alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Kuncinya Pada Sistem, Bersyukur dan Berfikir Positif

Masih ada masyarakat yang memandang bahwa pemimpin adalah ranah laki-laki. Sedangkan perempuan berurusan dengan dapur, sumur dan kasur. Pandangan rendah itu dipatahkan Retno Wulan Andari. Kepala Bappeda Lumajang ini berprinsip perempuan juga bisa memimpin.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Semua orang bisa menjadi ketua atau kepala dalam sebuah instansi. Tapi, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Hal tersebut tepat ditujukan kepada Retno Wulan Andari. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang itu menunjukkan, sosok perempuan juga bisa menjadi pemimpin.

Dalam obrolan perempuan yang menjadi salah satu program acara Radar Semeru TV, Retno, sapaan akrabnya menjelaskan menjadi pemimpin perempuan tidaklah sulit. Sebab, perempuan juga memiliki hak yang sama dalam kepemimpinan. Namun, seringkali anggapan perempuan tidak pantas menjadi seorang pemimpin melemahkan langkah perempuan untuk memimpin.

“Menjadi pemimpin perempuan itu sangat mudah. Hanya diperlukan tiga hal. Supproting System yang baik, bersyukur, dan selalu berpikiran yang positif. Ketiga hal itu akan memberikan keberanian kita sebagai perempuan untuk menjadi seorang pemimpin,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, dukungan keluarga menjadi hal utama bagi seseorang menjadi pemimpin. Terutama restu dari kedua orang tua. Hal itulah yang mengantarkannya menjadi salah satu pemimpin perempuan di Lumajang. Sebab, tanpa dukungan keluarga, kekuatan menjadi pemimpin tidak pernah ada. “Alhamdulillah, selama ini, keluarga sangat mendukung aktivitas saya,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Semua orang bisa menjadi ketua atau kepala dalam sebuah instansi. Tapi, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Hal tersebut tepat ditujukan kepada Retno Wulan Andari. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang itu menunjukkan, sosok perempuan juga bisa menjadi pemimpin.

Dalam obrolan perempuan yang menjadi salah satu program acara Radar Semeru TV, Retno, sapaan akrabnya menjelaskan menjadi pemimpin perempuan tidaklah sulit. Sebab, perempuan juga memiliki hak yang sama dalam kepemimpinan. Namun, seringkali anggapan perempuan tidak pantas menjadi seorang pemimpin melemahkan langkah perempuan untuk memimpin.

“Menjadi pemimpin perempuan itu sangat mudah. Hanya diperlukan tiga hal. Supproting System yang baik, bersyukur, dan selalu berpikiran yang positif. Ketiga hal itu akan memberikan keberanian kita sebagai perempuan untuk menjadi seorang pemimpin,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dukungan keluarga menjadi hal utama bagi seseorang menjadi pemimpin. Terutama restu dari kedua orang tua. Hal itulah yang mengantarkannya menjadi salah satu pemimpin perempuan di Lumajang. Sebab, tanpa dukungan keluarga, kekuatan menjadi pemimpin tidak pernah ada. “Alhamdulillah, selama ini, keluarga sangat mendukung aktivitas saya,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Semua orang bisa menjadi ketua atau kepala dalam sebuah instansi. Tapi, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Hal tersebut tepat ditujukan kepada Retno Wulan Andari. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang itu menunjukkan, sosok perempuan juga bisa menjadi pemimpin.

Dalam obrolan perempuan yang menjadi salah satu program acara Radar Semeru TV, Retno, sapaan akrabnya menjelaskan menjadi pemimpin perempuan tidaklah sulit. Sebab, perempuan juga memiliki hak yang sama dalam kepemimpinan. Namun, seringkali anggapan perempuan tidak pantas menjadi seorang pemimpin melemahkan langkah perempuan untuk memimpin.

“Menjadi pemimpin perempuan itu sangat mudah. Hanya diperlukan tiga hal. Supproting System yang baik, bersyukur, dan selalu berpikiran yang positif. Ketiga hal itu akan memberikan keberanian kita sebagai perempuan untuk menjadi seorang pemimpin,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dukungan keluarga menjadi hal utama bagi seseorang menjadi pemimpin. Terutama restu dari kedua orang tua. Hal itulah yang mengantarkannya menjadi salah satu pemimpin perempuan di Lumajang. Sebab, tanpa dukungan keluarga, kekuatan menjadi pemimpin tidak pernah ada. “Alhamdulillah, selama ini, keluarga sangat mendukung aktivitas saya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/