alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Jalan Macet, Truk Tak Mau Mengalah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengerjaan 40 ruas jalan kabupaten sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang, beberapa hari lalu. Praktis, aktivitas kendaraan berat serta armada truk pengangkut material jalan akan memadati jalanan. Oleh karena itu, peran personel pengatur lalu lintas dibutuhkan. Jika tidak, kejadian di Kalirejo, Tempursari, bisa kembali terjadi.

“Sekadar info Lur. Kalirejo macet total,” tulis akun Ardian Jaya. Dalam unggahan video berdurasi 48 detik tersebut dia menjelaskan kemacetan jalan di leter S desa setempat. Sontak, puluhan akun ikut berkomentar dan menanyakan penyebab kemacetan tersebut. “Ada apa? Apakah ada mobil mogok atau longsor?” tanya Hanny Rahmat. Akun Ardian Jaya langsung membalas. “Banyak truk pengangkut aspal,” balasnya.

Tidak hanya itu, dia juga menyebut para sopir truk yang terjebak dalam kemacetan tidak mau mengalah. Alhasil, kemacetan semakin panjang. Memang, dalam unggahan video itu terlihat warga membawa bendera merah kecil dan mengatur lalu lintas. Namun, kemacetan tetap tidak bisa terurai. “Gak onok sing gelem ngalah,” tulisnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lokasi jalan tersebut memang berada di dataran tinggi atau pegunungan. Praktis, ruas jalan pun sempit. Karenanya, saat terjadi kemacetan atau lainnya, kendaraan akan sulit melaju. Terlebih, jika antarsopir masih saling berebut melaju terlebih dahulu. Ditambah, di lokasi kejadian juga turun hujan. “Saking akehe truk sing liwat luur. Usum truk muat aspal saiki. Jalan sempit,” komentarnya membalas pertanyaan akun lain.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengerjaan 40 ruas jalan kabupaten sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang, beberapa hari lalu. Praktis, aktivitas kendaraan berat serta armada truk pengangkut material jalan akan memadati jalanan. Oleh karena itu, peran personel pengatur lalu lintas dibutuhkan. Jika tidak, kejadian di Kalirejo, Tempursari, bisa kembali terjadi.

“Sekadar info Lur. Kalirejo macet total,” tulis akun Ardian Jaya. Dalam unggahan video berdurasi 48 detik tersebut dia menjelaskan kemacetan jalan di leter S desa setempat. Sontak, puluhan akun ikut berkomentar dan menanyakan penyebab kemacetan tersebut. “Ada apa? Apakah ada mobil mogok atau longsor?” tanya Hanny Rahmat. Akun Ardian Jaya langsung membalas. “Banyak truk pengangkut aspal,” balasnya.

Tidak hanya itu, dia juga menyebut para sopir truk yang terjebak dalam kemacetan tidak mau mengalah. Alhasil, kemacetan semakin panjang. Memang, dalam unggahan video itu terlihat warga membawa bendera merah kecil dan mengatur lalu lintas. Namun, kemacetan tetap tidak bisa terurai. “Gak onok sing gelem ngalah,” tulisnya.

Lokasi jalan tersebut memang berada di dataran tinggi atau pegunungan. Praktis, ruas jalan pun sempit. Karenanya, saat terjadi kemacetan atau lainnya, kendaraan akan sulit melaju. Terlebih, jika antarsopir masih saling berebut melaju terlebih dahulu. Ditambah, di lokasi kejadian juga turun hujan. “Saking akehe truk sing liwat luur. Usum truk muat aspal saiki. Jalan sempit,” komentarnya membalas pertanyaan akun lain.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengerjaan 40 ruas jalan kabupaten sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang, beberapa hari lalu. Praktis, aktivitas kendaraan berat serta armada truk pengangkut material jalan akan memadati jalanan. Oleh karena itu, peran personel pengatur lalu lintas dibutuhkan. Jika tidak, kejadian di Kalirejo, Tempursari, bisa kembali terjadi.

“Sekadar info Lur. Kalirejo macet total,” tulis akun Ardian Jaya. Dalam unggahan video berdurasi 48 detik tersebut dia menjelaskan kemacetan jalan di leter S desa setempat. Sontak, puluhan akun ikut berkomentar dan menanyakan penyebab kemacetan tersebut. “Ada apa? Apakah ada mobil mogok atau longsor?” tanya Hanny Rahmat. Akun Ardian Jaya langsung membalas. “Banyak truk pengangkut aspal,” balasnya.

Tidak hanya itu, dia juga menyebut para sopir truk yang terjebak dalam kemacetan tidak mau mengalah. Alhasil, kemacetan semakin panjang. Memang, dalam unggahan video itu terlihat warga membawa bendera merah kecil dan mengatur lalu lintas. Namun, kemacetan tetap tidak bisa terurai. “Gak onok sing gelem ngalah,” tulisnya.

Lokasi jalan tersebut memang berada di dataran tinggi atau pegunungan. Praktis, ruas jalan pun sempit. Karenanya, saat terjadi kemacetan atau lainnya, kendaraan akan sulit melaju. Terlebih, jika antarsopir masih saling berebut melaju terlebih dahulu. Ditambah, di lokasi kejadian juga turun hujan. “Saking akehe truk sing liwat luur. Usum truk muat aspal saiki. Jalan sempit,” komentarnya membalas pertanyaan akun lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/