaan pilkades serentak tahun 2019 lalu. Hingga Kades Didik Nurhandoko terpilih dan dilantik tahun 2020, program tersebut tak segera direalisasikan.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Mustajib membenarkan pemecatan tersebut. Menurutnya, sebelum dilangsungkan serah terima jabatan kepala desa yang lama dengan yang baru, rupanya muncul kecurigaan. Temuan Inspektorat Lumajang, kepala desa yang lama masih memiliki tanggungan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Itu sudah diperingati secara lisan oleh Kades Didik. Janjinya tahun 2020 dikerjakan. Tetapi, sampai setahun lewat ternyata tidak ada pembangunan infrastruktur. Kemudian, akhirnya dibangun, lalu muncul kerugian belasan juta. Atas dasar itu, kades tersebut melakukan pemecatan pada sekdesnya,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Jika main-main dengan uang negara, jangan harap bisa tenang-tenang saja. Kerugian puluhan juta pun rupanya dapat berbuntut panjang. Akibat kerugian dalam penggunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2019, Sekretaris Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian kabarnya dipecat.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pelaksanaan program pembangunan infrastruktur fisik menggunakan dana BKK tersebut terjadi sebelum pelaksanaan pilkades serentak tahun 2019 lalu. Hingga Kades Didik Nurhandoko terpilih dan dilantik tahun 2020, program tersebut tak segera direalisasikan.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Mustajib membenarkan pemecatan tersebut. Menurutnya, sebelum dilangsungkan serah terima jabatan kepala desa yang lama dengan yang baru, rupanya muncul kecurigaan. Temuan Inspektorat Lumajang, kepala desa yang lama masih memiliki tanggungan.

“Itu sudah diperingati secara lisan oleh Kades Didik. Janjinya tahun 2020 dikerjakan. Tetapi, sampai setahun lewat ternyata tidak ada pembangunan infrastruktur. Kemudian, akhirnya dibangun, lalu muncul kerugian belasan juta. Atas dasar itu, kades tersebut melakukan pemecatan pada sekdesnya,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Jika main-main dengan uang negara, jangan harap bisa tenang-tenang saja. Kerugian puluhan juta pun rupanya dapat berbuntut panjang. Akibat kerugian dalam penggunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2019, Sekretaris Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian kabarnya dipecat.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pelaksanaan program pembangunan infrastruktur fisik menggunakan dana BKK tersebut terjadi sebelum pelaksanaan pilkades serentak tahun 2019 lalu. Hingga Kades Didik Nurhandoko terpilih dan dilantik tahun 2020, program tersebut tak segera direalisasikan.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Mustajib membenarkan pemecatan tersebut. Menurutnya, sebelum dilangsungkan serah terima jabatan kepala desa yang lama dengan yang baru, rupanya muncul kecurigaan. Temuan Inspektorat Lumajang, kepala desa yang lama masih memiliki tanggungan.

“Itu sudah diperingati secara lisan oleh Kades Didik. Janjinya tahun 2020 dikerjakan. Tetapi, sampai setahun lewat ternyata tidak ada pembangunan infrastruktur. Kemudian, akhirnya dibangun, lalu muncul kerugian belasan juta. Atas dasar itu, kades tersebut melakukan pemecatan pada sekdesnya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/