alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Amin Ajak Seluruh Komponen Bangsa Merawat Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

Amin mengatakan, empat pilar kebangsaan tersebut terdiri atas Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika negara. “Agama Islam tidak pernah mendikotomikan antara urusan dunia dan akhirat,” ucapnya.

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan modal sosial yang paling penting. Melalui Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia bisa harmonis dan merawat keindonesiaan. “Negara ini sudah banyak makan asam garam, hidup berdampingan dalam keberagamaan,” katanya.

Salah satu cara merawat keindonesiaan diperlukan beberapa syarat, yaitu persatuan dan keadilan. Jangan sampai hukum hanya berlaku pada pihak yang kritis dan tidak sependapat dengan pemerintah. “Jangan alergi dengan kritik selama dilakukan dengan data, fakta, dan argumentasi yang logis,” pungkasnya.

- Advertisement -

Amin mengatakan, empat pilar kebangsaan tersebut terdiri atas Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika negara. “Agama Islam tidak pernah mendikotomikan antara urusan dunia dan akhirat,” ucapnya.

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan modal sosial yang paling penting. Melalui Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia bisa harmonis dan merawat keindonesiaan. “Negara ini sudah banyak makan asam garam, hidup berdampingan dalam keberagamaan,” katanya.

Salah satu cara merawat keindonesiaan diperlukan beberapa syarat, yaitu persatuan dan keadilan. Jangan sampai hukum hanya berlaku pada pihak yang kritis dan tidak sependapat dengan pemerintah. “Jangan alergi dengan kritik selama dilakukan dengan data, fakta, dan argumentasi yang logis,” pungkasnya.

Amin mengatakan, empat pilar kebangsaan tersebut terdiri atas Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika negara. “Agama Islam tidak pernah mendikotomikan antara urusan dunia dan akhirat,” ucapnya.

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan modal sosial yang paling penting. Melalui Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia bisa harmonis dan merawat keindonesiaan. “Negara ini sudah banyak makan asam garam, hidup berdampingan dalam keberagamaan,” katanya.

Salah satu cara merawat keindonesiaan diperlukan beberapa syarat, yaitu persatuan dan keadilan. Jangan sampai hukum hanya berlaku pada pihak yang kritis dan tidak sependapat dengan pemerintah. “Jangan alergi dengan kritik selama dilakukan dengan data, fakta, dan argumentasi yang logis,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/